http://capresindonesia.wordpress.com
Tak Ada Kartu Pemilih – DPT Pilpres Kacau Lagi?

Di TV dijelaskan bahwa pemilih yang tidak tercantum di DPT bisa lapor ke RT/RW. 
Nah dari mana rakyat tahu mereka tercantum di DPT atau tidak?
Ke Ketua KPPS? 
Memang rakyat setempat tahu Ketua KPPS?

Kalau pun harus mencari tahu di Kelurahan dan harus memeriksa sekitar 4000 nama 
yang tercantum, itu tidak praktis. Boleh dikata 80% masyarakat ogah melakukan 
hal itu.

Jika caranya seperti ini, kelihatannya DPT Pilpres akan sama kacaunya dengan 
DPT Pileg.

Harusnya KPU 2009 mencontoh KPU 2004. Bagusnya lagi diganti dengan KPU 2004 
yang terbukti mampu bekerja dengan baik dengan menyelenggarakan pemilu yang 
jujur dan adil. Ini diakui bahkan oleh parpol-parpol yang tidak masuk 5 besar 
seperti PAN.

Cara kerja KPU 2004 adalah:
1.      Mereka mensensus calon pemilih langsung ke rumah-rumah penduduk
2.      Mereka bagikan kartu pemilih pada calon pemilih
3.      Mereka membeli perangkat komputer dan server sehingga perhitungan suara 
per TPS, per kelurahan, per kecamatan, hingga seluruh Indonesia bisa diketahui.

Pada KPU 2009 hal itu tidak dilakukan. Banyak orang yang tidak termasuk dalam 
DPT meski mereka punya KTP dan sudah memilih pada Pemilu 2004. Sebaliknya, 
banyak anak kecil yang belum punya hak suara mendapat panggilan untuk memilih!

KPU menanggap itu adalah kesalahan Depdagri karena data pemilih diberikan 
Depdagri.

Bahkan komputer pun tidak ada yang beli. Semua peninggalan tahun 2004 hingga 
akhirnya servernya ”ngadat” dan perhitungan suara berjalan lambat. Hingga saat 
ini belum selesai.

Nah agar DPT pada Pilpres tidak sekacau DPT Pileg, ada baiknya KPU 2009 
mengirim Kartu Pemilih pada para calon pemilih. Jika pada tanggal 10 Mei 2009 
para pemilih belum dapat Kartu Pemilih dari RT/RW, berarti mereka belum 
terdaftar dan bisa segera lapor RT/RW agar bisa mendapat Kartu Pemilih.

Kartu Pemilih tidak perlu yang mahal. Cukup kertas HVS folio 80 gram yang 
berisi nama, NIK, alamat, dan nomor TPS, misalnya sebagai berikut:

Nama: Hasan
NIK: 0954.03443.34534
Alamat: Jl Kebemben No. 5, RT/RW 005/02, Menteng, Jakarta Pusat
TPS: 156

Biayanya tidak banyak. Paling cuma Rp 10/kartu (1 halaman folio bisa jadi 10 
kartu ukuran KTP).

Kemudian sebisa mungkin jumlah pemilih per tps dibatasi maksimal 200 orang. Ini 
agar panitia yang menghitung suara tidak terlalu berat tugasnya.

Kemarin mungkin 1 TPS bisa sampai 800 pemilih sehingga jam 4 pagi saja belum 
selesai, sehingga rekap DPD tidak dihitung

Semoga Pilpres 2009 berlangsung lancar, jujur, dan adil. Sehingga siapa pun 
pemenangnya diakui oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk oleh peserta yang 
kalah.

http://www.swarakita-manado.com/v3/index.php/berita-utama/9594-pastikan-nama-anda-masuk-dpt-pilpres-

Pastikan Nama Anda Masuk DPT Pilpres
Senin, 20 April 2009 02:59
E-mail Cetak PDF

KPU Jamin Terdata Tepat Waktu, Kisruh Juga Dijamin Tak Terulang

Sulut—Komisi Pemilihan Umum (KPU) rupanya memberi batas waktu hingga Senin 
(20/4) hari ini kepada warga masya-rakat yang ingin berpartisipasi dalam 
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 namun belum ter-daftar. Data baru tersebut 
akan ditambahkan ke dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilpres 2009 yang akan 
diumumkan melalui kelurahan dan Kelom-pok Penyelenggara Pemungut-an Suara 
(KPPS) di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Program 
Pilpres, maka proses perbaikan DPS Pil-pres hasil tanggapan masyara-kat 
berlangsung tanggal 8-20 April 2009. DPS pilpres tersebut akan diambil dari DPT 
pemilu legislatif yang telah berlang-sung 9 April lalu. Selanjutnya, data 
tersebut akan direkapi-tulasi di tingkat kabupaten/kota dan ditetapkan sebagai 
DPT pilpres pada 25-28 April. Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi DPT di 
tingkat provinsi pada 1-5 Mei dan penetapan DPT di tingkat nasional pada 6-13 
Mei.Karena jadwal sudah ditetapkan dan agar DPT nantinya tidak akan legi 
terjadi kekisruhan sebaagimana yang terjadi di DPT Pemilu legislatif.
Maka pastikanlah kalau nama kita tercatat dan masuk DPT Pilpres.. Melalui Swara 
Kita, Sabtu (18/4) akhir pekan lalu, pun KPU berharap demikian. KPU berharap 
warga pemilih yang belum terdaftar agar sesegera mungin untuk melapor dan 
mendaftar di TPS terdekat dan nama-nama tersebut akan dite-tapkan sebagai 
Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk Pilpres.
“Bagi masyarakat yang belum terdaftar dan tidak mengikuti Pemilu Legislatif 
lalu, agar segera melapor di TPS terdekat untuk ditetapkan sebagai DPSHP untuk 
Pilres, juga bisa melapor di Desa/Kelurahan karena proses pendataan KPU 
berbasis RT/RW dan bisa juga kepada Pala,” ajak personil KPU Sulut Abdul Rivai 
Poli.
Adapun langkah yang diambil KPU untuk memperjelas DPT untuk Pilpres adalah 
dengan cara penempelan stiker di masing masing rumah penduduk yang sudah 
terdaftar. “Dengan penempelan stiker di rumah-rumah penduduk, akan memepermudah 
pihak RT/RW, Pala, PPDP, Hukum Tua/Lurah melihat dan mengontrol masyarakat 
apakah sudah terdaftar atau belum melaui stiker tersebut,”jelasnya.
Dan dalam pemutahiran data ini, Poli mengatakan akan lebih selektif lagi untuk 
mengakomodir secara keseluruhan. “Pokoknya kami akan bekerja secara selektif 
mungkin agar semua masyarakat bisa terakomodir secara keseluruhan,” kata Poli..
Untuk itu, KPU menghimbau semua semua elemen terutama masyarakat agar proaktif 
agar permasalahan DPT ditanggulangi secara bersama untuk suksesnya Pilres 
mendatang. “Kami selaku KPU sangat mengaharapkan semua elemen untuk membantu 
mengenai permaslahan ini danbagi masyarakat agar proaktif untuk mendaftarkan 
diri guna suksesnya Pilpres mendatang,” tukas dia seraya mengatakan saat ini 
proses tersebut sudah berjalan sampi batas waktu yang ditentukan Mei mendatang.
Di satu sisi, KPU juga menjamin dalam pelaksanaan Pilpres mendatang, 
permasalahan DPT dipastikan tidak akan terulang. “Dengan pengalaman Pemilu 
legislatif, kami selaku penyelenggara menjamin hal tersebut tidak akan terulang 
dalam pelaksanaan Pilpres mendatang dimana yang menjadi DPT pada Pemilu 
legislatif lalu, sudah ditetapkan menjadi DPS (Daftar Pemilih Sementara,red) 
untuk Pilpres,” tukas Poli.
Jika KPU Sulut menjamin tidak akan terjadi kekisruhan dan menyelesaikan DPT 
tepat waktu, bagaimana dengan KPU di kabupaten/kota? Di Sitaro misalnya, ketua 
KPU Pricilya Bawole SE menanggapi keluhan masyarakat dan parpol menyangkut 
kisruh DPT agar tidak terjadi pada Pemilu Pilpres mendatang menegaskan dalam 
pendataan yang akan dilakukan pihaknya akan lebih teliti dan selektif di 
lapangan ketika melakukan pendataan, dan dengan terus melakukan koordinasi 
dengan aparat kampung sehingga data yang diambil betul–betul falid. ”Kita juga 
berharap peran serta masyarakat untuk mendatangi instansi pemerintah yang ada 
di kampung/kelurahan, maupun KPU ketika nama mereka tidak masuk di DPS Pilpres 
agar didata kembali,” ujar Bawole seraya mengatakan pihaknya akan meningkatkan 
sosialisasi di lapangan dengan melibatkan PPK, PPS dan KPPS terkait pendataan 
wajib pilih pada Pemilu Pilpres mendatang.
Jaminan juga diutarakan Ketua KPU Minut Jeivi Wijaya STh, dimaan pihaknya 
berjanji akan mengoptimalkan KPPS dan perangkat desa untuk pendataan kembali, 
agar terakomodir dalam DPT Pilpres nanti. “Untuk pemutakhiran data nanti kami 
akan mengarahkan KPPS untuk melakukannya dan juga akan melibatkan para 
perangkat desa, walaupun itu bukan satu keharusan, namun untuk pendataan di 
lapangan mereka lebih banyak tahu tentang warganya, dan kalau ini berjalan 
dengan baik kami rasa tidak ada masalah untuk DPT Pilpres, apalagi masih ada 
waktu untuk mendata kembali mereka yang tidak terakomodir pada Pemilu lalu,” 
terang Wijaya.
Di Minahasa, KPU juga berjanji tepat waktu dengan cara mengoptimalkan kinerja 
PPS dan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP), dalam melakukan pemutahiran 
DPT Pilpres. “Kritikan dan warga tentang DPT Pemilu Legislatif, akan kita 
jadikan pelajaran dalam pemutahiran DPT Pilpres ini,” tukas Ketua Divisi Teknis 
KPU Minahasa, Herwyn Malonda MPd.
Lanjut Malonda, pemutahiran DPT Pilpres rencananya akan dilakukan usai pleno 
rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Legislatif. Dan DPT Pemilu Legislatif 
akan dijadikan DPS Pemilu Pilpres. “Rencana akhir bulan ini atau awal bulan 
depan, pemutahiran Data Pilpres akan mulai kita lakukan,” terangnya.
Ketika disinggung apakah KPU bisa menjamin, tidak akan terjadi lagi persoalan 
dalam DPT Pilpres, Malonda belum bisa memastikannya. “Ya, kita tentunya kita 
berharap DPT Pilpres tidak akan ada masalah lagi. Oleh sebab itu kami juga 
sangat mengharapkan peran serta dari seluruh masyarakat, untuk dapat proaktif 
datang melapor ke PPS setempat, apabila belum terakomodir dalam DPT,” tandas 
Malonda.
Sementara itu di Mitra, Ketua KPU Drs Aske Benu mengatakan kalau pihaknya saat 
ini termasuk PPS dan PPK sementara melakukan pemutakhiran data tersebut. “Kita 
akan berusaha untuk mengakomodir semua warga yang telah memiliki hak pilih 
untuk masuk DPT. Namun juga kita mengharapkan kesadaran dari warga yang belum 
terdaftar dalam DPT untuk dapat menghubungi pemerintah setempat, sehingga 
semuan warga akan diakomodir dalam Pilpres nanti,” terang Benu. “Pemutakhiran 
data pemilih akan dilakukan dengan seleksi mungkin, sehingga tidak akan 
menimbulkan kekisruhan kelak,” tambahn Benu.
Tak jauh beda juga yang dijanjikan ketua KPU Minsel Yurnie Sendow SIP MSi. 
“Penetapan DPT pemilihan legislatif yang sempat terjadi kekisruhan lalu telah 
menjadi bahan evaluasi bagi KPU. Kita harus akui itu bukan hanya menjadi 
kelemahan dan kekurangan KPU, akan tetapi harus juga menjadi bahan evaluasi 
bagi pemerintah, terlebih pemerintah desa/kelurahan yang melaksanakan pendataan 
warganya. Makanya kita kini terus melakukan pembenahan terhadap pendataan DPT 
secara akurat. Diharapkan kedepan tingkat Golput dan yang tidak termasuk dalam 
DPT pada Pemilu lalu dapat menggunakan hak pilihnya sebagaimana hak sebagai 
warga Negara yang akan menentukan arah pembagunan Negara dan bangsa kedepan,” 
terang Sendow.
Sendow juga menjamin akan tepat waktu menetapkan DPT sesuai jadwal yang ada. 
“Kita tetap optimis kedepan di Minsel, tidak lagi terjadi kekisruhan. Pun 
demikian kita sudah memulai tahapan pendataan di tingkatan KPPS, jadi 
diharapkan dalam Penetapan DPT Pilpres, kita tidak akan ada masalah lagi,” 
tukas Sendow.
KPU Kotamobagu juga berharap demikian. “KPU sendiri juga tidak ingin terjadi 
kericuhan DPT. Sementara menyangkut waktu penetapan DPT, kami saat ini masih 
diperhadapkan dengan rencana pleno penetapan kursi dewan,” enteng ketua KPU 
Kotamobagu Nayodo Kurniawan SH.
Harapan tidak terjadinya lagi kekisruhan DPT juga ditanggapi KPU Manado, karena 
itu merena janji untuk lebih optimal. “Untuk DPT pilpres nanti, kami akan lebih 
baik lagi. Hal-hal yang terjadi di pilcaleg nanti ridak akan terjadi lagi,” 
ujar anggota KPU Manado Donald Monintja SSOs MSi. “Untuk pendataan DPT nanti, 
akan dilaksanakan sesuai jadwal dan diharapkan tepat waktu. Petugas kami 
sementara mendata, kami akan berupaya agar selesai tepat waktu dan tidak 
bermasalah lagi,” tegas Monintja seraya mengingatkan masyarakat agar lebih pro 
aktif mengecek namanya.
Anggota KPU pusat Andi Nurpati juga mengatakan demikian. “Masyarakat atau 
petugas KPPS dapat mendaftarkan warga sebelum 20 April agar bisa tercatat dalam 
DPT untuk pilpres,” kata Nurpati.. Pilpres 2009 itu sendiri akan berlangsung 
pada 8 Juli 2009 dan bila ada putaran kedua akan dilaksanakan pada 8 September 
2009. “Pada pilpres putaran kedua tidak ada lagi perbaikan DPT,” kata Nurpati. 
Selain itu, KPU juga mengajak berbagai pihak termasuk panitia pengawas pemilu 
untuk bersama-sama mengawasi pendaftaran pemilih ini agar keluhan banyaknya 
warga yang tidak tercatat dalam DPT tidak lagi terjadi dalam 
pilpres.(dewe/efes/erde/esel/eler/hape/elem/erem/try7/komc/dw)

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke