Pro kontra terus terjadi apakah Boediono penganut neoliberalisme atau tidak. Menarik tulisan Revrisond Baswir, (kala itu) Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Yogyakarta, yang dimuat Media Indonesia 28 Februari 2007, berjudul "Jalan Neoliberal Pak Bud". Artikel itu merupakan tanggapan atas pidato pengukuhan Boediono sebagai guru besar ekonomi di Universitas Gadjah Mada (24/2 2007).
Berikut cuplikan dari artikel Revrisond Baswir yang cukup menarik : "Berbagai studi yang diacu Boediono mengenai hubungan antara tingkat pendapatan per kapita dan demokrasi, saya kira lebih tepat dipahami sebagai preskripsi, yaitu untuk memuja pertumbuhan ekonomi dan melancarkan pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal di negara-negara dunia ketiga" Sebagai penutup, ada baiknya saya kemukakan, walaupun saya dan Pak Bud (demikian saya biasanya menyapa beliau), sama-sama berasal dari Fakultas Ekonomi UGM, sudut pandang kami dalam melihat perekonomian Indonesia bertolak belakang 180 derajat. Khusus mengenai substansi pidato yang disampaikannya, saya merasa agak kesulitan menemukan pribadi Boediono yang pada awal 1980-an pernah menjadi sahabat dekat Prof Mubyarto. Yang terasa menonjol dalam pidato tersebut ialah pribadi Boediono sebagai sahabat dekat William Liddle, yang menurut informasi yang saya peroleh, memang turut terlibat sebagai pembahas penulisan isi pidato itu. Akhirul kalam, saya ucapkan selamat kepada Pak Bud. Semoga perbedaan sudut pandang ini tidak mengganggu kehangatan persahabatan kita. (dikutip dari http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/fokus/artikel.php?aid=16091) sg [Non-text portions of this message have been removed]

