Jawa Pos
 Minggu, 24 Mei 2009 ] 

Gerindra Dapat Sepuluh Menteri 
Kompensasi Mega di Posisi Capres 


JAKARTA - Perjodohan Prabowo Subianto sebagai cawapres untuk Megawati 
Soekarnoputri harus ditutupi dengan kompensasi besar dari kubu PDIP ke Partai 
Gerindra. Terutama soal rencana sharing power dalam penentuan komposisi kabinet 
apabila pasangan itu memenangkan pemilu presiden (pilpres).

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi mengakui, ada sepuluh pos menteri yang 
positif diberikan PDIP kepada partainya. ''Sepuluh menteri itu ditentukan 
sendiri oleh Pak Prabowo. Selanjutnya, (menteri) yang lain akan ditentukan 
bersama Mega,'' kata Suhardi setelah pembukaan Rakernas Gerindra di Hotel Grand 
Kemang, Jakarta Selatan, kemarin (23/5).

Suhardi lantas membeberkan sepuluh menteri tersebut. Di antaranya, Menko 
Perekonomian, menteri keuangan, menteri kehutanan, dan menteri pertanian. 
''Intinya yang langsung berhubungan dengan perekonomian,'' jelasnya. Dengan 
begitu, bisa ditebak, pos kementerian lain adalah menteri kelautan, menteri 
perdagangan, Men BUMN, menteri perindustrian, serta menteri tenaga kerja dan 
transmigrasi. ''Termasuk juga menteri pertahanan,'' kata Suhardi melengkapi 
sepuluh pos menteri yang disebutnya.

Menurut Suhardi, Mega dan PDIP telah ikhlas memberikan kewenangan yang lebih 
luas kepada Prabowo di bidang perekonomian. Karena itu, diberikanlah kewenangan 
lebih kepada Gerindra untuk menentukan menteri-menteri yang berhubungan 
langsung dengan program aksi Gerindra di bidang ekonomi kerakyatan. 

''Diserahkan kepada Prabowo yang jelas-jelas bukan neolib. Tapi, ekonomi 
kerakyatan,'' ujar guru besar Fakultas Kehutanan UGM yang pernah menjadi Dirjen 
Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati itu.

Dia menyebut, Prabowo sudah memiliki nama-nama kandidat menteri yang 
diproyeksikan mengisi sepuluh pos kementerian jatah Gerindra itu. Begitu juga 
Megawati untuk pos kementerian yang lain. ''Tapi, terserah kepada keduanya 
(akan diumumkan kapan, Red),'' katanya.

Suhardi memastikan, para parpol mitra koalisi, seperti PNI Marhaenisme, Partai 
Buruh, Partai Kedaulatan, PPPI, Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), PSI, 
Partai Barnas, dan Partai Merdeka, tidak mendapatkan jatah kursi menteri. 
''Parpol pendukung mendukung untuk pencapaian ide. Mereka bergabung dengan 
ketulusan karena visi-misi yang sama,'' ungkapnya. (pri/agm)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke