From: [email protected]
Date: Fri, 17 Apr 2009 16:12:52 +0700
Subject: [ppiindia] Kata Dalam Perkataan




















    
            
            


      
      erkataan adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan kita. Jika tidak

ada kata-kata, kita akan kehilangan banyak hal dalam hidup ini. Bagaimana

kita akan bermain bola dengan membisu ? Bagaimana jika tak seorangpun

bersorak, dan tak seorang pun memberi tahu posisi pemain itu ? Ini akan

menciptakan banyak masalah, bukan ?



Dalam hidup pasti kita akan selalu membuat sebuah perkataan dan merangkai

kata menjadi sebuah perkataan yang tersalur dalam lisan dan tulisan kita.

Kekuatan kata terutama dibentuk oleh muatan pikiran yang dkandungnya serta

kadar emosi yang menyertai kata itu saat ia lepas dari mulut atau pena.

Pikiran-pikiran yang kuat tersusun secara sistematis dalam logika, terbangun

dari kerangka referensi yang luas, solid, integral, dan terekam secara jelas

- sejelas matahari dalam benak -, sudah pasti akan menemukan bentuk-bentuk

ungkapan-nya sendiri yang unik dan mempesona saat ia meluncur dalam ucapan

atau mengalir dalam tulisan.



Perkataan Dan Kata Yang Hidup Dan Berhasil Terhadap Impian Anda, Perkataan

anda dapat membangun atau meruntuhkan impian anda. Perkataan negatif, yang

melemahkan, tidak berpengharapan akan memimpin pada situasi negatif,

melemahkan dan tidak berpengharapan. Perkataan positif, yang membangun,

membesarkan hati akan memimpin pada  dukacita dan damai sejahtera dan hasil

positif. Ketika kita berjalan menuju penggenapan rencana, kita harus

mengucapkan kata- kata yang hidup dan berhasil untuk hidup kita.



Perkataaan adalah penting dalam banyak cara lain juga. Perkataan dapat

menolong kita merasa senang atau sedih tentang diri kita sendiri. Bagaimana

perasaan kita jika seseorang mengatakan bahwa Andalah Orang yang terhebat di

dunia Sebaliknya, bagaimana perasaannmu jika Anda diolok-olok karena Anda

paling bodoh sedunia, Kata-kata yang diucapkan tentang diri anda, baik

ataupun buruk, pasti mempengaruhi perasaan kita.Orang yang sangat bijaksana

tahu pentingnya memilih kata-kata yang tepat. Ia menulis beberapa kali

tentang kerugian yang disebabkan oleh kata-kata yang diucapkan dengan

sembrono.



Itulah sebabnya, kata merupakan salah satu indikator yang paling akurat

untuk mengukur kadar keluasan wawasan dan kedalaman pengetahuan seseorang di

satu sisi dan di sisi yang lain, warna dan jenis kepribadiannya. Kata yang

tertulis mungkin lebih banyak menunjukkan wawasan dan pengetahuan seseorang

dibanding warna dan jenis kepribadiannya. Tetapi, kata yang terucap dapat

menunjukkan wawasan dan pengetahuan serta kepribadian seseorang sekaligus.

Pidato seorang tokoh sejarah, dengan begitu, lebih dapat menggambarkan

wawasan, pengetahuan, dan kepribadiannya.



Kata-kata yang baik sangat berharga, dan tidak mahal.Perkataan yang

menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati Kata-kata dapat

menyakiti. Kata-kata yang salah dan negatif dapat melukai kadang-kadang

dengan sangat dalam. Namun kata-kata juga dapat membangun harga diri,

menciptakan persahabatan, memberikan harapan, membangkitkan semangat.

Kata-kata juga dapat menyembuhkan dan mendorong prestasi.kita hidup bukan

berdasarkan kebenaran tentang diri kita sendiri, tetapi berdasarkan

asumsi-asumsi yang ditempelkan lingkungan kita.perlu kita ketahui, setiap

satu perkataan negatif, diperlukan lima perkataan positif untuk meredamnya,

dan Sebuah kata yang mengandung dusta tidak akan tahan lama,



Jagalah apa yang Anda katakan hari ini! Kata-kata Anda dapat menghasilkan



"Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang

ada dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah

mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas (qaulan

balighah) pada jiwanya." (An-Nisaa 141: 63).



17 April 2009

erwin arianto

Http://erwin-arianto.blogspot.com



-- 

Best Regard

Erwin Arianto,SE

エルイン アリアント (内部監査事務局)

-------------------------------------

SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY



[Non-text portions of this message have been removed]





 

    Dalam
satu ayat, Allah memberitahu kepada kita, “Tidak aku jadikan jin dan
manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.” Tetapi pada ayat yang
lain, Allah menegaskan bahwa manusia ini adalah khalifah, sepertimana
firmanNya: “Sesungguhnya Aku ingin jadikan khalifah di muka bumi.”
Sekali pandang, seperti ada dua penyataan yang berbeda. Satu, Allah
mahukan manusia menjadi hambaNya yang tidak lain hanya beribadah
kepadaNya. Kemudian, Allah sebut manusia ini adalah khalifah. Apa itu
khalifah? Khalifah itu adalah pengganti. Bermaksud, manusia ini adalah
pengganti Tuhan di muka bumi. Atau dalam artikata lain, khalifah ini
adalah wakil Tuhan yang mengatur, menyusun makhluk, harta benda dan
khazanah bumi Tuhan.

Sebenarnya tidak ada apa-apa perbedaan pada segi
tuntutan dalam dua ayat ini. Tinggal lagi relevansinya kemana saja. Dua
ayat tersebut sebenarnya lazim melazimi atau lengkap-melengkapi.
Pertama, Allah mau manusia menguatkan hubungan denganNya. Menjadi hamba
yang dekat denganNya dan senantiasa dalam keadaan beribadah. Itu
tuntutan pertama. Tuntutan kedua itu pula adalah sebagai khalifah.
Tuntutan kedua tidak bisa dilaksanakan jika tidak selesai tuntutan
pertama. Tuntutan kedua tidak boleh dikerjakan tanpa dimulai dengan
tuntutan yang pertama.

Sebagai khalifah, manusia ini adalah
wakil Tuhan. Wakil Tuhan harus benar-benar kenal dan cinta kepada
Tuhan. Harus benar-benar menghayati zat, sifat dan peranan Tuhan. Tanpa
ini semua, mana mungkin manusia dapat menjadi wakil Tuhan. Mana mungkin
manusia dapat memanage manusia lain, juga harta benda dan khazanah
bumi. Kalaulah diibaratkan kita ini duta atau wakil kepada seseorang,
hubungan kita dengan orang itu harus benara-benar mesra dan kuat. Kita
harus selalu contact. Malah harus paham sifat dan tugas orang yang kita
wakili sebelum kita benar-benar mampu berperanan sebagai wakil orang
tersebut. Begitulah juga kita dengan Tuhan. Tidak mungkin kita bisa
selesaikan tugas sebagai khalifah selagi kita tidak selesaikan tugas
sebagai hamba Tuhan.

Oleh
itu, tidak semudah yang disangka untuk menjadi khalifah. Malah,
khalifah haruslah benar-benar berperanan sebagai hamba Tuhan. Barulah
khalifah itu layak menjadi khalifah. Kalaulah masalah ini dapat
dipahami oleh kita semua, tidak banyaklah orang yang mau berebut
menjadi pemimpin. Mereka takut untuk memimpin sebab merasa diri tidak
layak. Mereka merasakan hubungan mereka sebagai hamba Tuhan belum
selesai dan tidak sempurna. Mereka merasakan mereka belum benar-benar
memahami Tuhan untuk jadi wakil Tuhan mentgatur kepunyaan Tuhan di muka
bumi ini.

Sekian.

        


        
        
_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke