Refleksi: Ada saja ceritanya. Orang di Maluku maupun di Poso pasti sedih karena kemalangan mereka dipakai sebagai alat propaganda yang tidak benar demi keempukan kursi kekuasaan.
Jawa Pos [ Rabu, 27 Mei 2009 ] Damaikan Ambon Mega Tak Mau Jasanya Dilupakan JAKARTA - Setiap prestasi bisa dijadikan isu berharga dalam momentum pilpres. Karena itu, PDIP tak mau peran Megawati dalam mendorong perdamaian di Ambon saat dilalap konflik horizontal bernuansa SARA pada 1999 dilupakan begitu saja. Kubu PDIP melihat bahwa publik mempersepsikan bahwa Jusuf Kalla adalah tokoh utama di balik perdamaian di Ambon tersebut. Itu disebabkan fakta peran Jusuf Kalla yang memfasilitasi lahirnya perjanjian Malino I dan Malino II untuk menengahi pihak-pihak bertikai. ''Megawati yang waktu itu menjadi Wapres adalah perintis perdamaian di Ambon. Beliau terjun langsung dengan naik kapal amfibi. JK hanya melanjutkan,'' kata Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap organisasi PDIP yang khusus membidik segmen muslim, Hamka Haq di Jakarta kemarin (26/5). Menurut dia, Megawati datang ke Ambon saat orang-orang masih berada di pengungsian. ''Bahkan, bara api dan asap masih tampak,'' kata tokoh dari Indonesia Timur itu. (pri/tof [Non-text portions of this message have been removed]

