From: BECKhoo <[email protected]>
Subject: [t-net] Mbak Sri Lagi Mabuk ? - Re: Utang RI Bertambah Rp 86 Triliun 
Selama 2004-2008
Date: Thursday, May 14, 2009, 7:51 AM






Kalau PS yang bukan pakar ekonomi salah bicara angka PDB masih OK-lah. Tapi 
terus-terang omongan Mbak Sri ini mengenai angka2 keuangan semakin menjurus 
mabuk alias tak karuan-karuan juntrungannya.

Ini saya kutip dulu komentar2 Mbak Sri berikut perbandingannya dengan data yang 
direlease Depkeu di www.dmo.or.id tentang Perkembangan Utang Negara 2001-2009 
yang berisi angka IDR 1.667 Trilyun yang menggegerkan itu :

1. Soal kenaikan hutang

Statement Mbak Sri
Penambahan utang Indonesia selama periode 2004-2008 mencapai 
US$ 8,61 miliar atau sekitar Rp 86 triliun, lebih rendah dibandingkan 
penambahan utang pada periode 2001-2004 yang sebesar US$ 17,81 miliar.

www.dmo.or.id 

Hutang Pemerintah Dec 2001 adalah PLN U$ 58,79 milyar dan SBN Rp 661 Trilyun, 
total Rp 1,263 Trilyun. 

Hutang Pemerintah Dec 2004 adalah PLN U$ 68,58 milyar dan SBN Rp 662 Trilyun, 
total Rp 1,275 Trilyun. 

Hutang Pemerintah Dec 2008 adalah PLN U$ 65,45 milyar dan SBN Rp 906 Trilyun, 
total Rp 1,623 Trilyun. 

Pada periode 2001-2004, PLN naik U$ 10,21 milyar sementara SBN hanya naik Rp 1 
Trilyun. Kalau menggunakan kurs pada masa itu, kenaikan hanya sebesar Rp 12 
Trilyun.

Pada periode 2004-2008, PLN turun U$ 3,13 milyar tapi SBN naik Rp 244 Trilyun. 
Kalau menggunakan kurs pada masa itu, kenaikan adalah sebesar Rp 348 Trilyun.

Jadi dari mana datangnya U$ 17,8 milyar pada periode 2001-2004 dan U$ 8,6 
milyar pada periode 2004-2008 ? Kok omongan Menko Ekuin ngga sama dengan angka 
yang dipublish Depkeu ?

2. Soal Rasio Hutang terhadap PDB

Kampanye Demokrat sangat membangga-banggakan soal Rasio Hutang terhadap PDB 
yang katanya sudah turun. 

Kalau kita baca di www.dmo.or.id, disebutkan bahwa Rasio Hutang terhadap PDB 
adalah 56% pada 2004, dan oleh pemerintahan SBY yang cemerlang itu, pada 2008 
turun menjaDI 34,7%.

Masalahnya di artikel tersebut, Mbak Sri bilang sbb :

quote
Pada 2001 total PDB Indonesia adalah Rp 1.466 triliun, dan pada 2004 
bertambah menjadi Rp 2,295 triliun. "Sementara dengan penambahan utang US$ 8,61 
miliar sepanjang 2004 sampai 2008, total PDB kita di 2008 adalah Rp 2.648 
triliun," tukasnya.
end of quote

Terus terang saya ngga ngerti angka PDB yang dipakai Mbak Sri ini dari mana, 
tapi kalau saya mengambil dari data BPS, angka PDB adalah :

Tahun 2008
PDB Nominal : Rp 4.954 Trilyun
PDB Riil (Konstan) : Rp 2.082 Trilyun

Tahun 2004
PDB Nominal : Rp 2.303 Trilyun
PDB Riil (Konstan) : Rp 1.660 Trilyun

Para ahli ekonomi tidak mengukur kinerja perekonomian dari PDB Nominal, yang 
dipakai adalah PDB Riil, sebab sudah mengeluarkan faktor2 seperti inflasi dll. 
Lagipula refleksi pertumbuhan ekonomi adalah berdasarkan PDB riil.

Kalau kita mau bandingkan Rasio Hutang terhadap PDB Riil, maka :

Tahun 2004 : Rasio Hutang terhadap PDB Riil adalah 76,8%.
Tahun 2008 : Rasio hutang terhadap PDB Riil adalah 77,9%.

Bisa dilihat kalau rasionya toh sama saja antara tahun 2004 dengan 2008.

Sementara kalau terhadap PDB Nominal :

Tahun 2004 : Rasio Hutang terhadap PDB Nominal adalah 55,3%.
Tahun 2008 : Rasio hutang terhadap PDB Nominal adalah 32,7%.

Perbandingan terhadap PDB Nominal inilah yang dipakai Depkeu sebagai gambaran 
prestasi kerja Pemerintahan SBY, pakai diiklanin sampai berhalaman2 di Kompas. 

Comel memang cara klaim beginian. BBM dia yang naikin habis2an, begitu turun, 
diklaim sebagai prestasi; padahal naik turunnya juga gara2 harga minyak mentah 
dunia, tak ada hubungannya dengan kinerja perekonomian.

Nurunin BBM juga sampai dicicil 3x dalam waktu berdekatan, lalu mengklaim bisa 
menurunkan sampai 3x.

Menghitung Rasio Hutang pakai PDB Nominal lebih mirip rasio kenaikan hutang 
lawan kenaikan inflasi, memperalat inflasi tinggi yang terjadi gara2 BBM mahal 
pada periode pemerintahannya seolah2 menjadi prestasi berhasil nurunin hutang. 

Padahal nambah hutangnya juga banyak, dengan SBN dan SUN yang semakin hari 
semakin mahal. Naiknya sampai Rp 200 Trilyun lebih, dan kini setahun harus 
menerbitkan Rp 100 - 125 Trilyun untuk menutup defisit anggaran, dengan yield 
yang terus naik dari 7% ke 9% ke 11%, sebentar lagi bisa 13%. Jangka 
waktunyapun panjang2, sampai 2020an masih banyak.

Pemerintahan SBY menciptakan hutang menggunung hari ini untuk dibayar anak-cucu 
kita kelak. 

BK

> -----Original Message-----
> From: BUD'S 1 <bsugih2007@ ...>
> 
> Date: Wed, 13 May 2009 20:57:57 
> To: T-NET<tionghoa-net@ yahoogroups. com>
> Subject: [t-net] Utang RI Bertambah Rp 86 Triliun Selama 2004-2008
> 
> 
> Kalau saya baca pernyataan dibawah bahwa bahwa Pertumbuhan PDB vs Utang 
> pada periode 2004 ~ 2008 adalah wajar. Korelasi tersebut yang masih 
> belum bisa saya mengerti, Mungkin Mang JT bisa bantu menjelaskan dengan 
> bahasa yang lebih sederhana.
> 
> Salam,
> 
> Budiman
> 
> PS: Kelihatan pernyataan Sri Mulyani ada bau sponsor gitu.
> 
> Utang RI Bertambah Rp 86 Triliun Selama 2004-2008
> Economy Wed, 13 May 2009 15:43:00 WIB
> 
> *Jakarta* - Penambahan utang Indonesia selama periode 2004-2008 mencapai 
> US$ 8,61 miliar atau sekitar Rp 86 triliun, lebih rendah dibandingkan 
> penambahan utang pada periode 2001-2004 yang sebesar US$ 17,81 miliar.
> 
> Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri 
> Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, 
> Jakarta, Rabu (13/5/2009).
> 
> "Pada masa pemilu saat ini, utang seringkali menjadi perdebatan 
> tersendiri, dan ini kesempatan saya untuk menjelaskannya, " ujarnya.
> 
> Sri Mulyani mengatakan, posisi utang pemerintah sampai akhir 2008 yang 
> semuanya dikonversikan ke dolar AS adalah US$ 149,47 miliar. Di 2004 
> posisi utang pemerintah US$ 139,86 miliar jadi ada penambahan US$ 8,61 
> miliar.
> 
> "Tapi kalau dibandingkan dengan 2001 dimana total utang pemerintah US$ 
> 121,95 miliar, ada penambahan US$ 17,81 miliar pada periode 2001 sampai 
> 2004," katanya.
> 
> Sri Mulyani mengatakan karena ada hal yang sifatnya traumatis mengenai 
> utang pemerintah terutama karena membengkaknya utang akibat krisis 1998, 
> pemerintah berkomitmen untuk mengelola utang dengan baik.
> 
> "Sebenarnya jika dibandingkan pertumbuhan PDB kita yang besar, jumlah 
> utang pemerintah masih wajar," katanya.
> 
> Pada 2001 total PDB Indonesia adalah Rp 1.466 triliun, dan pada 2004 
> bertambah menjadi Rp 2,295 triliun. "Sementara dengan penambahan utang 
> US$ 8,61 miliar sepanjang 2004 sampai 2008, total PDB kita di 2008 
> adalah Rp 2.648 triliun," tukasnya.
> 
> *(dnl/qom)*
> 
> Sumber: detikcom <http://www.detik. com>



 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke