He..he.. Sayang sekali apabila perkataan orang laen diserap tanpa dipikir & dianalisa terlebih dahulu. Terlebih bagi ahli fiqih & ahli hadist 5 madzab sekaliber imam dimas :p Hasil pemilu 2009, menghasilkan fenomena membengkaknya suara partai yg sedang berkuasa, democrat, hampir di SEMUA PROVINSI di Indonesia termasuk di DKI jakarta. Akibatnya, suara democrat melonjak kira2 300% dari pemilu sblmnya. (tolong deh Tanya MR KPU hehe..) Mengapa suara democrat membengkak demikian besar hingga membuat partai besar yg memiliki instrument partai hingga ke ranting2 macam PDIP & GOLKAR menjadi KEOK? Hayoo knp? He..he.. Jika partai besar pemenang pemilu 2004 saja tdk berdaya, digilas oleh suara democrat, bagaimana nasib partai ‘sekelas’ PKS? Secara nasional, suara Demokrat naik hampir 300%, dari 7.54% menjadi 20-21%., PDIP & Golkar yg merupakan pemenang pemilu 2004 melorot tajam, dari sekitar 20-21% menjadi 14% saja. PKB yg berada di posisi ke-3 secara nasional, turun tajam dari 10.5% menjadi 5.1%. PPP turun dari 8.15% menjadi 5.6%. PKS pd pemilu 2004 brada di posisi ke-6 meraih suara 7.34%, menurut hasil sementara saat ini berada pd kisaran 8%. Di posisi ke-4. PAN stabil dikisaran 6% tp naik peringkatnya dari 7 menjadi 5. Jadi, butuh penelitian & bukti2 akurat yg lebih cerdas lg utk mendukung argument bahwa korupsi, asusila & poligami membuat PKS terjengkang di DKI Jakarta ataupun secara nasional. Lalu...partai manakah yg sedang mendapat sangsi moral? He..he..
pertanyaan khusus buat imam dimas, PDIP keok apakah krn mereka menolak UU pornografi? (duo penolak UU pornografi lainnya yakni PDS sementara turun dari 2.13% menjadi 1.19%) lain kali, pake data ye he..he biar kliatan pinternye mas ________________________________ From: masdimas62 <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, April 10, 2009 1:38:56 PM Subject: [ppiindia] PKS keok imbas poligami Jakarta - Raupan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DKI Jakarta menurun. Penurunan suara partai dakwah ini diprediksi karena isu poligami, korupsi, dan asusila yang menerpa kadernya. "Ini dampak isu korupsi, asusila, dan poligami. Masyarakat gara-gara itu langsung menyerapnya, " ujar Direktur Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid ketika dihubungi detikcom, Jumat (10/5/2009). Hasil quick count yang dilakukan Puskaptis menempatkan Partai Demokrat (PD) sebagai pemenang di DKI dengan 31, 89 persen. PKS hanya di posisi ketiga dengan 13,12 persen, bahkan disalip PDIP di posisi kedua dengan 15,89 persen. "Hasil ini sanksi moral bagi PKS," imbuh Husin. Husin juga menilai, upaya PKS untuk mencitrakan diri sebagai partai terbuka lewat sejumlah iklan, tidak berjalan efektif. PKS, lanjut Husin, masih terkesan eksklusif dan belum bisa melepaskan "image" partai dakwahnya. "Masyarakat melihat mereka masih sebagai partai dakwah," pungkasnya. ( Rez / iy ) [Non-text portions of this message have been removed]

