Jawa Pos
[ Selasa, 26 Mei 2009 ] 

Mantan Petinggi TNI Temui JK 
Janji Awasi Netralitas TNI 


JAKARTA - Sepuluh purnawirawan perwira tinggi TNI kemarin merapat ke cawapres 
Jusuf Kalla. Mantan petinggi TNI dari ketiga matra (AD, AL, dan AU) itu 
berkomitmen untuk mengawasi netralitas institusi TNI dalam pemilu presiden 
(pilpres). Mereka mengimbau perwira-perwira TNI aktif agar tidak mengerdilkan 
TNI dengan mendukung salah satu kekuatan politik yang bertarung pada pilpres 
kali ini. 

Penegasan itu disampaikan sepuluh purnawirawan perwira TNI dalam pertemuan 
dengan calon presiden Jusuf Kalla di Posko Slipi II, Jalan Ki Mangunsarkoro, 
Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Mereka, antara lain, mantan KSAL Laksamana 
(pur) Bernard Kent Sondakh, mantan Danpuspom Letjen (pur) Jasri Marin, mantan 
Wakasad Soemarsono, mantan Wakasad Letjen (pur) Sulaksono, dan mantan 
Pangarmatim Laksdya (pur) Sosialisman. 

''Seluruh jajaran TNI mengawasi netralitas TNI. Kami bangga kalau seluruh 
prajurit TNI sangat komitmen terhadap netralitas TNI,'' ujar Kent Sondakh. 

Para petinggi TNI sendiri menegaskan bahwa mereka bersikap netral. Namun, 
beberapa kalangan tetap mengkhawatirkan munculnya upaya menarik militer ke 
pentas pilpres. Sebab, tiga purnawirawan jenderal bertarung dalam pilpres. 
Jenderal (pur) Susilo Bambang Yudhoyono, Jenderal (pur) Wiranto, maupun Letjen 
(pur) Prabowo Subianto merupakan jenderal yang cukup berpengaruh. 

Juru Bicara Tim Kampanye JK-Wiranto Yuddy Chrisnandi menambahkan, para 
pensiunan perwira tinggi yang menemui JK itu akan terjun langsung mengawasi 
netralitas TNI dan menjaga agar TNI tidak berpihak kepada kekuatan politik apa 
pun. ''Para purnawirawan mendukung agar demokrasi dilaksanakan secara jujur dan 
tidak memberikan ruang kepada TNI untuk diperalat kekuatan politik. Kalau ada 
yang melanggar, sebagai senior, mereka akan menegur dan melaporkan kepada 
panitia pengawas pemilu,'' paparnya. 

Yuddy menegaskan, tim kampanye JK-Wiranto percaya bahwa TNI menjaga netralitas. 
Namun, mereka mengingatkan tim kampanye capres lain agar tidak menarik kekuatan 
TNI untuk mendukung salah satu pasangan calon. ''Meski Pak Wiranto adalah 
mantan perwira tinggi TNI, tim kampanye JK-Wiranto berkomitmen tidak akan 
menarik TNI,'' tandasnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla kembali menegaskan janjinya untuk 
memperbaiki alutsista TNI pada 2011. Perbaikan akan dilakukan setelah 
pemerintah mengurangi subsidi listrik dan subsidi bahan bakar minyak melalui 
pembangunan pembangkit listrik batu bara dan energi alternatif serta 
menyelesaikan konversi minyak tanah dan meningkatkan transportasi masal. 

''Dengan kemauan dan teknologi, kita akan punya ratusan triliun yang bisa 
dihemat dari subsidi listrik dan BBM, yang akan kita alihkan untuk peningkatan 
kualitas alat utama sistem persenjataan TNI,'' tegasnya. 

Kalla mengklaim, tiga tahun terakhir telah memulai proyek perbaikan alutsista 
melalui pembuatan panser di dalam negeri dengan dibiayai kredit perbankan. 

''Tentu ada risiko (gagal bayar), tapi kalau tidak mau mengambil risiko, kita 
sulit berkembang dengan mengandalkan dana APBN,'' tandasnya. (noe/tof)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke