Berhutang bukanlah sesuatu yang buruk, sepanjang digunakan untuk hal-hal
yang produktif. Dan, Pemerintah mencari pinjaman luar negeri, sebagian besar
dipakai untuk membiayai pembangunan infrastruktur, jalan, pelabuhan, bandar
udara, pendidikan, dlsb. Hasil yang akan kembali dari investasi pembangunan
akan jauh lebih besar daripada sejumlah uang pinjaman luar negeri tsb. Jadi,
filosofi Pemerintah meminjam uang, seperti meminjam benih untuk ditaburkan
di tanah NKRI. Bila benih tsb tumbuh subur, tentunya hasil panennya akan
beratus kali lipat lebih banyak dari benih yang disemai. Seperti orang
menanam 100 butir padi akan berbuah puluhan kilogram padi.

Bila di dunia ini tidak ada orang yang berhutang, pastinya tidak akan ada
orang yang menjadi pengusaha besar. Teramat banyak pengusaha besar yang
menjadi besar dikarenakan ia berhutang untuk memulai dan membesarkan
usahanya.

2009/4/1 Sunny <[email protected]>

>   Dalam bahasa sederhana artinya Australia menjadi penjamin Indonesia
> untuk pinjaman ( hutang) luarnegeri.. Bukankah begitu?
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Sandy Dwiyono" <[email protected] <masboy2007%40gmail.com>>
> To: <[email protected] <nasional-list%40yahoogroups.com>>; <
> [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>>
> Sent: Wednesday, April 01, 2009 3:58 PM
> Subject: [ppiindia] Australia Dukung Indonesia untuk Dapatkan Akses
> Keuangan Global
>
> http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/01/4158.html
>
> Rabu, 1 April 2009, 19:31:40 WIB
>
> *Australia Dukung Indonesia untuk Dapatkan Akses Keuangan Global*
>
> *London*: Pertemuan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dengan *PM
> Australia
> * kemarin membahas berbagai kerjasama antara kedua negara. Australia
> menyatakan dukungannya terhadap Indonesia untuk mendapatkan akses keuangan
> dari lembaga internasional untuk menjamin stimulus fiskal. *Menkeu/Plt.
> Menko Perekonomian* menjelaskan hal ini dalam keterangan persnya di
> Grosvenor House, Hotel JW Marriott, Rabu (1/4) pagi.
>
> Pada KTT G-20 London ini, Indonesia menjadi Co Chairman untuk Working Group
> 4, sedangkan Australia menjadi Co Chairman dalam Working Group 3. "Working
> Group 4 membahas reformasi di Bank Dunia dan bank-bank regional, termasuk
> Islamic Development Bank. Sedangkan Working Group 3 mengenai IMF. Oleh
> karena itu, komunikasi kita menjadi sangat penting," Sri Mulyani
> menjelaskan.
>
> Australia, lanjut Sri Mulyani, menyatakan dukungannya terhadap Indonesia
> untuk mendapatkan akses keuangan untuk menjamin stimulus fiskalnya.
> "Indonesia dan Australia juga membahas mengenai peningkatan kerjasama di
> bidang climate change," ujar Sri Mulyani. (har/mit)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
> 4. Satu email perhari: 
> [email protected]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: 
> [email protected]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: 
> [email protected]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
> Yahoo! Groups Links
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke