http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=54466&ik=2


Amoy Dibunuh di Apartemen 

Rabu 8 April 2009, Jam: 9:31:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Misteri pembunuhan Elen belum lagi terungkap, kasus 
pembunuhan serupa kembali terjadi. Kali ini menimpa wanita pedagang uang (money 
changer) keliling. 

Amoy itu ditemukan tewas telungkup di tangga darurat lantai 27 Tower Jade 
Apartemen Pesona Bahari, Jl. Mangga Dua Abdad, Senin (6/4) malam. Di kepala 
Wang Xia Mai, 36, terdapat sejumlah luka benda tumpul maupun tajam. 

Warga Jl. Waspada RT 04/012, Kel. Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, itu 
pertama kali ditemukan oleh Dompit, petugas kebersihan.Dompit lalu melapor ke 
petugas keamanan apartemen untuk diteruskan ke pihak kepolisian. 

Sebelumnya, kasus pembunuhan serupa menimpa Maria Fransisca Bernadette Helen 
alias Elen, 22. Wanita yang juga keturunan Tionghoa ini ditemukan tewas dengan 
luka tusuk di wajah, leher dan perut di tangga darurat menuju lantai 7 Mal 
Pacific Place, Jaksel, 16 Maret lalu. Polisi belum berhasil mengungkap kasus 
itu. 

BARANG BERHARGA RAIB 
Sejumlah barang berharga milik Wang Xia Mai seperti HP, dompet, dan uang raib 
menguatkan dugaan motif perampokan. Jenazah korban lalu dibawa ke RSCM untuk 
diotopsi. 

Ditemui di RSCM, Yudi Santoso, 36, ketua RT tempat korban tinggal, mengatakan 
wanita yang memiliki 2 anak itu tergolong tertutup. Sore sebelum kejadian, Yudi 
mengaku sempat melihat korban pergi menggunakan ojek langganannya. 

Yudi yang menyebut korban bekerja sebagai money changer keliling. 

Pantauan Pos Kota di apartemen berlantai 28 tersebut, pengamanan sangat ketat 
terutama untuk akses keluar dan masuk. Harus melewati meja keamanan yang dijaga 
dua petugas sekuriti. 

"Untuk tamu yang berkunjung terlebih dulu harus menunjukkan identitasnya," 
jelas Dodi, 31, petugas keamanan apartemen. 

Bila tamu tak dikenal, tambah Dodi, penghuni apartemen bisa menolaknya. Karena, 
setiap penghuni dapat melihat tamu menggunakan video phone. 

Ada dugaan korban sering mendatangi apartemen tersebut karena ada langganannya 
yang tinggal di sana. Apalagi, seperti diakui oleh petugas sekuriti, di 
apartemen tersebut memang banyak dihuni oleh orang asing yang kemungkinan 
membutuhkan jasa korban untuk menukar uang. 

LIMA SAKSI DIPERIKSA 
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Kompol Suwondo Nainggolan, mengatakan belum 
mengetahui motif pembunuhan ini. Untuk menyelidikinya, ia menyatakan telah 
memeriksa lima orang saksi yaitu tiga petugas sekuriti dan dua petugas 
kebersihan apartemen. 

Suwondo juga menyatakan akan meminta rekaman CCTV yangada di apartemen tersebut 
guna mengetahui apakah korban sempat terekam dalam kamera. 

Satu keluarga korban mengatakan suami Wang Xia Mai bekerja di China . "Saya 
sudah lama tak ketemu dia. Korban adalah saudara istri saya," kata pria itu 
saat ditemui di rumah duka, Jabar Agung, Jelambar, kemarin petang. 

Di rumah duka, putra korban yang berusia 3 tahun terus menangis ditemani 
neneknya. 

(deny/warto/wandi/ok/B) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke