Dekan Termuda dalam Sejarah UI
Detik Finance melaporkan terpilihnya Firmanzah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi termuda pada usianya yang genap 33 tahun. Disebutkan kehadiran ekonom-ekonom ataupun tokoh muda ini terasa segar di tengah-tengah tokoh-tokoh yang muncul selama ini terkesan itu-itu saja. Detik finance menurunkan tiga wawancara khusus dengan dekan FEUI ini. Firmansyah adalah penulis buku Mengelola Partai Politik dan Marketing Politik diterbitkan Yayasan Obor Indonesia, karena itu salah satu wawancara detik finance adalah soal marketing politik dan pemilu yang sedang berlangsung saat ini. Lepas dari kemudaannya itu bagi saya pertanyaannya adalah apakah FEUI tetap akan menjadi penjunjung setia ekonomi kapitalistik neo-liberal dan memelihara tata ekonomi yang inkonstitusional (melanggar rambu-rambu konstitusi). Tak usah berpanjang lebar FEUI kerap dikecam sebagai aparatus ideologi atau hegemoni neolib melalui julukan Mafia Barkeleynya. Bahkan Revrisond Baswir yang saya kagumi dalam peluncuran buku Ekonomi Konstitusi : Haluan Baru Kebangkitan Ekonomi Indonesia. (Jakarta 18 Maret 2009) menyebutkan bahwa keberhasilan kolonial adalah pada penguasaan produksi, birokrasi juga state of mind. Ia menegaskan Fakultas Ekonomi pada umumnya adalah pusat pengkaderan AGEN-AGEN KOLONIAL. Selanjutnya http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/dekan-baru-feui-firmanzah-phd-sejenis.html Simak pula kisah Naomi Klein si Penghasut, intelektual petarung gigih penentang kapitalisme neoliberal serta Milton Friedman dan kroni “Chicago School”nya (Mazhab Chicago). Bila dia tinggal di Depok dan jadi WNI pasti Naomi akan tak kenal lelah menghajar habis Mafia Berkeley. Ia adalah penulis buku best seller The Shock Doctrine dan No Logo. http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/naomi-klein-ikonnya-ikon-penulis-shock.html [Non-text portions of this message have been removed]

