http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/04/22/07151337/presiden.percaya.diri.hadapi.krisis.keuangan

*Presiden Percaya Diri Hadapi Krisis Keuangan*

Rabu, 22 April 2009 | 07:15 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com* - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengemukakan,
menghadapi krisis keuangan global yang masih terus berlangsung,*
Indonesia*makin percaya diri dan telah berada di jalur yang benar
untuk mengatasinya.

Pertumbuhan positif yang diperkirakan bisa mencapai 4,8 persen para kuartal
pertama tahun 2009 adalah dasar kepercayaan diri pemerintah.

”Kita makin percaya bahwa pertumbuhan kita untuk kuartal pertama ini tetap
bisa positif, bahkan diperkirakan bisa mencapai 4,6 persen-4,8 persen. Ini
jelas jauh di atas perkiraan pesimis yang dibuat beberapa lembaga,” ujar
Presiden dalam jumpa pers di depan Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/4).

Sebelum jumpa pers, Presiden memanggil dan memimpin rapat yang dihadiri
Menteri Keuangan yang juga Pelaksana Jabatan Menko Bidang Perekonomian Sri
Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala Badan
Pusat Statistik Rusman Heriawan, dan Direktur Utama Perum Bulog Mustafa
Abubakar.

Presiden mengemukakan, di tengah banyaknya tantangan Indonesia, ekonomi
dapat terus dikelola dan terutama inflasi, pertumbuhan, dan hal yang
berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti harga-harga kebutuhan
pokok, dapat ditangani.

”Yang patut kita syukuri, secara umum harga bahan pokok Maret-April ini
menurun. Boleh dikatakan deflasi dan bukan inflasi,” ujarnya.

Selain beras yang turun harganya, dipantau harga minyak goreng naik karena
peningkatan harga di tingkat global dan pergerakan kurs, terutama pada bulan
sebelumnya.

Untuk melakukan stabilisasi harga, corporate social responsibility akan
terus digalakkan dan pajak ekspor akan diberlakukan untuk memastikan harga
minyak dalam negeri lebih terjaga.

”Semua akan kita kelola dengan baik bersama-sama dengan dunia usaha sehingga
membawa manfaat bagi rakyat kita,” ujar Presiden Yudhoyono.

Yang juga dilihat naik harganya adalah gula. Selain karena kurs rupiah yang
melemah pada bulan sebelumnya, saat ini juga bukan musim giling tebu.

Sementara itu, harga daging sapi dan daging ayam ras dalam keadaan stabil
dan relatif turun. ”Terkait dengan itu semua, khusus beras, Dirut Perum
Bulog melaporkan, pengadaan beras dalam negeri berada dalam keadaan yang
cukup aman sampai dengan April. Januari-April, kita memiliki 1,4 juta beras
kalau tren ini berlanjut,” ujarnya.

Sampai akhir 2009, produksi beras nasional diperkirakan 3,8 juta ton. Enam
bulan pertama, perkiraan produksi beras nasional 1,97 juta ton. (INU)


Sumber : Kompas Cetak


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke