http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8745
*Pemilu - PRESIDEN INGATKAN JANGAN TIMBULKAN TRAGEDI PEMILU * *Jakarta* - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono *memperingatkan agar tidak ada pihak yang berniat untuk menimbulkan tragedi pada pelaksanaan Pemilu 2009. Presiden dalam konferensi pers setelah rapat kabinet terbatas membahas kesiapan pemilu di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, mengakui pemerintah mendapatkan ancaman niat atau rencana bahwa ada pihak tertentu yang ingin melakukan kekerasan. "Memang ada juga ancaman kami dapatkan, entah niat, entah rencana, `kami akan lakukan kekerasan`. Kami semua mendengar. Jajaran pemerintah, TNI, Polri, intelijen, juga sudah melakukan antisipasi langkah-langkah seperti itu," tuturnya. Presiden menyampaikan secara tegas bahwa pemerintah mencegah potensi peristiwa kekerasan selama pelaksanaan Pemilu 2009. Negara, lanjut Presiden, wajib untuk menjamin keselamatan warga termasuk keselamatan demokrasi. "Saya mengingatkan jangan menimbulkan tragedi apa pun terhadap demokrasi. Rakyat Indonesia saya kira sepakat dengan saya, tidak ingin terjadi seperti peristiwa Mei 1998," tegasnya. Menurut Presiden, tragesi Mei 1998 merupakan titik gelap dalam sejarah yang sangat merusak reputasi dan perekonomian Indonesia. Selain itu, Presiden berharap agar jangan terjadi kekerasan pascapilkada seperti yang pernah terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Apabila terjadi ketidakpuasan dan keberatan terhadap hasil pemilu, Presiden mengingatkan, saluran yang digunakan adalah melalui proses hukum. Presiden Yudhoyono dalam keterangan persnya menyatakan, sampai Selasa, dua hari menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, keamanan di Indonesia ditingkatkan. "Tentunya gelar dan operasi keamanan akan terus ditingkatkan mulai hari ini, H minus dua, mengawal pada masa-masa yang barangkali bisa terjadi kerawanan, yaitu masa penghitungan suara sampai dengan pengumuman hasil pemilu," jelas Presiden. Setelah mendengar penjelasan dari Menko Polhukam, Presiden menyatakan, kepolisian dan TNI sudah siap menjalankan tugasnya mengawal pemilu agar berjalan tertib dan lancar. Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

