Assalamu' alaikum Wr.Wb.,

Jika tulisan dibawah ini benar adanya.... Ada sesuatu hal yang menarik 
menyangkut penemuan David Hartanto- mahasiswa NTU tentang "Penghantaran Listrik 
Melalui BlueTooth". Selamat bekerja dan berkarya.

Wassalamu' alaikum Wr.Wb.,


From: Sjech Hasni <sj...@yahoo. co.id>
Subject: Akhirnya kekejaman Prof. Chan terungkap !!
To: a...@radiant- utama.com, amira.ganis@ brawijaya. .com, asars...@yahoo.
com, atma...@radiant- utama.com, bamban...@iatmi. or.id, be...@yahoo. com,
Date: Monday, 30 March, 2009, 11:13 AM

Kisah David Hartanto - akhirnya kekejaman
Prof. Chan terungkap !!

Angel adalah mahasiswa kampus Nanyang Technological University
,ia adalah angkatan terbaru dalam tahun ajaran baru. Siang itu ia sedang
menikmati makan paginya di sekitar halaman kampus, seorang pria duduk
disampingnya dengan tersenyum sambil menghapuskan keringatnya
dengan handuk kecil yang ia ambil dari tas jinjingnya. Pria
berkacamata itu tampak memperhatikan selembaran kertas yang
berisikan beberapa catatan miliknya.
Pria itu begitu
terburu-buru membaca kertas itu hingga berterbangan saat angin
bertiup kencang, Angel melihat pria itu kewalahan dan mencoba
membantu memunggut setiap lembaran ke sisi pria itu. Sambil
tersenyum pria itu berkata " Terima kasih.."
"Sama -sama..!" ,"Saya David.. Kamu mahasiswi baru disini ya?"
"Iya .. Kok tau? Saya Angel..!"
"Yup .. Tentu saja saya tau! Karena saya sudah menjelang semester
akhir...!" , "Wow .. Ga bisa dibayangkan bertapa lamanya kamu
belajar disini .. Apalagi saya?"
"Yup .. Membosankan tapi inilah hidup harus dijalanin ..
Selama kamu menikmati waktu kamu tidak akan sadar kalau
tiba-tiba kamu sudah mau lulus .."
Angel tersenyum lalu bertanya pada pria itu. " Apa kertas
yang kamu baca itu..?"
"Ini adalah bagian-bagian dari skripsi tugas akhir saya.. Mau
lihat?"
"Yup .. Mau dong..!"
Angel memperhatikan susunan kata-kata dan angka yang nyaris
saja membuat matanya berkunang-kunang. David tertawa melihat
kebingungan itu ..
"Ngomong -ngomong. . Inti dari skripsi kamu tentang apa sih?
Ribet saya melihatnya hehehe"
"Hehehe .. Ini tentang mimpi masa depan saya dan saya harap
kelak berguna bagi siapapun?"
"Wah .. Sebegitu hebatnya..?"
"Yup .. Kapan-kapan saya akan ceritakan ... Tapi kalau sekarang
jangan dulu..!"
"Hehehe Ok, saya tunggu ya..?"
" Kamu main Facebook..?"
"Yup ... Saya ada! Kamu?"
Mereka dua sahabat baru saling bertukar informasi tentang situs
Facebook mereka,David harus berpamitan karena ia harus bertemu
dengan Dosen pembimbingnya, Sedangkan Angel kembali ke kelasnya.
Rika sahabat Angel menyambutnya dengan tersenyum, lalu Angel
bercerita tentang pertemuannya dengan seorang seniornya di taman tadi,
begitu terkejutnya Angel ketika tau bahwa pria itu adalah salah
satu jawara Olimpiade pendidikan.
"Terang saja dia begitu yakin bahwa ia akan menciptakan sebuah
penemuan besar ?" ujar Angel dalam hati.
Pertemuan itu tidak begitu saja berakhir, Angel dan David saling
berkomunikasi via mesengger dan Facebook. David sosok yang supel,
bersahabat dan kocak tapi ia terkadang bisa menjadi orang yang serius bila
sedang mengerjakan sesuatu, begitulah kisah yang mengawali
hubungan dekat keduanya. Angel memang kuliah karena uang yang
dimiliki ayahnya bukan karena kepintaran seperti David yang
mendapatkan beasiswa karena kepintarannya.
Karena sering merasa kesulitan mengejar penjelasan dosennya,
Angel sering bertanya kepada David yang selalu membantunya.
Suatu malam Angel merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas
kuliahnya, ia mencoba menghubungi David tapi sayang pria itu tidak
mengangkat teleponnya.
Karena tugas ini begitu mendesak ia pun nekad menuju rumah David,
pada saat ia datang ke apartementnya David sedang tertidur.

Ia mencoba membangunkan pria itu. David pun terbangun.
"Idih ditelepon kok ga angkat sih?"
"Sorry ketiduran, saya kekurangan jam tidur gara-gara pengen
selesaikan tugas skripsi saya!"
"Oh gitu ya.. jadi saya ganggu ga kalau minta tolong
bantuin kerjain tugas?"
"Boleh saja tapi dengan syarat kamu traktir saya makan bakmi?"
"Dengan senang hati.."
David berhasil membuat Angel menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya,
Angel menepati janji untuk meneraktir makan bakmi. Saat itu mereka
sedang makan di restorant bakmi, "
David , kita kan sudah dekat.. Saya masih penasaran dengan Proyek
ambisius dalam skripsi kamu boleh saya tau?"
"Ok deh, saya kasihtau.. Jadi."
David berceritabahwa ia sedang mencoba untuk meniliti bagaimana
sebuah bluetooth bisa menghantarkan listrik bagi sekitarnya. Penelitian
ini sudah ia lakukan sejak awal semester enam lalu, kini tahap
penilitiannya mencapai 70 %, ia yakin pada saat nanti penilitian
ini bisa membuat semua orang merasa senang, selain membantu
penghematan listrik, penemuan ini bisa membuat dirinya di akui
sebagai peneliti. Angel begitu terkesima dengan kisah ambisius
itu tapi ia masih bingung. Ia tidak mencoba bertanya banyak hal
selain menunggu hasil penelitian sahabat baiknya itu.
David yang merasa penilitiannya adalah pertama dalam sejarah dunia,
akhirnya terlena dengan kegiatannya di dalam kamar setiap harinya.
Sejak enam bulan lalu pihak universitas sudah memperingatkan tentang
pemberhentian beasiswanya, tapi ia hanya menganggap ancaman itu
ringan karena yakin kelak pihak universitas akan menyesal
melakukan tindakan itu bila penemuannya di akui, dan
kenyataannya beasiswanya benar-benar dicabut.
Professor Chan adalah dosen pembimbing David yang sudah mengenal
pria itu sejak lama, ia sadar David adalah murid pintar dan mempunyai
masa depan yang baik disamping sifat kekanak-kanakannya. Suatu hari
ketika ia sedang terduduk David datang padanya, bertanya tentang
ide skripsi yang ia paparkan. Dengan santai sang Prof berkata,
" Apakah kamu sedang bermimpi, bagaimana mungkin sebuah teknoloagi
nirkabel dapat menghantarkan listrik.. Ada-ada saja, lebih baik kamu
cari ide yang lain!"
"Tapi saya yakin bisa Prof?"
"Kalau begitu tunjukkan pada saya permainan kamu!"
"Baik .. Kita lihatsaja!"
David seolah tertantang oleh dosen pembimbingnya itu untuk membuktikan
bahwa ia mampu menciptakan apa yang ia pikirkan, ia pun semakin
mengorbankan waktunya untuk penelitian eksentriknya.
Sahabat-sahabat yang ia kenal mulai melihat David bagaikan seorang dukun
rumahan yang membukat prakter dirumahnya
untuk bicara hanya lewat laptopnya.
Angel yang setiap harinya mempunyai segudang pekerjaan rumah bahkan
harus memaklumi keinginan David untuk tidak diganggu sementara
ini. " Tidak menerima tamu di rumah dan telepon untuk sementara ini"
begitulah tulisan status David pada Facebooknya.
Dua minggu lamanya penelitian itu berlanjut hingga mengalami beberapa
kegagalan,modal David pada saat itu hanya dua hendphonenya yang
ber-bluetooth, Ia berharap penilitiannya berhasil dengan berbagai
cara. Suatu malam ketika ia mulai menyerah setelah mencoba beberapa
kali ,akhirnya penemuannya itu berhasil walau
hanya sebatas lima menit lamanya, ia berteriak bahagia dan bertekad
menunjukkan keberhasilannya pada sang dosen.
Paginya David benar-benar pergi menuju ruangan Prof. Chan.
Mereka bicara dengan santai sembari David mulai memberikan
praktek penelitiannya. Sang Prof yang awalnya cuek tiba-tiba nyaris
menjatuhkan kacamatanya ketika melihat David berhasil membuktikan
kata-katanya.
"Lihat Prof.. Saya buktikan bahwa saya bisa ..! "Prof
terkagum-kagum dengan apa yang David tunjukkan "
David ... Kamu sungguh luar biasa, bagaimana kamu bisa menemukan
hal mustahil di dunia ini menjadi nyata .. Kamu akan menjadi
peraih nobel karena ini!"
"Ya saya tau.. !"
Tiba-tiba muncul pikiran picik dari sang Professor untuk melihat
jalan kerja penelitian David, ia menyuruh David menyempurnakan
penilitian yang ia buat kemudian membawanya kembali. Baginya
David bagaikan tambang emas yang akan membuatnya kaya dan
termansyur, ia mulai berpikir merebut hasil penelitian David
yang luas biasa itu. David yang tidak sadar dengan pikiran jahat
sang Prof benar-benar terus mendalami penelitiannya.
Ketika David sedang merencanakan penelitiannya, sang
Professor berpikir untuk mencari orang yang bisa menjadi saksi
penelitian David diakui menjadi miliknya. Untuk itu ia membuka
file dokumentasi mahasiswa yang berprestasi lainnya, ia
mulai teringat dengan beberapa asisten dosen yang diberhentikan
beberapa saat lalu. Ia mulai melirik seorang Zhou ,seorang pria asal Cina
yang sedang frustasi karena dipecat. Ketika Prof menawarkan ide untuk
mengangkat Zhou menjadi asistennya ,pria itu begitu bahagia karena akhirnya
ia mendapatkan pekerjaan sehingga bisa mengirimkan uang kepada
ibunya yang sedang sakit.
Pria itu tidak sadar
sedang dimanfaatkan oleh sang Prof untuk menjadi saksi pada
penelitian palsunya. Bahkan Sang Prof memberikan bantuan kepada
Zhou untuk mengobati sang Ibu yang menghadapi operasi
kanker.
"Kamu tenang saja, saya akan memberikan perkerjaan yang baik padamu.
Tentu saja saya akan membantu biaya pengobatan ibu kamu hingga sembuh.
Kamu bisa kerja dua hari lagi dari sekarang, ok. Ini uang yang kamu
butuhkan!"
"Terima kasih " Ucap Zhou
yang begitu bahagia mendapatkan bantuan dari pria itu.
David berhasil menyempurnakan penilitiannya, ia sungguh tak kuasa menahan
bahagia dengan apa yang ia temukan. Ia teringat pada Angel, ia
pun mengajak gadis itu untuk bertemu merayakan

kerberhasilannya . Taktanggung- tanggung mereka makan di Restorant hotel
yang mahal,Angel pun heran dengan undangan itu. "Tumben kamu ada waktu
untuk ngajak makan! Apalagi ditempat mewah lagi?"

"Hehehe .. Tenang saja. Ini hanya sebagai bentuk perayaan, dan kelak saya
akan ajak kamu ke tempat yang lebih hebat lagi..!"
"Wah . Wah .. jadi tersanjung.. Memang perayaan apa sih!"
"Coba keluarkan Hendphone kamu yang berbluetooth? "
Angel bingung tapi ia melakukan apa yang dipinta David.Dengan sekejap
handphonenya tertuliskan
" Sedang mengisi baterai"
Angel terkejut, "Astaga!! David kamu berhasil..?"
"Yup .. Aku berhasil..!"
Angel dan David menghabiskan malam indah itu dengan penuh
antusias ,ia tak pernah menyangka begitu hebatnya sang sahabat
kekanak-kanakannya itu. Akhirnya mereka pulang, karena David besok
akan membawakan hasil penelitiannya itu kepada sang Dosen, David begitu
ingin menampar para atasan universitas yang memberhentikan
beasiswanya dengan prestasinya.
Ketika David mengirimkan email kepada Dosennya untuk bertemu
besok.
Keesokan paginya.Prof, Chan sudah mengingatkan David untuk membawa
semua dokument proses berjalannya penelitiannya dalam
USB agar ia bisa meneliti langsung kelayakan penelitian David.
Awalnya, David agak bingung tapi Prof menyakinkan bahwa ia hanya
ingin mencoba dengan caranya agar penelitian David dianggap sah.
Tanpa pikir panjang David membawa penelitian itu dalam bentuk
USB segera ke kampus pagi sekali pukul 7 sesuai jadwal yang
ditentukan Prof. Chan.
Sebelum berangkat David mengirimkan pesan kepada Angel untuk bertemu
di kampus makan siang bersama. Saat pesan SMS itu masuk Angel masih
tertidur, David pun berangkat sepagi mungkin menghadap sang
Prof. Ketika tiba di lantai 4 sang Professor, David menemukan
sang Prof sedang terduduk sehabis memotong apel. Ketika David
datang ia membuang sisa Apel itu ke keranjang sampah, dan
menyimpan pisau itu ke saku bajunya.
David tak sadar sedang berada dalam jebakan sang Prof. Chan.
Pria tua itu meminta David untuk sekali lagi mencontohkan hasil
penilitiannya,
setelah menyaksikan penelitian itu pria itu semakin yakin bahwa
David benar-benar jenius. Ia meminta David untuk memberikan USB
itu lalu berkata dengan santai," David.. Apakah kamu yakin ini penilitian
kamu?"
"Ya , tentu saya yakin.Memang kenapa Prof?"
"Apakah kamu tidak sedang mengambil penelitian seorang mahasiwa
lain bernama Zhou,?"
"Zhou siapa dia?"
"Dia adalah asisten dosen yang sudah dipecat, ada kemiripan antara
penelitian kamu!"
" Mustahil..!" ucap David kesal." Kamu boleh bilang mustahil tapi saya
punya hasil document dia yang sama .. coba perhatikan komputer
saya?" David menyaksikan sebuah klip kecil yang menunjukkan penelitian
yang dilakukan seorang pria dan Prof mengatakan bahwa pria itu
adalah Zhou yang sedang mendemokan hasil yang sama dengan David.

"Tidak mungkin. Prof. Bagaimana pria itu bisa melakukan hal yang
sama dengan saya!"
Prof tersenyum sambil berkata." Kamu bukanlan seorang di dunia yang
ini yang Jenius, masihbanyak lagi..!"
David terdiam mulai berpikir ada yang salah, ia yakin sang Professor
melakukan tindakan licik.
"Professor kembalikan USBsaya..!?"
"Untuk apa..?"
"Tidak apa-apa , saya ingin dikembalikan saja..!"
"Tidak bisa, ini akan menjadi barang bukti bahwa kamu telah melakukan
pelanggaran dikampus karena melakukan penjiplakan karya orang lain
sebagai skripsi kamu!"
David mulai emosional.
"Silakan saja , saya tidak takut, saya akan buktikan bahwa itu tidak
benar..!"
ucap david sambil hendak keluar dari ruangan.
Cara professor dalam ancaman sepertinya salah , ia pun
mendekati David sambil membujuk pria itu untuk tenang. Sembari
menawarkan opsi lain berupa uang dalam jumlah yang banyak, David
tetap pada pendiriannya bahwa ia adalah sang penemu pertama
kali. Prof Chan yang emosional langsung menusukkan pisau itu ke
bagian belakan badan david tapi hanya sebuah goresan kecil,
David berteriak minta tolong. Zhou yang akan memulai kerjanya
hari ini berpikir untuk datang menemui Prof. Chan hari ini, ia
mendengarkan suara teriakan dari arah
pintu Prof Chan. David yang merasa terancam berusaha melawan
dengan sekuat tenaga, tapi sebuah bilasan pisau di leher membuatnya
langsung tersungkur tak sadarkan diri. Tapi David masih mampu berdiri dan
meraih pintu
dan membukanya, Zhou yang berada didepan pintu terkejut melihat adegan itu.

David yang mulai tak sadarkan diri mulai berlari tanpa arah dan akhirnya
terjatuh
dari balkom lantai empat dekat ruangan itu. Zhou begitu shock
melihat kejadian itu, Prof. Chan yang melihat Zhou ada disana
langsung menyuruh pria itu masuk ke ruangan.
"Kamu melihat semuanya?"
"Tidak saya tidak melihatnya.. !"
"Ingat .. Saya yang menyelamatkan nyawa ibu kamu, sebaiknya
kamu tutup mulut.! "
"Saya tidak akan katakan apapun..!"
Prof. Chan yang begitu panik mulai tenang dan berpikir sesuatu.

"Tusuk punggung saya dengan pisau ini.." Perintah Prof pada Zhou
Zhou tidak punya pilihan selain melakukan perintah sang Prof Chan.
Lalu pria itu menyuruh Zhou mencabut gagang pada pisau.
Sebelumnya ia katakan bahwa ia akan membuat seolah-olah David
bunuh diri dan tusukan pada dirinya hanya sebagai alibi, untuk
menghilangkan barang bukti gagang pisau itu harus segara dibawa pergi
oleh Zhou agar tidak terdapat sidik jari dan membiarkan mata pisau
terletak di lantai. Zhou yang panik melakukan begitu saja perintah
sang Prof, dan rencana itu berjalan dengan baik.
Angel yang baru saja menerima pesan David segera menuju
kampus ,ketika Ia datang banyak garis polisi terpampang di pintu
Kampus, ia bertanya-tanya ada apa gerangan.
Seorang mahasiwa mengatakan bahwa seorang mahasiswa bunuh diri
dengan melompat. Angel begitu bingung, dan ketika ia mendekat hatinya
bergetar dan berteriak histeris ternyata pria itu adalah David.
Beberapa saat kemudian Prof. Chan keluar dengan bantuan alat medis seperti
orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel,
Terlihat Zhou saksi kasus itu berdiri ketakutan menyaksikan kejadian itu.
Prof Chan melirik Zhao dari matanya tersilat pesan kepada Zhou untuk tidak
bertindak apapun selain menjaga rahasia ini.
Kejadian kematian David begitu memukul Angel, gadis itu bahkan berpikir telah
jatuh cinta pada sang pria ceria itu.
Kematian yang begitu misterius membuat Angel begitu penasaran dengan
apa yang terjadi, Tidak mungkin seorang David yang mempunyai masa depan
begitu cermelang harus bunuh diri. Ia tidak yakin dengan kematian itu,
walaupun bersedih hati ia bertekad mencari kebenaran kematian itu karena
ia yakin
David tidak akan melakukan tindakan bodoh disaat ia sedang
menggapai mimpinya. Prof. Chan berhasil selamat dan keluar dari
rumah sakit dua hari kemudian.
Zhou yang menjadi saksi mata merasa sangat bersalah dengan berita
miring yang ada di media seolah membuatnya menjadi pria pendusta,
tapi ia tidak mungkin tega memberikan penyataan kalau Prof. Chan
adalah orang dibalik semua ini. Prof Chan meneleponnya untuk mengatakan
sekali lagi bahwa sang ibu selamat karena dia. Zhou merasa hina ia pun
memutuskan untuk bunuh diri dengan mengantung diri di balkon rumahnya.
Prof. Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam
kematian David telah musnah, terlebih alibi yang ia lancarkan
berjalan sempurna. Angel menyadari ada kenjanggalan dalam semua
ini, ia mulai mencari semua data yang bisa membuktikan bahwa apa
yang terjadi pada David adalah sebuah konspirasi yang dilakukan Prof.Chan.
Berbulan-bulan ia melakukan berbagai cara untuk melakukan
pembuktian. Prof Chan yang sembuh merasa mulai perlu untuk mengeluarkan
bukti penelitian yang ia ambil dari David. Hebatnya penelitian itu adalah
nama
yang sama dengan milik David, Angel pun sadar niat dibalik semua
kematian David adalah ambisi sang Prof untuk mengambil hak cipta
David.
Untungya David pernah membuktikan terlebih dahulu hasil karyanya saat
makan di restorang mewah, file name Bluetooth milik David masih tersimpan
di ponselnya.
Ia pun seperti mendapatkan semangat untuk membuktikan kebeneran,
ia laporkan semua bukti yang ia punya kepada Polisi, Polisi pun melakukan
investigasi ulang dan mendapatkan sebuah kebeneran yang terjadi.
Prof Chan yang baru saja menikmati nama besarnya, akhirnya
mendapatkan ganjalan perbuatannya karena kelicikan
dankekejamannya, Angel berhasil membuktikan bahwa pria itu layak
dipenjara seumur hidup. Angel merasa lega karena perkenalan dia
dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membelah
masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang,
Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya.


Kirim email ke