Foto2 ada di:
http://capresindonesia.wordpress.com
Saat ini ada 3 pasangan Capres-Cawapres Indonesia di tahun 2009, yaitu: Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY – Saat ini menjabat sebagai Presiden RI) – Boediono 
(Jabatan terakhir Gubernur BI), Megawati (mantan Presiden RI) – Prabowo (mantan 
TNI, sekarang pengusaha), Jusuf Kalla (saat ini Wapres RI) – Wiranto 
(Purnawirawan Jenderal).
SBY-Boediono saat ini diusung oleh Partai Demokrat (PD), PKB, PAN, dan PKS. SBY 
dari PD, serta partai-partai kecil lainnya. Sementara Boediono dari non partai. 
Pada awal pencalonan, Boediono mendapat tentangan dan tuduhan sebagai 
Neoliberalis sehingga PKS dan PAN sempat menentangnya, meski SBY-Boediono 
menyangkal dan mengatakan mereka memakai Ekonomi Kerakyatan.
Harta kekayaan SBY sekitar Rp 8,5 milyar sementara Boediono yang menjadi 
bawahannya sekitar Rp 22 milyar. Jika tidak ada harta yang disembunyikan, maka 
SBY adalah Capres “termiskin” di antara capres yang ada.
Dalam salah satu pidatonya, SBY mengemukakan beberapa strategi untuk 
Kemandirian Energi di Indonesia. Salah satunya bersama DPR menentukan “Policy 
Pricing” (menetapkan harga) yang “menarik” sehingga investor tertarik 
berinvestasi di bidang energi. Dari situ ada indikasi bahwa setelah terpilih, 
pasangan ini kembali menaikkan harga energi/BBM karena dengan harga tetap 
seperti sekarang, tentu “Policy Pricing”nya kurang “menarik” bagi investor.
Selain itu Kemandirian Energi justru digantungkan kepada Investor. Bukan dengan 
pembentukan/pengembangan BUMN sehingga negara bisa memimpin Kemandirian Energi.
Megawati-Prabowo diusung oleh PDIP (Megawati), Gerindra (Prabowo), dan 
partai-partai kecil lainnya. Pasangan ini menjanjikan Ekonomi Kerakyatanan. 
Dilihat dari track record dan analisa para pengamat, Megawati sebetulnya 
Neoliberalis karena masa pemerintahannya diwarnai dengan pencabutan subsidi BBM 
oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sehingga harga minyak naik dan juga 
penjualan BUMN oleh Laksamana Soekardi. Boediono yang dituding Neoliberalis pun 
sempat menjadi menterinya.
Namun para menteri yang disinyalir Neoliberalis seperti Boediono, Purnomo, dan 
Laksamana Soekardi saat ini berpindah ke kubu SBY. Sementara Prabowo meski 
seorang kapitalis, mempropagandakan ekonomi kerakyatan untuk mengembalikan 
kekayaan alam Indonesia dari pengusaha asing ke rakyat Indonesia.
Dari sisi Ekonomi Kerakyatan yang dibawa Prabowo (Prabowonomics) mungkin 
menarik banyak orang. Namun PDIP yang bersama PDS sering berseberangan dengan 
partai Islam pada isyu yang berkaitan agama seperti RUU Pendidikan Nasional, 
RUU Anti Pornografi dan Porno aksi, tentu memberi sentimen negatif pada 
sebagian pemilih Islam yang fanatik.
Harta Megawati sekitar Rp 146 milyar sementara Prabowo sekitar Rp 1,5 trilyun.
JK-Wiranto. Dari track recordnya yang menaikkan dan mengumumkan kenaikan harga 
BBM, para analis menuding JK sebagai Neoliberalis. Namun JK kerap menyuarakan 
Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional. Sebagai contoh JK memakai sepatu 
buatan dalam negeri. Kemudian meminta agar Pertamina mengelola sendiri 
pengilangan minyak di dalam negeri.
Harta kekayaan JK sekitar Rp 303 milyar. Sementara Wiranto Rp 81 milyar. JK 
berasal dari partai Golkar dan dari Sulawesi Selatan. Sementara Wiranto dari 
partai Hanura dan berasal dari Jawa. Ini adalah satu-satunya pasangan yang 
berasal dari Luar Jawa dan Jawa.
Namun diperkirakan dukungan Golkar terhadap JK selaku Ketua Umum tidak solid 
mengingat sebagian tokohnya seperti Akbar Tanjung berada di kubu SBY sementara 
Aburizal Bakrie menjadi menteri SBY.

Berita : Kekayaan Tiga Capres Naik Signifikan
Posted by : humas on 2009/5/20 11:21:11 (210 reads)
TIM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi laporan harta kekayaan 
para calon presiden, kemarin. Hasilnya kekayaan tiga capres, yakni Jusuf Kalla, 
Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono, meningkat 
signifikan.Harta kekayaan Jusuf Kalla meningkat Rp50 miliar, dari Rp253,912 
miliar dan US$14.928 pada 31 Mei 2007 menjadi Rp303 miliar. Porsi terbesar 
kekayaan JK berasal dari saham. Perusahaan yang dimiliki keluarga Kalla 
sebanyak 10-13 buah."Ada beberapa perubahan nilai kekayaan, tapi sedikit 
perubahannya," kata Direktur Gratifikasi KPK Lambok Hutahuruk seusai 
mengklarifikasi harta kekayaan JK.
Saat klarifikasi kekayaan, tim KPK sebanyak lima orang diterima adik JK, 
Suhaeli Kalla. Tim tersebut.meneliti selama 3,5 jam sejak pukul 08.50 WIB.
Adapun kekayaan Megawati meningkat Rp60 miliar, dari Rp86,265 miliar pada 9 
Desember 2004 menjadi Rpl46 miliar lebih. Direktur Laporan Harta Kekayaan 
Penyelenggara Negara (LHKPN) Muhammad Sigit mengatakan perubahan harta kekayaan 
yang dimiliki Megawati terletak pada tanah dan bangunan di Jl Teuku Umar.
"Sebelumnya nilai pajak kedua rumaij tersebut dibayar oleh pemerintah dan kini 
men­jadi miiik pribadi," papar Sigit "
Setelah diperiksa, Sigit menjelaskan total aset tidak bergerak milik Mega 
sebanyak 31 item, aset bergerak 33 item, dan kendaraan bertambah 6 buah. "Yang 
memerlukan penelitian lagi aset SPBU karena pada masa lalu sifatnya milik 
pribadi dan setelah berubah menjadi badan usaha, dicatat di saham."
Kekayaan capres SBY naik 15%-20%, dari Rp7,144 miliar yang dilaporkan pada 2007 
menjadi sekitar Rp8,5 miliar. "Kenaikan itu berasal dari nilai tanah, 
perhiasan, dan tabungan. Itu wajar," kata Deputi Pencegahan KPK Eko Tjiptadi.
Klarifikasi berlangsung di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor. 
Proses klarifikasi LHKPN berlang­sung hampir 6 jam mulai pukul 10.00. Waktu 
klarifikasi lama karena terlebih dahulu dilakukan pemisahan harta milik SBY dan 
putranya.
Anggota KPU Syamsulbahri menegaskan hasil audit laporan harta kekayaan capres 
dan cawapres tidak dapat menggugurkan langkah ketiga pasangan untuk maju dalam 
pilpres    mendatang.
Sumber : Media Indonesia 20 Mei 2009
http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=3156

KPK Serahkan Verifikasi Harta Kekayaan Capres/Cawapres
Kemudian, tanggal 20 Mei, tim KPK juga mendatangi rumah cawapres, yakni Prabowo 
Subianto, Boediono, dan Wiranto. Dari hasil verifikasi diperoleh harta SBY 
mencapai sekitar Rp 8 miliar, Megawati sekitar Rp 140 miliar, Jusuf Kalla Rp 
300 miliar, Boediono sekitar Rp 22 miliar, Wiranto sekitar Rp 81 miliar, dan 
Prabowo sekitar Rp 1,5 triliun.
Baca selengkapnya di:
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=29030



===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke