http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1531/Default.aspx


KAWAH CANDRADIMUKA KOBANGDIKAL KEMBALI GODOK RATUSAN CALON TAMTAMA

Kembali Kawah Candradimuka Prajurit Matra Laut menggodok ratusan calon Tamtama. 
Sebanyak 584 orang calon tamtama angkatan ke-29 mulai memasuki masa pendidikan 
pertama yang dibuka secara langsung Dankobangdikal Laksda TNI Sumartono di 
Lapangan Marshaling, Puslatdiksarmil, Juanda, Senin (13/4).
 
Dalam amanatnya Dankobangdikal Laksamana Muda TNI Sumartono mengungkapkan rasa 
bangganya melihat semangat generasi muda untuk mengabdikan dirinya lewat jalur 
TNI.  “ Saya bangga atas pilihan kalian untuk bergabung dengan prajurit matra 
laut. Pilihan tersebut sungguh tepat, karena sebagai negara kepulauan yang 2/3 
luas wilayahnya adalah lautan, memerlukan angkatan laut yang besar, kuat dan 
profesional,” ujarnya.
 
Disinggung mengenai lama pendidikan yang akan ditempuh, Laksamana bintang dua 
ini- menjelaskan dengan gamblang. Menurutnya, Pendidikan secara keseluruhan 
akan berlangsung 9,5 – 11,5 bulan tergantung kejuruan yang ditempuh. Untuk 
tahap pertama, lanjutnya, seluruh calon prajurit akan digembleng dalam 
pendidikan yang super ketat dan sangat melelahkan. Tahap pertama ini disebut 
“kawah Candradimuka”, artinya tahap penggodokan untuk masa peralihan dari sikap 
seorang sipil dirubah menjadi sejatinya seorang militer.
 
Usai tahap Candradimuka, akan dilanjutkan dengan dua bulan masa pendidikan 
dasar golongan yang lokasinya masih sama di Puslatdiksarmil. Usai pendidikan 
lima bulan, ratusan prajurit ini akan dilantik dan diambil sumpahnya menjadi 
prajurit TNI AL dengan pangkat Kelasi Dua bagi pelaut dan prajurit dua bagi 
Marinir. Setelah dilantik, prajurit muda tersebut akan disebar ke pusdik-pusdik 
yang ada dilingkungan Kobagdikal untuk melaksanakan Pendidikan Dasar Golongan 
Lanjutan (Diksargolan) yang lamanya bervariasi antara 4,5 hingga 6,5 bulan.
 
Pendidikan dasar keprajuritan merupakan dasar pendidikan untuk membentuk pola 
pikir, sikap dan pola tindak sebgai seorang prajurit matra laut. Penggemblengan 
fisik dalam pendidikan militer, bertujuan untuk menciptakan sikap mental 
seorang prajurit yang tanggap, tanggon dan trengginas. Tanggap berarti harus 
mampu tampil dan mahir pada tugasnya yang diimbangi dengan kemampuan dan 
intelegensi yang memadai. Tanggon berarti bermental dan bermoral tinggi serta 
ditugaskan diberbagai medan baik di laut maupun di pendirat. Sedangkan 
trengginas, berarti memiliki jasmanidan rohani yang prima sehingga mampu 
melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan tangkas.
 
Dalam kesempatan tersebut, hadir Danpuspenerbal Laksma TNI Rudy Hendro Satmoko, 
Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir Arief Suherman, Dankodikopsla Laksma TNI 
Ade Sopandi, SE., seluruh Direktur Kobangdikal, para Komandan Pusdik dan 
undangan lainnya.  (Pen Kobangdikal)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke