Maaf ya,
Sebagai orang IT, menurut saya human error atau pun computer error karena data 
yang masuk sampah (GIGO-garbage in garbage out) atau salah scan bisa saja 
terjadi. Kalau niatnya curang, tidak mungkin sampai "tidak masuk akal" seperti 
itu.

Kalau pun ada yang tidak beres, menurut saya adalah masalah DPT di mana 
kelihatannya banyak orang yang kehilangan hak pilih. Sebagai contoh ipar saya 
dan istri kehilangan hak pilih, tapi anaknya yang umur 10 tahun justru dapat 
panggilan. Teman saya juga begitu padahal pemilu 2004 mereka bisa memilih. 
Hamzah Haz juga mengakui 50% keluarganya kehilangan hak pilih. Begitu pula 
ketua parpol PPRN.

Bagaimana jika betul ada kecurangan?

Solusinya?
1. Sudahlah yang kalah ngalah saja seperti di Jatim
2. Pemilu Ulang. Rakyat pasti malas dan protes sudah capek2 milih kok harus 
milih lagi?
3. Diskualifikasi peserta yang curang.

Silahkan pilih yang anda suka.

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]





Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
http://agusnizami.wordpress.com

--- Pada Rab, 15/4/09, IrwanK <[email protected]> menulis:

Dari: IrwanK <[email protected]>
Topik: [ppiindia] Re: TEKNOLOGI INFORMASI: Tabulasi Kacau, Caleg Demokrat Raih 
111 Juta  Suara
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Rabu, 15 April, 2009, 11:04 PM











    
            
            


      
      Dear All,



- Ada yang mendapat 111 juta suara padahal baru 7 juta-an data masuk.

- ICR yang digunakan KPU rawan kesalahan & manipulasi(? )..

  Kabar yang saya terima, sistem tersebut belum divalidasi oleh lembaga

  Independen(? ), namun dipaksakan KPU (atau ada tekanan/permintaan

  pihak lain?) untuk digunakan dalam pemilu 09.

- Kawat berduri dipasang sebagai perlindungan dari demo/unjuk rasa

   ketidakpuasan terhadap kerja KPU..

- Perlu/harus ada pemungutan suara ulang di ratusan (lebih?) TPS akibat

  kertas suara tertukar (bisa ya tertukar :-p)..



CMIIW..



-- 

Wassalam,



Irwan.K

"Better team works could lead us to better results"



---------- Pesan terusan ----------

Dari:

Tanggal: 16 April 2009 12:56

Subjek: TEKNOLOGI INFORMASI: Tabulasi Kacau, Caleg Demokrat Raih 111 Juta

Suara



Refleksi : Kacau bukan aneh bin ajaib menlainkan kebiasaan yang berlaku.



http://www.lampungp ost.com/cetak/ berita.php? id=2009041606242 612



Kamis, 16 April 2009



TEKNOLOGI INFORMASI: Tabulasi Kacau, Caleg Demokrat Raih 111 Juta Suara



PERKETAT PENGAMANAN. Petugas bersiaga di depan Gedung KPU yang telah

dipagari kawat berduri di Jakarta, Rabu (15-4). Pemasangan kawat berduri

tersebut mengantisipasi gangguan dan ancaman setelah pelaksanaan Pemilu

Legislatif 9 April lalu.

(LAMPUNG POST/SUSANTO)



JAKARTA (Lampost): Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) secara elekronik makin

kacau menampilkan hasil pemungutan suara 9 April. Calon legislator dari

Partai Demokrat (PD) nomor urut satu daerah pemilihan Sulawesi Selatan II

Mohammad Jafar Hafsah memperoleh suara 111.226.214. Padahal, saat itu suara

yang masuk baru mencapai 7,88 juta suara.



"Saya tak percaya tabulasi ini. Apa iya ada caleg mendapat suara 111 juta,

jumlah pemilih yang memberikan suara saja mungkin tak sampai segitu," kata

Ketua Komisi II DPR membidangi pemerintahan E.E. Mangindaan yang datang

bersama sejumlah anggota Komisi Pemerintahan DPR untuk memantau pelaksanaan

tabulasi nasional, kemarin.



Mangindaan menilai terjadi kesalahan dalam tabulasi nasional. Ia meminta

Komisi Pemilihan segera memperbaiki kesalahan tersebut untuk menjaga

kepercayaan masyarakat terhadap tabulasi nasional.



Pakar teknologi informasi dari Institut Teknologi Bandung Dedi Syafwan

menilai sistem intelligent character recognition (ICR) yang digunakan KPU

rawan manipulasi. Menurut Syafwan, desain sistem pengolahan data suara yang

berbasis kabupaten/kota juga menyebabkan kelambanan. Formulir C1 IT yang

diadakan KPU harus disampaikan dari kelompok penyelenggara pemungutan suara

(KPPS) atau tingkat tempat pemungutan suara ke panitia pemilihan kecamatan

(PPK) kemudian ke KPU kabupaten/kota. Akibatnya, terjadi penumpukan

pemindaian formulir C1 IT. Kelambanan ini juga diakui KPU akibat pemindai

(scanner) yang tidak terintegrasi dengan peranti lunak ICR. Sejatinya,

peranti lunak ICR memang berfungsi mengonversi tulisan tangan yang tertera

pada formulir C1-IT menjadi data digital. Namun, ternyata tidak semua

pemindai yang digunakan terintegrasi dengan peranti lunak ICR. Akibatnya,

waktu yang dibutuhkan ICR untuk membaca data menjadi lebih lama. Ditambah

lagi proses validasi yang dilakukan operator untuk membetulkan data yang

salah terbaca.



Selain peranti lunak yang tidak standar, KPU juga mendapati penggunaan

kertas formulir C1-IT dengan massa kurang dari 70 gram. Akibatnya, pembacaan

data yang tertera pada formulir dengan ICR menjadi terganggu. Padahal,

spesifikasi kertas formulir C1-IT telah ditetapkan bermassa 70 gram.



Pemungutan Suara Ulang



Di tempat terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan

pemungutan suara ulang di 254 daerah pemilihan. Itu terkait masalah surat

suara tertukar yang sempat digunakan kelompok penyelenggara pemungutan suara

(KPPS) pada pemungutan suara pada 9 April lalu. "Ada 254 daerah yang surat

suaranya tertukar," kata anggota Bawaslu Agustiani Tio Friedelina Sitorus di

Jakarta, kemarin.



Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, surat suara tertukar di sejumlah tempat

pemungutan suara (TPS) di tiga kecamatan. "Jika pemilu ulang tidak

dilakukan, banyak warga yang kehilangan hak politik," ujar Ketua Panwaslu

Kabupaten Bandung Enjang Surachman. Panwaslu setempat telah melayangkan

surat kepada KPU setempat untuk menggelar pemungutan suara ulang.



Demikian pula di Jawa Tengah, caleg dapil I Sumatera Utara (Sumut) dari

PDI-P Panda Nababan, bisa unggul telak di sebuah TPS di Banyumas, Jawa

Tengah. Hal ini terjadi akibat tertukarnya surat suara saat hari

pencontengan. n MI/U-2



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo..com/pingbox/

Kirim email ke