http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/22/4230.html

Rabu, 22 April 2009, 12:19:58 WIB

*Peluncuran Gerakan `Aku Cinta Indonesia`
Presiden: Ini Bukan Proteksionisme*

*Presiden SBY dan Ibu Ani, didampingi Ibu Mufidah JK, Plt Menko Perekonomian
dan Mendag, meluncurkan gerakan `Aku Cinta Indonesia`, di JCC, Selasa (22/4)
pagi. (foto: edityawarman/presidensby.info)

*Jakarta*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* meluncurkan gerakan `Aku
Cinta Indonesia` dan logo `100% Cinta Indonesia` saat pembukaan pameran
Jakarta International Handicraft Trade Fair ke-11, Pameran Inacraft 2009 di
Jakarta Convention Center, Selasa (22/4) pagi. Inacraft 2009 merupakan wadah
yang tepat untuk memulai kampanye `Aku Cinta Indonesia` karena di pameran
inilah produk-produk kriya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia tampil.
Bukan saja made in Indonesia, melainkan created in Indonesia.

Presiden SBY menggarisbawahi pentingnya usaha peningkatan daya saing
produk-produk Indonesia. "Yakinkan bahwa produk kita mutunya baik, harganya
bersaing, bahkan tidak kalah dengan produk dari luar negeri," kata Presiden.

Gerakan `Aku Cinta Indonesia`, menurut SBY, bukan gerakan proteksionisme.
"Kalau namanya proteksionisme, kita melakukan hambatan terhadap impor barang
dan jasa, hambatan kuota, dan hambatan-hambatan lain. Gerakan `Aku Cinta
Indonesia` tidak atau bukan gerakan seperti itu. Kita sepakat dalam G-20,
dalam ASEAN Summit, bahwa kita semua mencegah terjadinya gerakan
porteksionisme. Kita ingin international trade and investment tetap moving,
tetap berjalan dengan baik. Oleh karena itu tidak usah khawatir karena ini
bukan proteksionisme, tetapi betul-betul hadir di negeri kita ini, produk
Indonesia yang karena mutunya juga tidak kalah, harganya bersaing dengan
penuh kecintaan, saudara juga bisa mengkonsumsinya," SBY menjelaskan.

Menteri Perdagangan Mari E.Pangestu dalam sambutannya mengatakan perlu
menumbuhkan ation branding Indonesia. Ini merupakan salah satu usaha yang
lebih mengarah ke pembentukan citra Indonesia secara holistik. "Kami
menyadari bahwa untuk mensinergikan industri kreatif dengan tujuan akhir
tercapainya nation branding Indonesia yang memiliki nilai jual di mata
internasional diperlukan upaya dari dalam kita sendiri untuk menghargai
hasil karya anak bangsa. Hal ini harus dimulai dengan menumbuhkan rasa cinta
kita terhadap negeri ini," ujar Mari Pangestu.

Segenap departemen dibawah koordinasi Kementerian Perekonomian, lanjut
Mendag, telah melakukan proses persiapan untuk memulai gerakan tersebut.
Tujuannya meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap produk
Indonesia, yang tidak kalah dengan produk mancanegara.

Oleh karena itu sudah saatnya masyarakat Indonesia mengkampanyekan Gerakan
`Aku Cinta Indonesia` dengan tujuan untuk menggugah rasa bangga terhadap
produk Indonesia. "Mengapa harus merupakan gerakan? Karena kegiatan kampanye
ini harus melibatkan seluruh komponen bangsa," Mari Pangestu menbahkan.

Agar gerakan ini terpadu dan berkelanjutan, telah diciptakan logo `100%
Cinta Indonesia`. Logo ini memiliki makna yang mudah dimengerti oleh
berbagai bangsa dan merupakan petunjuk yang mengingatkan dan menyadarkan
bahwa kita pantas maju sebagai bangsa kreatif. Warna-warni yang ada pada
logo merefleksikan keragaman dan kekayaan sumber daya, budaya, dan
kreativitas bangsa Indonesia. (mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke