http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/16/19170252/awas.tato.dan.tindik.tularkan.hepatitis

*Awas, Tato dan Tindik Tularkan Hepatitis!*


Kamis, 16 April 2009 | 19:17 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com* — Tato dan tindik makin digemari kaum muda di Tanah
Air. Padahal, hal itu merupakan salah satu cara penularan virus hepatitis.
Karena itu, kaum muda diimbau berhati-hati bila ingin menato dan menindik
anggota badannya.

Menurut *Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Unggul Budihusodo*,
Selasa (14/4), saat dihubungi di Jakarta, mereka yang ditindik atau ditato
berisiko tinggi tertular virus hepatitis.

Kondisi ini disebabkan tato dan tindik kebanyakan menggunakan alat yang
tidak steril atau dipakai secara bergantian. Bila seseorang ditato atau
ditindik dengan alat yang tercemar virus hepatitis, ia rentan terinfeksi
virus itu. ”Hepatitis menular lewat darah dan cairan tubuh manusia,”
ujarnya.

Selain tato dan tindik dengan alat yang tercemar virus, hepatitis bisa
menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita hepatitis,
transfusi darah, dan suntikan. Pada hepatitis A, penularan bisa melalui
makanan yang tercemar virus itu.

”Mereka yang juga berisiko tinggi terinfeksi di antaranya pengguna narkoba
suntik, penerima transfusi darah, dan pekerja kesehatan,” kata Unggul. Bayi
baru lahir juga berisiko terinfeksi dari ibu penderita hepatitis.

Karena itu, infeksi hepatitis diperkirakan makin meningkat seiring makin
banyak orang yang ditato, ditindik, maupun berbagi jarum suntik di kalangan
pengguna narkoba. ”Lebih dari 80 persen pengguna narkoba suntik tertular
hepatitis,” kata Unggul.

Perkembangan penyakit itu juga dipengaruhi riwayat hepatitis secara kronis
di dalam keluarga, pemakaian alkohol berlebihan, dan perlemakan hati.
”Karena itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol pada penderita harus dihentikan,”
ujarnya.

Menahun

Hepatitis adalah infeksi hati oleh virus hepatitis. Beberapa jenis hepatitis
yang banyak dijumpai adalah hepatitis A, B, dan C. Di Indonesia, 2-4 persen
dari total jumlah penduduk menderita hepatitis C atau 4-8 juta orang. Angka
kasus hepatitis B 5-10 persen dari jumlah penduduk.

Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Departemen Kesehatan Ali Sulaiman
menjelaskan, hepatitis A bersifat akut, tidak menjadi kronis, dan bisa
sembuh sempurna. Hanya sekitar 0,5 persen dari penderita yang mengalami
serangan akut hingga berakibat fatal atau membahayakan keselamatan jiwanya.

Hal ini berbeda dengan hepatitis B dan C yang termasuk penyakit hati kronis
atau menahun. Bila tidak diobati dengan baik, penderita bisa mengalami
sirosis hati dalam waktu 15-30 tahun sejak terinfeksi virus hepatitis,
bahkan kanker hati.

Namun, banyak penderita tak tahu kalau terinfeksi hepatitis karena biasanya
tidak ada gejala. Akibatnya pada banyak orang, infeksi bisa jadi kronis atau
menyebabkan gangguan hati secara permanen, bahkan kegagalan hati berupa
sirosis maupun kanker hati.

Infeksi ganda

Selain itu, pasien bisa menderita lebih dari satu jenis hepatitis. Infeksi
ganda beberapa jenis virus hepatitis perlu diwaspadai seiring peningkatan
angka kasus beberapa jenis hepatitis dan penularan HIV.

Dalam wabah hepatitis A di beberapa negara di dunia telah ditemukan kasus
infeksi ganda hepatitis. Di Shanghai, China, misalnya, dari 300.000
penderita, ada sejumlah orang yang mengalami infeksi ganda hepatitis.

Mereka yang berisiko tinggi terkena beberapa jenis virus hepatitis antara
lain pengguna narkoba suntik dan pengidap HIV. Mereka yang terinfeksi
hepatitis sejak usia dini juga berisiko menderita beberapa jenis penyakit
hepatitis bila tak segera ditangani secara medis.

”Persentase untuk jadi berat atau parah kondisinya pada penderita infeksi
ganda hepatitis ini lebih tinggi daripada penderita satu jenis hepatitis,”
ujar Ali. Bila tidak ditangani dengan baik, kondisi itu akan mempercepat
perjalanan penyakit hingga mengalami komplikasi dan kegagalan fungsi hati,
bahkan kematian.

”Bila seseorang menderita infeksi ganda hepatitis, perjalanan penyakit itu
menjadi sirosis maupun kanker hati jadi lebih cepat, yaitu kurang dari 10
tahun sejak menderita infeksi ganda tersebut,” ujar Unggul.

Pasien bisa menderita lebih dari satu penyakit hepatitis secara bersamaan,
baik hepatitis A dan B atau C, maupun hepatitis B dan C. Namun, ada juga
penderita yang terkena satu jenis hepatitis baru diikuti jenis hepatitis
lain yang disebut super-infeksi dan lebih sulit disembuhkan.

”Karena hepatitis A bersifat akut, para dokter biasanya lebih dulu menangani
penyakit itu baru kemudian mengobati jenis hepatitis lain,” kata dia. Gejala
hepatitis A bisa muncul dalam jangka waktu satu bulan sejak terinfeksi
antara lain kuning, sindrom seperti flu.

Untuk mencegah terjadinya infeksi ganda, penderita hepatitis A dan C harus
segera diberi vaksin hepatitis B. Penderita hepatitis B atau C juga
dianjurkan menjalani vaksinasi hepatitis A. Adapun hepatitis C belum
ditemukan vaksinnya. (EVY)



Sumber : Kompas Cetak


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke