Bikin takut tikus
----- Original Message ----- From: Sandy Dwiyono To: [email protected] ; [email protected] ; [email protected] Sent: Wednesday, April 15, 2009 3:28 PM Subject: [SPAM] [nasional-list] Kekekuatan Angkatan Udara: "Instrumen Bargaining Power" Tambah pesawat tempur, tambah kapal selam, tambah rudal, tambah kapal perang, tambah artileri ------------------------------------------------------------------------------------------------------ http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=5759 Kekekuatan Angkatan Udara: "Instrumen Bargaining Power" Pentak Lanud Iwj, 4/15/2009 *Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, S.Sos menyematkan Tanda Kehormatan kepada perwakilan anggota (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi). TNI Angkatan Udara harus terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu instrumen ”bargaining power” yang penting untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar negara. Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, S.Sos pada upacara peringatan Hari Jadi ke-63 TNI Angkatan Udara di lapangan Dirgantara Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (15/4), dihadiri seluruh pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub serta pejabat sipil, TNI/Polri wilayah Madiun. Dikatakan, disadari bersama bahwa untuk membangun kekuatan angkatan udara yang modern, kuat dan disegani, diperlukan dukungan kemampuan anggaran negara yang cukup besar. Oleh karenanya kebijakan mewujudkan minimum essential force, merupakan kebijakan tepat untuk menjawab kondisi kemampuan dukungan anggaran negara saat ini dan diharapkan melalui renstra 5 tahunan, TNI AU mampu mewujudkan kekuatan tersebut secara bertahap. Kehadiran berbagai pesawat tempur generasi ke IV dan V dijajaran TNI AU merupakan upaya nyata secara bertahap menuju minimum essential force dalam rangka menjaga, melindungi dan menegakkan kedaulatan wilayah dirgantara nasional, dari segala bentuk ancaman dan kerawanan, lanjutnya. ”Untuk itu, pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara, hendaknya diarahkan untuk mewujudkan kesiapan operasional yang serasi antara kemampuan inti, kemampuan pengganda dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan kekuatan”, tegas Panglima TNI. Dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-63 TNI AU yang berlangsung sederhana tersebut juga dianugerahkan Tanda Kehormatan berupa Bintang Swa Bhuwana Nararya dari Presiden Republik Indonesia untuk prajurit yang telah bertugas selama 24 tahun terus menerus tanpa cacat serta Satya Lencana Kestiaan 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun. Usai upacara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai lomba dan pemotongan tumpeng oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, S.Sos yang didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Badan Koordinasi Cabang Madiun Ny. Bambang Samoedro. [Non-text portions of this message have been removed]

