http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/04/07/13470912/penjualan.industri.alas.kaki.melonjak

*Penjualan Industri Alas Kaki Melonjak*

Selasa, 7 April 2009 | 13:47 WIB

*JAKARTA,KOMPAS.com* — Tak semua industri nasional terpuruk dalam kubangan
krisis. Industri alas kaki salah satunya. Penjualan industri alas kaki di
pasar domestik pada kuartal I-2009 naik 10 persen dari Rp 3,25 triliun pada
kuartal I-2008 menjadi Rp 3,75 triliun.

Pangsa pasar industri alas kaki nasional pada kuartal I-2009 juga naik dari
40 persen menjadi 50 persen. "Tahun lalu posisinya 40:60 masih didominasi
impor. Target kami adalah membalikkan keadaan menjadi 60:40 untuk produk
lokal," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo)
Singgih Witarso, kemarin.

Pemicu kenaikan itu adalah kebijakan pengetatan impor yang tertuang dalam
Peraturan Menteri Perdagangan No 56 Tahun 2008 tentang Aturan Impor Produk
Tertentu. Alas kaki masuk dalam aturan itu bersama empat produk lain, yakni
elektronik, mainan anak, kosmetik, garmen, serta makanan dan minuman.

Menurut Singgih, trend kenaikan penjualan produk alas kaki lokal di pasar
domestik bakal berlanjut hingga akhir tahun ini. Terlebih bila Instruksi
Presiden (Inpres) tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)
benar-benar berjalan. Ini berarti omzet industri alas kaki lokal di pasar
domestik tahun ini akan berada di atas omzet 2008 yang sebesar Rp 13
triliun.

Peningkatan penjualan alas kaki lokal di pasar domestik akan mencapai
puncaknya pada Juni dan Juli. Tahun ajaran baru sekolah bisa melejitkan
penjualan alas kaki 20 persen daripada bulan biasanya.

Direktur Industri Aneka Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil,
dan Aneka Depperin Budi Irmawan membenarkan peningkatan kinerja industri
alas kaki itu.

Untuk meningkatkan kinerja industri alas kaki dalam negeri, pemerintah akan
menjalankan program restrukturisasi permesinan industri alas kaki mulai
pertengahan April ini. Program ini berupa pemberian subsidi bunga kredit
pembelian mesin baru sebesar 10 persen dari total harga mesin atau maksimal
Rp 5 miliar.

Untuk itu, Pemerintah menyiapkan Rp 50 miliar. Pemerintah berharap 100
perusahaan mau mengambil fasilitas ini. Lewat program ini, Pemerintah
menargetkan penciptaan lapangan kerja baru bagi 1.000-2.000 orang.
(Nurmayanti/Kontan)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke