http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006122307

KE DEPAN, TNI SEMAKIN KUAT, MODERN DAN PROFESIONAL
17 Apr 2009

KORMAR (17/4),- Dari hasil evaluasi triwulan pertama program kerja TNI tahun 
2009 yang dilakukan secara terus-menerus dan transparan diketahui pencapaiaan 
sasaran dan perencanaan yang telah dilaksanakan sebagai dasar program kerja 
pada triwulan kedua guna mengoptimalkan kinerja program triwulan kedua ke depan.

Demikian kutipan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, yang dibacakan 
Kasetum Kormar Letkol Marinir Agus Sunardi di depan para prajurit Marinir dan 
PNS pada pelaksanaan Upacara Bendera Tujuhbelasan di Markas Komando Korps 
Marinir, jalan Prapatan No. 40 Jakarta Pusat, Jumat (17/4).

Dengan demikian, kita dapat mengantisipasi, sekaligus memfasilitasi diri 
sebaik-baiknya terhadap dinamisasi dan kontinuitas program kerja TNI agar dapat 
terus berjalan sesuai rencana strategis TNI, agar Ke depan TNI akan semakin 
kuat, modern dan profesional.

Panglima juga mengingatkan, kita semua agar memetik hikmah dan pelajaran 
berharga dari peristiwa jatuhnya pesawat Fokker F-27/A-2703 6 April lalu, 
menjadi catatan musibah terakhir bagi kita semua. ”Dengan rasa prihatin, sedih, 
haru dan bela sungkawa mendalam, marilah kita bersama-sama mengheningkan cipta 
sejenak seraya berdoa, semoga arwah, amal saleh dan pengabdiannya para almarhum 
selama ini diterima Allah SWT , serta melimpahkan kekuatan iman, ketabahan dan 
keikhlasan terhadap keluarga serta sanak saudara yang ditinggalkan”.

”Kita tidak boleh lengah dan over confidence, namun harus tetap mengacu kepada 
prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan, kecermatan dan kehatian-kehatian 
dalam setiap pelaksanaan tugas”. Panglima berharap, peran serta seluruh 
prajurit TNI dengan segala disiplin, dedikasi dan loyalitas dalam mengamankan 
dan menyuseskan Pemilu Presiden 2009 yang akan datang.

”Hasil pelaksanaan Pemilu Legislatif beberapa waktu lalu, kita saksikan bersama 
masih menyisakan beberapa persoalan yang menimbulkan rasa ketidak puasan bagi 
sebagian kontestan Pemilu dan masyarakat Indonesia”.

Masalah-masalah yang mengemuka, antara lain: persoalan DPT yang tidak akurat, 
sehingga banyak warga negara yang berhak ikut Pemilu tetapi tidak bisa ikut 
Pemilu, tertukarnya surat suara yang mengakibatkan Pemilu tertuda dan terpaksa 
diulang, lambatnya hasil perhitungan KPU, serta klaim dari beberapa peserta 
Pemilu yang menyatakan adanya kecurangan. Semua temuan yang disampaikan 
masyarakat maupun kontestan Pemilu adalah permasalahan hukum yang seyogyanya 
dapat diselesaikan melalui jalur hukum sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat diselesaikan dengan arif dan 
bermartabat.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke