http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=77664&Itemid=30


      TNI: JK tidur pun tetap Wapres      
      Friday, 03 April 2009 23:45 WIB  
      WASPADA ONLINE

      JAKARTA - Dugaan keterlibatan aparat dalam pencopotan atribut kampanye 
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengemuka. TNI dituding bersikap tidak 
netral. Namun TNI membantahnya. Bagi TNI, JK sedang tidur pun adalah Wapres.

      "Beliau pergi berenang, tidur, tetap sebagai Wapres. Meski cuti, Beliau 
tidak akan dibiarkan ke mana-mana begitu saja," kata Kapuspen Mabes TNI Marda 
Sagom Tamboen saat dikonfirmasi, sore ini.

      Sagom juga membantah munculnya kesan kalau Paspampres membatasi ruang 
gerak Partai Golkar untuk menemui JK. Apalagi jika disebutkan Wadan Paspampres 
Kolonel Amarullah sebagai pemberi perintah pencopotan atribut kampanye JK.

      "Apa urusannya? Itu tidak mungkin. Paspampres itu tidak mengurusi parpol. 
Kegiatan Pak JK dengan parpol, bukan Paspampres, tetapi protokol. Ini harus 
diperjelas juga," ujar Sagom.

      Atribut kampanye JK di bus-bus sewaan Partai Golkar dan sepanjang jalan 
di Palu, Sulteng, dikabarkan dicopoti aparat pada Kamis kemarin. Begitu juga 
dengan atribut kampanye JK mulai sepanjang Lanud Abdurrahman Saleh hingga 
Stadion Kahuripan, Malang, tempat JK berkampanye.

      "Untuk di Palu, bisa saja pemda membawa bus untuk menjemput RI-2, 
kemudian plat merah. Itu tidak boleh ada atribut. Kalau bus sewaan, harus 
ditegaskan dulu. Meski disewa parpol, tetapi begitu masuk kompleks TNI atau 
Lanud TNI, itu tidak boleh. Kita tidak ingin dikatakan mengakomodir. Harus 
diperjelaskan dulu, Pak JK turun dari mana," urai Sagom.

      Ditegaskan Sagom, atribut kampanye di Lanud memang tidak diperbolehkan 
ada. Apalagi dalam hal di Malang, Bandara dan Lanud Abdurrahman Saleh menjadi 
satu. Sedangkan 

      "Jangankan RI-2, RI-1 saja tidak boleh. Jangan-jangan yang dicopot 
beberapa saja di Lanud, tetapi karena jalannya dari Lanud ke Stadion Kahuripan 
dibilang sepanjang jalan. Kita harus klarifikasi dulu ke Lanud Abdurrahman," 
kata Sagom.
      (ard/inilah) 


     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke