Analisa hasil pemilu 7 Hari menjelang pencontrengan (4) Partai Incumbent, 
Jaringan Kuat dan Pemilih fanatis (Tamat)

 

Dear all

 

Ini tulisan terakhir saya untuk analisa prediksi hasil pemilu 2009. Sebenarnya 
paduan judul diatas merupakan kombinasi paling tepat untuk menjadi pemenang 
pemilu dimanapun juga, sebagai partai pemerintah yang berkuasa, Adanya jaringan 
yang dibentuk lebih dari 30 tahun sampai kehutan - hutan ditambah kombinasi 
pemilih fanatis yang ketika memilih tidak perduli walaupun caleg yang dipasang 
maling juga tetapi dipilih saja.

Mari kita mulai saja analisa dan prediksi suara mereka masing - masing dalam 
pemilu 2009 nanti.

 

Demokrat

Sangat jelas sebagai partai incumbent maka demokrat kali ini sangat 
diuntungkan, kemudian ditambah dengan dukungan dari banyak ahli dan kalangan 
kampus yang selama ini kritis tetapi kemudian dibungkam dengan halus untuk 
ditawari jabatan tertentu dari mulai staff khusus hingga komisaris independen 
BUMN, jelas menambah amunisi tim sukses partai demokrat ini, tetapi munculnya 
barisan sakit hati yang kemudian membantuk partai - partai kecil lebih dari 
lima partai juga akan menggerogoti demokrat walaupun angkanya nggak significant.

Tapi dari semua itu yang paling penting adalah dukungan dana sponsor yang besar 
terutama dari kalangan pengusaha yang semakin diuntungkan dengan kepemipinan 
SBY dan Demokrat dipemerintahan, seperti kita faham dibelakang setiap penguasa 
negara maka ada para pengusaha yang dipelihara dan siap menggelontorkan dana 
agar tidak terjadi pergantian rezim, maklum saja biaya dan resiko pengusaha 
jauh lebih besar ketika pergantian rezim terjadi yang mangakibatkan iklim 
bisnis mereka akan terancam apalagi diindonesia yang pelaku bisnisnya tidak 
akan pernah lepas dengan berbagai permainan politik untuk memuluskan project - 
project bisnisnya. Berbagai iklan keberhasilan yang ditampilkan, tampilan - 
tampilan survey yang menguntungkan incumbent pasti akan meningkatkan jumlah 
pemilih partai demokrat. Tapi jaringan demokrat yang baru terbentuk 10 tahun, 
kemudian berbagai kekalahan calon demokrat dalam berbagai pilkada dari PDI-P 
dan Golkar bahkan tidak sekali SBY mengeluhkan pemimpin daerah yang melawan 
kebijakan pusat akan menahan laju suara yang akan didapat demokrat karena 
bagaimanapun demokrat tidak bisa dengan leluasa menggerakan kalangan birokrat 
PNS untuk mendukung  mereka walaupun aturannya harus netral tapi mana ada yang 
nggak tergiur dengan suara gratis PNS yang berjumlah jutaan belum keluarganya.

 

Jadi analisa saya sedikit melawan dari survey terutama yang dipublikasi Denny 
JA tentang suara demokrat yang hasil survey LSI bisa naik tajam bahkan mencapai 
diatas 15%, sangatlah tidak mungkin bisa naik sedahsyat itu kecuali ada suatu 
peristiwa besar yang menarik romantisme rakyat indonesia seperti saat PDI-P 
Mega di 1999 dan Demokrat SBY ditahun 2004 maka berbagai kampanye Demokrat yang 
serasa acara TV yang ada diseluruh stasiun TV karena saking seringnya 
ditayangkan tidak akan meningkatkan secara significant suara pemilih demokrat, 
sehingga suara demokrat akan berkisar diangka 8% s/d 12% dengan range cukup 
besar karena pemilih demokrat itu bukan pemilih tradisional jadi cukup sulit 
untuk mengukurnya.

 

Golkar

Partai paling tua dari seluruh partai yang ada, memiliki mesin politik yang 
paling canggih dan mengakar sampai kepelosok desa dan juga dukungan dana yang 
besar menjadikan Golkar menjadi pemenang pemilu 2004 dan masih memiliki peluang 
untuk menjadi pemenang kembali di tahun 2009 bersaing dengan PDI-P. Tetapi 
kondisi Golkar saat ini jauh dibandingkan kondisi Gokar saat dipimpin oleh 
Akbar tanjung yang jauh lebih solid dan bersatu, saat ini Gokar jelas tercabik 
- cabik bahkan kalau dibilang konflik intenal Golkar itu jauh lebih parah dari 
PKB, cuman disana nggak perlu sampai kepengadilan dan memang lebih dewasa dalam 
berpolitiknya sehingga yang kalah dan merasa besar mendirikan partai baru 
semacam Hanura, Gerindra, sedangkan diinternal parpol Golkar yang masih ada 
juga tetap ada banyak faksi yang masing - masing ingin menyelamatkan kekuasaan 
yang ada pada dirinya.

Sangat jelas kepemimpinan JK dan terlalu lamanya JK menentukan maju jadi capres 
serta faktor kepemimpinan JK yang lemah dan terlalu bisnis touch menjadikan 
suara golkar sulit untuk tetap bertahan seperti tahun 2004.

Analisa saya tidak ada sesuatu yang significant yang bisa menaikan suara Gokar 
karena iklan pencapaian - pencapaian Golkar bagi para pemilih sangat tidak 
menarik dibandingkan guyuran uang yang diterima mereka menjelang proses 
pemilihan. Jadi yang mempertahankan suara golkar tidak jatuh parah pemilu kali 
ini murni jaringan yang kuat dan berakar dari Golkar dan mesin politiknya yang 
paling rapi sedangkan faktor JK dan elit Golkar yang lain tidak begitu 
berpengaruh.

Prediksi saya Golkar akan mengalami penurunan perolehan suaranya dan akan  
mendapat suara sekitar 12 s./d 15% turun dari perolehan suara di 2004.

Saran saya, Tidak 

PDI - P

Partai merah dengan massa fanatik yang dalam memilih tidak pernah memperdulikan 
caleg yang diusung masih cukup kuat diindonesia, jaringan sebagai parpol yang 
ada sejak orde baru walaupun sempat bermetaforsa menjadi perjuangan tetap saja 
menajadikan PDI-P partai yang tetap bisa stabil menjaga massa tradisionalnya. 
Tidak ada isu sentarl yang bisa menurunkan suara PDI-P dari sisa suara yang 
diraihnya di2004 setelah turun drastis dari 1999 karena captive market suaranya 
memang masih bagus dan jumlahnya sebesar itu. Adanya perpindahan elit partai 
yang mendirikan PDP dan pindahnya permadi kegerindra serta kasus - kasus 
korupsi yang diblow up akan sedikit menurunkan suara PDI-P tetapi nggak 
significant karena pada kenyataanya sisa pemilih PDI-P adalah pemilin tidak 
rasional sehingga sepak terjang elitnya tidak begitu menjadikan mereka merubah 
pilihannya. Yang cukup menarik adalah iklan dukungan BLT dari PDI-P yang 
sebelumnya dicela sama mereka tampaknya sebagai strategi bagi mereka untuk 
tetap menjaga massa tradisionalnya yang mayoritas penerima BLT, lha kalau isu 
BLT ini dimainkan dengan manis oleh partai incumbent dalam rangka menurunkan 
ketertarikan orang - orang kecil penerima BLT yang seolah - olah mau dikasih 
demokrat tapi dilarang SBY kan bisa longsor suara gratisan massa fanatis PDI-P.

Sedangkan peluang menambah suara, menurut saya tidaklah mungkin karena tidak 
ada sesuatu hal yang menarik dari sepak terjang PDI-P yang bisa menarik para 
swing voter untuk memilih PDI-P. Dukungan RepDem dengan Budimannya dan isu 
kontrak politik caleg PDI-P tidak akan menambah suara PDI-P kecuali hanya orang 
- orang RepDem saja yang sedikit tetapi bisa menempatkan elitnya menuju senayan 
macam Budiman, canggih juga Budiman menunggangi PDI-P.

Analisa saya PDI-P akan berada dikisaran 16% s/d 18% dan kemungkinan menjadi 
pemenang pemilu kali ini mengalahkan golkar yang turun lebih drastis.

 

 

Untuk ketiga besar pemenang calon pemenang pemilu 2009 ini saya tidak 
menyarakna apapaun karena walaupun saya cuman penagamat amatiran tetapi saya 
tidak netral dalam analisa saya, dan saya sebenarnya berharap ketiga partai 
besar ini keok dalam pemilu 2009 tetapi apa dikata data menunjukkan mereka yang 
akan leading kali ini.

Kenapa saya tidak kepada mereka karena mereka bertiga adalah parpol besar yang 
semuanya pernah memimpin negara ini tetapi tidak mampu membawa perubahan 
didalam masyarakat yang lebih baik, yang ada mereka hanya menjadikan indonesia 
menjadi negara jongos dari negara - negara asing diluar negeri, mereka tidak 
menjadikan hasil pembangunan yang merata kepada seluruh rakyat tetapi hanya 
dinikmati oleh segelintir orang kelompok mereka saja yang parahnya selalu diaku 
sebagai keberhasilan pembangunan oleh mereka, dan terakhir mereka tidak mampu 
mencipatakan sistem politik dan demokrasi yang lebih baik dan sehat yang 
menjadikan orientasi berpolitik bukan hanya kekuasaan semata tetapi untuk 
kesejahteraan masyarakat. Saya berharap ada munculnya kelompok baru yang bisa 
menanding mereka dan harapannya ada pada bersatunya kelompok perubahan yang 
diusung oleh dua purnawirawan dan Rizal Ramli.

Seandainya kelompok ini bisa bersantu dan membentuk POWER, PrabowO, Wiranto En 
Rizal ramli maka Change for Indonesia will make..POWER for CHANGE .GO.POWER.!!! 
Lawan Golden Bridge ala SBY dan Golden Triangle ala Mega Kalla (ini kalau 
bersatu lebih parah bencana dari SBY Kalla kali ya.???) tentunya dengan 
dukungan Gus Dur dan Hamengku Buwono. Saya yakin yang lain juga akan merapat.

Jadi urutan suara dalam pemilu nanti adalah empat besar diatas diduduki oleh 
PDI-P, Golkar, Demokrat dan Kuda Hitam Gerindra atau PKS, Kemudian PPP, PAN dan 
PKB terakhir Hanura serta PKNU.

 

Masih ada satu minggu, walaupun itu waktu yang sangat pendek untuk merubah 
hasil pemilu di 2009, yang pasti pemenang pemilu kali ini adalah Golput karena 
pemilu sekitar 40% dan tambahan Golput karena parlementary trace hold sejumlah 
20% jadi  total jendral golput 60%.

 

Regards,

KangNoer020409


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke