Sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/52253/Buku_Ilusi_Negara_Islam_Mengadu_Domba_Ummat


Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat
By Republika Newsroom
Senin, 25 Mei 2009 pukul 16:08:00 

YOGYAKARTA -- Peneliti Yogyakarta, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham 
SS, Nur Khalik Ridwan SAg melakukan protes terhadap buku 'Ilusi Negara Islam' 
yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka 
Tunggal Ika. Buku tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti 
dan isinya mengadu domba umat Islam.

''Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa 
saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,'' kata Abdur 
Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, Senin (25/5).

Dijelaskan Zuli Qodir, isi buku 'Ilusi Negara Islam' bukan merupakan hasil 
penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab isi dari buku 
tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya 
juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan.

''Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat 
laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,'' kata Zuli.

Bahkan, lanjut Zuli, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang 
dicantumkan dalam buku tersebut sebagai peneliti jauh hari sudah mengundurkan 
diri namun masih dicantumkan, seperti Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki. Sehingga 
keduanya sudah tidak terlibat lagi dalam tahap penelitian mulai dari 
pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan hingga penerbitan buku.

Kata Zuli, tujuan penerbitan buku 'Ilusi Negara Islam' telah bergeser dari 
riset yang semula bertujuan akademik kepada politis. Kondisi ini diperkuat 
hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum dalam buku tersebut tidak 
pernah diajak untuk berdialog menganalisis temuannya dalam kerangka laporan 
hasil penelitian yang utuh.

''Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari 
kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari Lib for All, 
Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan 
penerbitan buku ini.

Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut kepada Lib for All untuk menarik 
peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta. 
''Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih 
berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen 
intelektual asing yang bekerja di Indonesia,'' tandas peneliti Yogyakarta.

Bahkan yang aneh dari peneribatan buku tersebut adalah pencantuman KH 
Abdurahman Wahid atau Gus Dur sebagai editornya. Padahal selama ini Gus Dur 
terganggu penglihatannya sehingga tidak mungkin Gus Dur bisa mengeditnya. ''Ini 
sudah kebablasan,'' kata Abdur Rozaki.

Sementara Ahmad Suadey, Direktur The Wahid Institute kepada Zuli Qodir mengirim 
SMS bahwa dirinya tidak tahu persis isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang 
diterbitkannya. Karena itu, dirinya merasa kaget ketika mendapat protes dari 
peneliti Yogyakarta.

''Aku malah baru tahu ini. Kalau gitu perlu klarifikasi ke Lib for All. Kalau 
perlu teman-teman bikin nota protes tertulis. Aku gak keberatan karena saya 
tidak berhubungan dengan isi sama sekali,'' kata Ahmad Suaedy. -hep/ahi

Kirim email ke