http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/05/15/4295.html
Jumat, 15 Mei 2009, 09:04:45 WIB
Presiden Buka KTT Coral Triangle Initiative
*Presiden SBY berfoto bersama lima pemimpin CTI Summit lainnya pada pembukaan
KTT CTI di Grand Kawanua Convention Centre, Manado, Jumat (15/5) pagi. (foto:
cahyo/presidensby.info)
Manado: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (15/5) pagi, menghadiri
pembukaan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Grand Ballroom 3, Grand
Kawanua Convention Centre, Manado. Acara dihadiri pula oleh lima kepala
negara/pemerintahan peserta CTI, yaitu PM Malaysia, PM Kepulauan Solomon, PM
Papua New Guinea Michael Somare, Presiden Timor Leste Ramos Horta, dan Presiden
Filipina Gloria Macapagal Arroyo.
Presiden SBY dalam sambutannya menjelaskan, pertemuan CTI untuk memastikan masa
depan yang lebih cerah bagi masyarakat segitiga terumbu karang. "Lautan kita
banyak memberikan manfaat dalam segala aspek. Sebagai pemasok ketahanan pangan,
penyedia kelangsungan ekonomi, dan pemain penting dalam perjuangan melawan
pemanasan global," ujar SBY. "Kita juga berada di sini untuk memperbaiki
kelalaian," tegasnya.
Para peneliti telah memperingatkan bahwa sumber daya laut dan pesisir kita
dikuras oleh pengerukan ikan secara berlebihan, praktik pencarian ikan yang
merusak, pengembangan pesisir pantai yang tidak berkelanjutan, polusi, dan
perubahan iklim. "Berkaitan dengan Segitiga Terumbu Karang, hal-hal tersebut
telah mengakibatkan menipisnya pesisir pantai secara signifikan dan persediaan
ikan. Hal-hal tersebut juga mengakibatkan hilangnya hutan bakau secara
besar-besaran dan penurunan sistem terumbu karang," SBY menjelaskan.
"Para peneliti mengatakan bahwa kita akan lebih banyak kehilangan sumber daya
laut bila kita tidak peduli atas nasib kelautan kita. Segitiga Terumbu Karang
adalah harta berharga yang sudah dikenal secara luas. Segitiga ini sangat unik,
tidak ada duanya di dunia ini. Itu adalah pusat berlimpah dan beragamnya
kehidupan laut. Bila itu dirusak dan tidak diperbaiki, maka akan menjadi
tragedi bagi seluruh dunia," SBY menambahkan.
"Keberadaan kita di sini adalah untuk mencegah kehancuran sumber unik tersebut
dan meningkatkannya untuk kepentingan generasi masa depan," kata SBY.
Menurut SBY, keenam negara CTI juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
untuk menjalankan aksi mereka, yaitu pemerintah Amerika Serikat dan Australia,
Asian Development Bank, Global Environment Facility, Nature Conservancy,
Conservation International, dan World Wildlife Fund.
Kelima kepala negara/pemerintahan lain masing-masing secara bergantian
memberikan sambutannya pada acara itu. Semuanya memiliki pandangan yang sama
dan mendukung dilakukannya tindakan nyata untuk segera melindungi sumber laut
dan Segitiga Terumbu Karang.
Di akhir acara, keenam pemimpin negara/pemerintahan menandatangani CTI Leaders
Declaration dan prasasti KTT pertama CTI. (osa)
[Non-text portions of this message have been removed]