indaaaah, kereeen, menakjubkan, fantastis, bombastis, luaaaar biasaaaa...!


Ilmuwan Spanyol Teliti Kaligrafi Istana Alhambra


Hidayatullah.com---Selama
berabad-abad lamanya, para peneliti dibuat heran dengan makna yang
tersirat di balik ukiran-ukiran (kaligrafi) di dinding dan di
langit-langit Istana Alhambra.
Sekarang
para peneliti tengah berusaha membuat katalog dan menguraikan maksud
dari ukiran yang menghiasi tempat pariwisata yang paling sering
dikunjungi di Spanyol itu.
"Sepertinya
sangat tidak masuk akal bahwa di abad 21 seperti ini belum ada katalog
lengkap yang menjelaskan ukiran-ukiran Islam ini,"demikian dinyatakan
Juan Castilla, seorang penyidik kajian Arab di Dewan Peneliti Ilmiah di
Spanyol, kepada AFP sebagaimana dilansir Islamonline (6/4).
Ukiran "Tidak ada pemenang selain Allah" merupakan frase yang paling sering 
dijumpai di dinding. 
"Ungkapan itu diulang ratusan kali," ujar Castilla yang juga merupakan pengarah 
dalam penelitian kali ini.
Frase
tersebut merupakan motto dari Dinasti Nasrid yang memerintah Granada di
Andalusia sejak 1238 sampai dengan pendudukan tentara Spanyol pada
1492. 
Pesan
selanjutnya yang sering muncul pada ukiran-ukiran tersebut adalah
"kebahagiaan abadi", yang merupakan ungkapan pengharapan kepada Allah
bagi para penguasa di Granada.
Ukiran-ukiran
lainnya terdiri dari pesan atau pepatah yang mewujudkan sebuah
kebenaran yang menyeluruh, seperti "Bersedikitlah dalam berkata-kata,
maka kau akan merasakan kedamaian" dan "bersyukurlah dalam kesenangan,
karena Allah selalu menolongmu."
Sampai sekarang, hanya ada sedikit kajian mengenai hal-hal yang dimaksud dalam 
ukiran tersebut.

Permata Eropa

Saat
ini, para peneliti tengah mencari maksud dari ukiran tersebut dengan
menggunakan teknologi modern seperti kamera digital dan pemindai laser
tiga  dimensi. Teknologi tersebut memungkinkan para peneliti membaca
ukiran-ukiran tersebut tanpa harus menyentuhnya.
Banyak
dari kaligrafi di istana Alhambra yang terukir di tiang-tiang penyangga
sehingga sulit dibaca dengan mata telanjang dari bawah.
Hal lain yang tidak kalah beratnya bahwa para pengukir Islam di masa itu 
menggunakan tulisan kursif yang cukup sukar dibaca.
Para
peneliti berharap dapat menyelesaikan katalog yang berisi paling tidak
65 persen dari ukiran-ukiran kaligrafi yang menghiasai Alhambra dan
menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol pada akhir  tahun ini.
Diharapkan selesai pada tahun 2011.
Setelah itu, hasil terjemahan dalam bahasa Spanyol tersebut akan diterjemahkan 
pula ke dalam bahasa  Inggris dan Perancis.
Sejak
penelitian tersebut dilakukan pada 2002, sudah ada sekitar 3.116 dari
10.000 ukiran kaligrafi yang sudah berhasil diketahui maksudnya.
Istana
Alhambra dibangun pada abad ke-13 di bagian selatan Granada. Istana
tersebut merupakan permata bagi Eropa dari arsitektur Islam. Kini,
istana tersebut menjadi pusat pariwisata Spanyol yang paling menyedot
perhatian.
Sejak
tahun 1236 M, kekuasaan Islam di Spanyol kian melemah. Wilayah Muslim
yang semula meliputi hampir seluruh semenanjung Iberia, hanya tersisa
wilayah  Granada di bawah kekuasaan Muhammad ibn Alhamar.
Pada
tahun 1497 Kerajaan Islam Granada rubuh oleh tentara gabungan kerajaan
Aragon dan Castilla (Isabella-Ferdinand). Mereka mengusir orang-orang
Islam untuk keluar dari bumi semenanjung.
Raja
terakhir dinasti Muslim, Abu Abdillah (Boabdil), dikisahkan
meninggalkan Granada dengan air mata berlinang. Ia juga dipaksa untuk
meyerahkan istana Alhambra kepada pihak Kristen-Spanyol. 
Istana
Alhambra didaftarkan oleh Unesco sebagai salah satu warisan dunia. Pada
2008, istana warisan Islam tersebut dikunjungi oleh sekitar 3,1 juta
wisatawan. [iol/L2&atj/www.hidayatullah.com]



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke