http://www.antara.co.id/arc/2009/4/15/wika-targetkan-kontrak-tahun-2009-rp17-2-triliun/
15/04/09 01:08
Wika Targetkan Kontrak Tahun 2009 Rp17,2 Triliun
Jakarta (ANTARA News) - PT.Wijaya Karya Tbk mentargetkan meraih kontrak pada
tahun 2009 sebesar Rp17,2 triliun, yang berasal dari kontrak baru Rp9,4
triliun, ditambah kelanjutan kontrak tahun 2008 Rp 7,8 triliun.
"Sampai akhir Maret 2009 kami mendapat kontrak baru Rp2,7 triliun, sehingga
kontrak yang dihadapi Rp10,5 triliun, naik dibanding tahun lalu Rp7,6 triliun,"
kata Direktur Utama Wika, Bintang Perbowo di Jakarta, Selasa.
Bintang mengatakan, kontrak baru Wika berasal dari pemerintah 16 persen, BUMN
41 persen, swasta 40 persen, serta luar negeri 3 persen.
Sementara ini kontrak swasta masih dibatasi menyesuaikan dengan iklim ekonomi.
Bintang juga menambahkan, kontrak baru yang diraih berasal dari sumbangan Wika
Beton untuk pembangunan PLTU Tanjung Priok Rp300 miliar, Wika Gedung Rp100
miliar, serta anak-anak perusahaan Rp35 miliar.
Kemudian dari induk usaha berhasil dari menangnya perusahaan untuk pengadaan
batu bara 520.000 metrik ton per tahun, selama lima tahun kepada PLN dengan
nilai kontrak Rp1,9 triliun.
Perusahaan tahun ini juga memasukkan pembangunan Tol Surabaya - Mojokerto ke
dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2009 yang semula belum
ada kepastian.
Pembangunan jalan tol kembali dilanjutkan setelah ada kepastian pemegang saham
yang menempatkan Wika sebesar 20 persen, Jasa Marga 55 persen, sedangkan
sisanya 25 persen pemegang saham lama, jelasnya.
Menurut Bintang yang didampingi Direktur Keuangan Ganda Kusuma dan Direktur
Operasi Slamet Maryono, ke depan Wika akan menggarap sejumlah proyek pembangkit
listrik mulai dari harga Rp120 miliar di Cibatu sampai dengan Rp1,2 sampai 1,4
triliun di Kalimantan Selatan, termasuk pembangkit panas bumi (PLTP) Geotermal
Tampomas.
Sedangkan proyek yang ditangani diantaranya Dam Tambesi Rp214 miliar, Pusat
Olahraga Senggigi Rp119 miliar, SMA Pintar Kuala Senggigi Rp66 miliar, The
Adiwangsa Rp59 miliar, Paragon City Semarang Rp70 miliar, dan Tol East West
Motorway Aljazair Rp284 miliar.
Sedangkan Wika Intrade sebagai produsen tabung gas berhasil meningkatkan
kapasitas produksi dari semula 1,5 juta tabung menjadi 9,2 juta tabung tahun
2009, dengan kapasitas 32.000 per hari.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]