S K M
Nuansa Makna Jawi Nami
(Mendalami Benang Merah Nama Kubu)

“Lucu benar” karikatur Kompas 20/05/09 (h.6) perihal SbyBudi JKWin &
MegaPro itu. Padahal, kesan citra tak identik opini, bukan ?

SSSSSSSSa
SA : akronim saraiscara, sabtu
SABARA : kumpulan orang liar, biadab
SABAYA (sby): kuatir
SABDIKA : sekaitan bunyi, pengetahuan tatabahasa
SABRANG : asing
SABSAB : pencuri, penyakit
SACYA : bengkok, gendeng
SAD : enam
SADAK : jepet rambut atau tembusan cuping telinga (gulungan daun atau gading)
SADASIWA : salah satu tahap emanasi Siwa
SADOSA : bersalah
SADOTSAWA : selalu pesta
SAGA : nama pohon
SAHA : dengan, bersama dengan
SAHANG : merica
SAHASA : terburu, sembrono, membabibuta, hukuman, denda, kekerasan, ngawur
SAHIB : pembakaran jenasah
SAHUR : jawab, sahutan, balasan
SAHUT : gigitan
SAJENG : tuak
SAK : pecah, burai, lepas, bubar, cerai‐berai
SAKIT : sakit
SAKOTUKA : dengan tak sabar, dengan penuh nafsu
SAKSI : saksi mata
SALABA : jangkrik, belalang, ngengat
SALAMBIT : merobek sampai hancur
SALEWENG : menyimpang, arah salah, jalan yang salah
SALIMUR : sebabkan lupa, tahan pikiran dari, alihkan perhatian, hilangkan 
kekuatan
SALISIR : tepi
SALIT : terdorong ke samping
SALIWAH : warna beda, bergaris paroh hitam paroh putih
SALYA : landak
SAMALA : dengan noda, dengan cacad
SAMAS : empatratus
SAMBAT : ratap, keluh, raungan, menusuk, mengumumkan dengan keras, membeberkan
SAMBER : menyambar, memukul, membawa pergi
SAMBOGA ; kenikmatan jasmani
SAMIS : bau busuk
SAMONG : harimau
SAMPENEH : letih, malas
SAMPUN : lengkap, usai, habis, sudah, setelah
SAMUR : menjauhkan diri dalam kesunyian
SANDER : menyerang
SANDUNG : mendesak, menggoyangkan
SANAIH : dengan diam‐diam, hati‐hati, menggerumut, berangsur‐angsur
SANTA : tenang, sentosa, bebas dari nafsu, lembut, tertahan, terhenti
SANTI : ketenteraman, keheningan, makmur damai
SANTOSA : kepuasan, senang dengan, menyerah, menguasai emosi
SANGKIRNA : campur, aduk, penuh dengan, kacau, berantakan, kusut‐masai
SANGKRIMAN : teka‐teki, tebak‐tebakan
SANGKUL : mengambil untuk dirinya sendiri
SANGLA : dalam tumpukan, berantakan, kacau, tak terurus
SANGSARA : derita, lahir kembali di dunia, siksaan
SANGSAYA : tak pasti, keragu‐raguan, kesangsian, kesulitan, bahaya, risiko, 
makin lama makin, menjadi‐jadi
SANGSING : kotor dengan
SANJIWA : neraka khas
SAPATA : kutuk, sumpah serapah, umpat, memaki, kemalangan berat
SAPTA : tujuh
SAR : menyebar
SARAGA : dikuasai nafsu
SARAMA : anjing, serigala, nama anjing betina
SARANTA : lelah, lunglai, loyo, sakit, kehabisan tenaga, lesu
SARATKALA : musim gugur
SARBA : monster
SARIMPED : menjerat, menangkap
SAROSA : sangat marah, amuk, gusar, geram
SARWAKLESA : segala derita, ketaksempurnaan, sebab‐sebab kesengsaraan
SASAR : tersesat, menyimpang dari jalan yang benar
SASOKA : bersedih, susah
SATA : dusta, palsu, jahat
SATABUDI : pikiran sesat, budi yang jahat
SATRU : musuh, seteru, saingan
SAWA : mayat, jenasah, ular sanca (piton)
SAWEGA : bengis, tidak sabar, brangasan, dahsyat
SAYAH : lelah
SAYUB : peragian
SEBEL : dikejar nasib jelek, tidak berhasil, tiada guna, gagal
SEBIT : koyak, sobek
SEDEK : mendorong, menekan, menindas, menyergap, mendekat dan mengepung
SEKEL : kesedihan mendalam, dukacita, kesedihan sangat
SEMA : pemakaman, pekuburan
SENDET : jalan pura‐pura, tingkah‐laku munafik
SENET : tersembunyi, jauh, sunyi, terpencil
SENGER : galak
SENGIR : berbau (aroma) sengit/pedas
SEPA : tawar, hambar, lirih
SESEL : cela, menyusup diantara, sisipan
SEDUNG : badai
SERABA : kerbau
SESAMATRA : yang tersisa
SIB : membelah, memotong
SICIL : lokek, kikir
SIDEP : salah mengira, keliru duga
SIDIK : samar‐samar, terselubung, redup cahaya
SILIB : tak memperhatikan, ketidakwaspadaan
SILIT : dubur
SILUK : bengkok, cembung, celak, ceruk, lubuk
SIMBALI : sebagai pengganti
SIMBING : menyembunyikan
SIMPIR : menyerempet
SINDET : terjerat, terlibat
SINGGAT : tempayak, belatung
SINGSAL : dikendorkan, terlepas, terbuka, terpeleset, diembus, hilang, terbang, 
menggelepak
SIREM : suram, hilang kilaunya, redup sinarnya
SIREP : sunyi, tanpa suara
SISU : anak, bayi
SITA : warna putih, istri Rama, dingin
SITU : bendung, seperti bendungan
SIWARUTA : raungan serigala
SIWUHEN : kesal, putus asa, sedih, merana, sakit cinta
SONITARNAWA : lautan darah
SOR : rendah, mutu jelek
SRENGGI : bertanduk
STANA : buah dada, tempat, kediaman, status, kondisi
SUDAT : merobek
SUDRA : dari kasta keempat (rendah)
SUGARA : istri unggul
SUGATA : budha
SUKER : terhalang, terhambat, bersusah, dalam kesukaran, merasa gelisah
SULAGRA : ujung tombak
SULAYAH : berserakan, terlentang, tercerai‐berai
SULIRING : berjalan terhuyung‐huyung
SUMA : kesal, putus asa, sedih, merana
SUMPAH : kutuk, sumpah
SUNGHE : sungai
SUNGSANG : sungsang, terbalik
SUPADI : tidak ada perlunya
SURAPANA : minuman keras
SURARIPU : musuh para dewa, demon/roh jahat
SURUG : menderita
SURUNG : di tempat sempit, berdesak‐desakan
SURUWAY : tempat di dunia maut
SUSKA : kering, terbakar, gosong, hangus, layu, gersang, tandus
SUWUL : menusuk, menangkis, menahan
SWAKARMA : karyanya sendiri
SUH : rusak, hancur, remuk, banyak, berlebihan, sesak, luber
KKKKKKKKa
KABAYAN : tetua, pemimpin
KABET : tak berguna, tidak berhasil, tak faedah, lalai, lengah, lambat
KACA : gelas
KACAK : mengoceh
KADAL : kadal
KADAT : bermalas‐malas, lamban
KALA, BETARA : dewa kejahatan
KALALA : lendir
KALAMURTI : inkarnasi Kala
KALANTUKA : dewa maut
KALANGKA : noda, tanda
KALAPASA : jerat maut
KALAR : kotoran yang melekat di badan, daki
KALEMBAK : kayu kelembak
KALESA : cemar, khianat
KALIB : terhenti, gagal, berhenti separoh jalan, terpenggal tak dapat terus
KALIKALA : zaman kali
KALILIP : sesuatu tersangkut di mata dan memedihkan, penyebab susah dan derita
KALUSA : buruk, najis, kotor, kecurangan, ketaksrcian, noda, sengsara, duka
KALUWUK : pudar, pucat, keabuan
KAMA : kesukaan indera, kesenangan jasmani
KAMAGAMA : pergi sesuka hati (semau gue)
KAMATURA : sakit karena cinta asmara
KANIN : terluka
KANIGARA : pohon dengan bunga khas warna kuning
KANISTA : termuda, terkecil, terendah, sedikit, mutu buruk, jelek
KANISTAKAMA : karya buruk
KANISTAPALA : berbuah keburukan
KANGES : tajam, melukai
KANCUR : jala penangkap ikan
KANJAR : tarian perang, membuat gerakan tari perang, berjingkrak dengan galak
KAPAK : penyombongan diri
KAPIBALA : bala tentara kera / monyet
KAPIKETU : panji‐panji kera
KAPOK : jera
KAPUT : kotor, basah
KAPWANAKAN : kemenakan, anak saudara perempuan
KARALAWADANA : berwajah menakutkan
KARARAS : klaras, daun (kelapa) kering
KARAWANG : babi hutan betina
KAREYAH : kera
KARIMI : cacing, ulat bulu kecil
KARMA : tindakan, pekerjaan, perbuatan, buah karya
KARNA : telinga
KAKARNIKARA : terdengar
KARUNA : kasihan, sayang, haru, sedih (sumedot), belas kasih
KARUNG : babi hutan
KAYASA : bau dan rasa sepat
KATAR : berkobar
KATUNGGENG : kalajengking hutam berwarna hitam
KAWA : goncang, ragu‐ragu, terkejut, bingung
KAWIL ; mencakar, merobek, menyayat (dengan cakar dan taring)
KAWISTA : kediaman kera, pohon buah mirip maja yang dapat dimakan
KAWUK : menggaok (perihal burung gagak)
KAYABALA : kekuatan jasmani, fisik, material
KAYANG : bengkok, bungkuk, tidak lurus
KEDEK : menghanguskan
KEDI : dikebiri, banci
KEDUNG : pusaran air, lubuk dalam (di sungai)
KEKEH : kuat bertahan, kokoh, kikir
KELEM : terendam, tenggelam
KELE : sembrono, kurang memperhatikan
KELENG : menyembunyikan genta sembahyang
KELUT : tua, jompo, renta
KEMBENG : genangan air diam, penuh air mata (sebelum menetes)
KEMEH : kotor, mengotori
KEMIL : kantong pipi kera
KENDET : mencekik dengan tali
KELELEP : karam, tenggelam
KENKEN : menyuruh
KIDUL : selatan
KIHU : ambruk, roboh
KIKIB : menyembunyikan sebagian, menutup kebenaran
KILWISA : kesalahan, dosa, memetik buah tindak dosa
KILYAN : barat, kilen/kulon
KINGKIN : usaha, aspirasi
KINGKING : merana, layu, rindu dendam, murung, duka
KIPIT : dengan cepat
KIRI : keri, rasa takut, ngeri
KISIT : sobek hancur, hancur luluh
KITIR : gerak gemetar atau bergetar
KIWI : kemah, pemukiman sementara, gudang penyimpanan
KIWIK : bonggol kap seperti pada kepala ular kobra
KLEDA : kebasahan, cairan dari luka, busuk, membusuk, bimbang ragu, tak tegas
KLESA : sakit, derita, sengsara, sifat buruk, cenderung jahat, ketidakmurnian
KLISTA : tersiksa, sengsara, derita, keadaan buruk, usang
KLIWA : dikebiri, impoten, banci
KOLAHALA : dalam kekacauan gaduh, keributan, huruhara
KOPA : nafsu, kegusaran, marah, murka
KRAH : menggigit waktu berkelahi (anjing)
KREKALASA : bunglon
KRESA : kurus, kerempeng, lemah, remang‐remang
KRESI : pertanian
KRESNA : hitam, biru gelap, gelap, paroh bulan
KSAYA : kehilangan, boros, pengurangan, penyusutan, hilang kekuatan
KSINA : hancur
KSIRA : susu
KSONI : bumi, negeri
KSUDRA : hina, remeh
KSUNA : terinjak‐injak, rusak, remuk, pecah
KUBWA : berbau
KUDANDA : hukuman yang tak adil
KUDYAT : menggeliat, usaha melepaskan diri
KUHIRA : sombong, lancang, congkak, kurang ajar
KUJANMA : dari keturunan hina
KUKARMA : perbuatan jahat
KUKUD : mengumpulkan segala sesuatu dan meninggalkan, pergi selamanya
KUKUNG : keras, kaku
KULEM : malam
KULUB : direbus sebentar
KUM : mandi duduk berendam dalam air
KUNDANG : pengikut, sekutu
KUNDUL : ragu‐ragu, melakukan sesuatu setengah hati
KUNCUNG : gombak, lari kian kemari cepat
KUPINA : kemaluan, cawat
KUPRABU : raja yang jahat
KURAWIT : jorok, ceroboh
KURUKEL : berkerut, berbelit
KURUPATI : raja Korawa
KURUTUG : dalam jumlah besar dengan bunyi gaduh
KUSILAHARA : cari laba berlebihan, bungakan uang, riba
KUTAPIT : mengejek, menggoda, mengganggu
KUTIL : mencopet, mencuri, penyakit bintil‐bintil
KUWIRAPURUSA : pencoleng jahat, gembong penjahat
KUWUK : kucing liar
KYATI : nama harum, ternama
KYAYI : orang terhormat (dalam kemasyarakatan, bukan ‘kiai’)
MMMMMMMMa
MA : suatu hari dari minggu 6 hari, satuan berat bagi emas/perak, satuan uang
MACAN : harimau
MADANA : cinta, dewa kasih sayang
MADE : madya, yang tengah, bangunan kecil, balai/bale
MADURA : manis madu, menyenangkan, bunyi merdu
NADARA : berkata‐kata lemah lembut
MADYALOKA, MADYAPADA : dunia manusia
MAGA : mengecewakan harapan
MAHA : melakukan sesuatu dengan penuh minat, sesuatu yang besar
MAHABARA : sangat berat
MAHABODI : pencerahan besar
MAHABRATA : peraturan religi luhur, pertapa unggul
MAHABUDI : budi luhur
MAHACARA : berperilaku agung
MAHADIKARA : sangat unggul
MAHADRI : gunung besar
MAHAGAJA : gajah agung
MAHAGUHYA : rahasia agung
MAHAGUNA : berkualitas tinggi, terkemuka
MAHAM : senang, puas, bahagia
MAHAMERU : gunung agung
MAHAMUNI : resi besar, pertapa agung
MAHAPRABAWA : sangat berkuasa, sangat kuat, sangat gilar cemerlang
MAHAPRAGALBA : sangat berani
MAHAPRALAYA : kiamat besar
MAHARDIKA : makmur dan kuasa besar, luar biasa, unggul, sempurna, bijak, 
berbudi luhur
MAHASANTA : orang suci, pertapa
MAHASURA : pemimpin besar, pejuang utama, sangat pemberani
MAHASURATWA : watak pahlawan gagah perkasa
MAHAT : orang suci
MAHATISAYA : dengan cara yang sangat luar biasa
MAHATMA : berjiwa besar, puncak kebijaksanaan
MAHI : dunia besar, bumi
MAHIMA : kekuasaan, kekuatan, keagungan
MAHISA : kerbau
MAHOJWALA : berkobar‐kobar dahsyat
MAJA : pohon buah maja; sumsum
MAJAYA : pelaut
MALELA : baja
MALINI : istri tukang kebun, wanita perangkai bunga
MALA : petinju/pegulat profesional
MAMBANG : kelompok rakyat
MANAH : budi dalam arti luas, diterapkan pada semua daya mental
MANANA : berpikir
MANASIDHI : kesempurnaan spiritual
MANDALA : sesuatu yang bulat, lingkar, bola, keliling, cincin, negara, 
menyeluruh
MANDELI : alat musik sejenis kecapi
MANDIPA : pembawa obor pelita
MANIK : permata perhiasan, kristal manikam
MANOHARA : mencuri hati, mempesona, memikat, luwes gandes
MANORATA : kesukaan hati, harapan, keinginan, damba
MANTANA : tongkat pengebor, pengeboran
MANU : leluhur mitis dan raja dunia yang berurutan
MANUH : manusia, orang, sesama, liyan
MANUK : burung
MANGGALA : kebahagiaan, kemakmuran, selempang, membawa keberuntungan
MANGGALI : pejabat pengemuka dalam religi
MANGGIS : manggis
MANGKANA : seperti itu, demikianpun, sepertinya
MANGKE : begini, seperti ini, sebagai berikut
MANGKO : jadi seperti ini, seperti engkau
MANGSI : tinta
MANJARI : serangkai puspa bunga
MARDAWA : kelembutan, keramahan, kemurahhatian
MARGA : jalan, kendaraan, jalan pencapaian, cara, sarana
MARUS : darah
MARUTA : angin, dewa angin
MASTAKA : kepala, tengkorak
MATANGGA : gajah
MAYURA : merak
MEGA : awan, mega
MENAK : bangsawan
MIMI : ketam, yuyu
MINANATA : raja ikan, Baruna
MINDA : biribiri, domba
MINYU : anggur
MITRA : teman, kawan, sahabat, sobat
MOKSA : kelepasan, pembebasan (jiwa)
MOKTA : lenyap, hilang, terhapus
MONA : keheningan, tetap diam, patuh membisu
MPU : orang terhormat, yang mulia, tuan, ibu jari
MUDHA : pandir, bodoh, ijo, tolol, tak bijak
MULA : akar, bagian dasar, pondasi, sebab, pada mulanya, aslinya
MUNDARUPA : berkepala dicukur (gundul)
MUNING : keturunan
MUNGIL : manis, sayang
MUNGIS : merasa kecil (malu, kikuk, canggung)
MURAWA : genderang
MUSA : wadal tempat melebur logam
MUSTI : tangan dikepal, segenggaman, tinju
MUTU : panah
MUTYA : mutiara
MWAS : menetes, mengalir, tan kendat, tanpa gangguan, tetap, terus‐menerus, 
segera, tanpa kelambatan
PELAJARAN KITA :
carilah benang merah dalam kosa kata KAWI (Jawa Kuno), juga
dalam berbangsa dan bernegara hic et nunc.
BHINNEKA TUNGGAL IKA ‐ Indonesia
Politik Merdeka, Ekonomi Mandiri, Budaya Berpribadi (antek amrik‐korma?)
(mengapa kini desa dan petani makin terinjak ?) Ndang baliya Sri (minggat)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke