http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=76918


Guru Honor Depag Dapat Tunjangan Rp 250.000 per Bulan
Minggu, 24 Mei 2009 , 16:16:00

SOREANG, (PRLM).-Sebanyak 7.000 guru honorer di lingkungan Kandepag Kab. 
Bandung menerima surat keputusan (SK) tunjangan fungsional sebesar Rp 
250.000,00/bulan. Ironisnya 12.000 guru diniyah takmiliyah belum mendapatkan 
perhatian dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar, maupun Pemkab Bandung sehingga 
lebih mengandalkan keikhlasan dalam mengajar.

Penyerahan SK tunjangan fungsional berlangsung di Aula Kandepag Kab. Bandung 
Jln. Adipati Agung Baleendah, Minggu (25/5) oleh Kakandepag Kab. Bandung, Drs. 
H. Sukanda Hidayat. 

"Kami tegaskan agar tunjangan fungsional Rp 250.000,00/guru tidak ada 
pemotongan sepeser pun. Kami sudah menerima banyak pesan pendek (SMS) laporan 
dari kecamatan-kecamatan yang menyatakan rencana pemotongan Rp 80.000,00/guru," 
kata Sukanda. Untuk mencegah adanya pemotongan maupun iuran administrasi, 
Kandepag Kab. Bandung mengharuskan setiap kepala RA/TK, MI, MTs, dan MA untuk 
menandatangani pernyataan. "Isinya agar tidak ada pemotongan baik 
sendiri-sendiri atau terkoordinir. Pengambilan SK tunjangan juga harus 
dilakukan sendiri oleh kepala sekolah," katanya.

Setiap guru honorer memperoleh tunjangan selama 12 bulan sehingga Kab. Bandung 
mendapatkan tunjangan Rp 2,1 miliar. "Tiap guru honorer dalam setahun 
mendapatkan Rp 3 juta sehingga kalau dijumlahkan seluruhnya mencapai Rp 2,1 
miliar. Kalau ada guru PNS yang menerima tunjangan fungsional, maka harus 
dikembalikan lagi ke kas negara," ungkapnya.

Sukanda merasa prihatin dengan masih minimnya perhatian pemerintah kepada nasib 
12.000 guru diniyah takmiliyah se-Jawa Barat yang mengajar setiap sore hari. 
"Para ustaz atau kiai madrasah diniyah takmiliyah bekerja dengan semangat 
ikhlas. Masyarakat juga enggan membayar iuran karena mengaji tidak perlu 
bayar," katanya. Sekretaris Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Bandung, H. Asep 
Sopandi mengatakan, rencananya BAZ Kab. Bandung akan membantu kesejahteraan 
guru madrasah diniyah takmiliyah. "Kami masih merundingkan besaran dan jumlah 
guru yang akan dibantu," ujarnya.(A-71/A-122)***


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke