Di Malaysia, Iran, dan Arab Saudi juga ada pengidap HIV. Tiga negara 
itu secara resmi menyatakan bukan negara sekuler. Cara penularan HIV 
dan Hepatitis B dan C persis sama, tetapi kita tidak pernah mengatakan 
bahwa Hepatitis B dan C menyebar akibat perilaku seks bebas atau 
dikaitkan dengan sekularisme.
Salam
KM


----Original Message----
From: [email protected]
Date: 08/04/2009 15:02 
To: <[email protected]>
Subj: [ppiindia] Paham Sekularisme Ikut Andil Penyebaran AIDS

he..he..jaman semakin maju (kata mereka) tp sayang manusianya makin 
primitip. Doeloe, mereka msh py malu, tp skrng mereka malah bangga 
misalnya ktika jln2 tdk ditemani muhrimnya, memakai pakaian compang-
camping mirip gembel shingga auratnya pun tampak jelas, ikutan kontes 
kecantikan dll.

manusia jauh dari agama, semakin primitip. itulah produk sekulerism :p


Paham Sekularisme Ikut Andil Penyebaran AIDS


Hidayatullah.com--Sesuai dengan lansiran islamonline.net (6/4), para 
dokter Tunisia menegaskan bahwa semakin sekulernya dan
jauhnya muatan kurikulum pendidikan negeri itu dari Islam, memiliki
saham dalam penyebaran panyakit AIDS di antara penduduk Tunisia.
Dalam sebuah seminar yang bertajuk ”Virus Perusak Ketahanan Tubuh: 
Problematika Antisipasi dan Partisipasi”, para dokter menyeru untuk 
melakukan konsentrasi terhadap ajaran agama
dan etika masyarakat yang melarang praktik perzinaan serta menyeru
kepada moral, untuk menghindarkan para remaja agar tidak tertular 
AIDS.
Dr.
Faruq bin Manshur, pakar dalam masalah kesehatan reproduksi menyatakan
bahwa salah satu faktor terbesar penyebaran virus HIV adalah adanya
prektik seksual bebas serta narkoba.
Menurut
angka statistik resmi, hingga kini sudah 1009 warga Tunisia yang
menderita AIDS, dan setiap tahun ada 50 hingga 60 penderita baru. Akan
tetapi menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita sudah
mencapai 4 kali lipat dari angka statistik resmi, yakni sudah 3700
orang yang terjangkit virus HIV di negeri itu.
Mengenai
hubungan seksual bebas, Dr Faruq mengatakan,”Tunis adalah negara yang
amat membukan diri terhadap kebudayaan asing, dan para remaja sudah
tidak mampu memisahkan diri dengan teknologi komunikasi, sehingga
mereka juga amat terbuka terhadap budaya seks bebas.”
”Imigrasi
gelap ke Italia juga ikut menyumbang budaya remaja Tunis dan mereka
memiliki kesempata untuk mengkonsumsi narkobam,” imbuhnya.
Sedangkan
Dr. Ziyad Ad Dulatili menyebutkan bahwa faktor terbesar atas 
penyebaran
virus HIV di masyarakat Muslim adalah penghilangan secara sengaja
pendidikan Islami dalam kurikulum diktat pendidikan, serta pelemahan
terhadap kesadaran para remaja akan agama mereka.
Dr.
Ziyad menyebutkan bahwa sejak tahun 90-an terungkap adanya usah-usaha
untuk menciptakan sebuah generasi yang tidak sadar akan budaya Arab 
dan
Islam, hingga yang tercipta adalah remaja yang tidak memiliki prinsip,
dan menerima pakaian, perkatan serta prilaku yang rusak.
Menuru
sensus resmi, di tunis, pendarita AIDS antara laki-laki dan perempuan
berbanding 3:1. Faktor penyebab penyebaran peling tinggi adalah
hubungan bebas di luar nikah (35%), selanjutnya adalah konsumsi 
narkoba
(6,29%), lalu penularan ibu kepada bayinya (5%), dan yang tidak
diketahui penyebabnya (26,4%). [tho/Iol/www.hidayatullah.com]



      

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke