Harusnya saya yang tanya ke pak Bambang karena kerja di Majalah Tempo pusat pencari berita...:)
Kita lihat beberapa kriteria Neoliberalis dari Chatib Basri: ==== M Chatib Basri, dosen ekonomi Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa neoliberalisme adalah paham atau aliran yang memberikan peran sangat besar pada pasar dengan cara liberalisasi, privatisasi. http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/26/1423019/isu.boediono.neoliberal.tidak.relevan ==== Jadi beberapa kriterianya adalah privatisasi, pencabutan subsidi barang (mis: BBM). Nah dari situ, negara yang aktif melakukan Privatisasi dan mencabut subsidi barang adalah: AS, Indonesia, Inggris, dsb. Rata2 pada kolaps sekarang...:) Obama bahkan mengeluhkan layanan kesehatan yang makin mahal karena naik 4 x lipat lebih besar ketimbang gaji sehingga dia sekarang minta rakyat AS memberi dukungan guna mereformasi kebijakan kesehatan yang saat ini sangat Neoliberalis dan menyengsarakan rakyat. Sebaliknya negara Ekonomi Kerakyatan yang menasionalisasi Industri strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak serta kekayaan alamnya adalah: Arab Saudi dan Venezuela. http://infoindonesia.wordpress.com/2009/01/16/arab-saudi-dan-venezuela-nasionalisasi-perusahaan-minyak-kapan-indonesia/ Sekarang boleh dikata Arab Saudi dan Venezuela hidup makmur. Penghasilan Arab Saudi meningkat pesat sejak menasionalisasi perusahaan minyak ARAMCO tahun 1974 sehingga bisa memakmurkan rakyatnya. Ketika saya berkunjung ke Arab Saudi tahun 1983, di sana sekolah dari SD hingga Universitas bukan hanya gratis. Tapi diberi uang saku. Rumah sakit dan listrik gratis. Itulah contoh ekonomi yang mengayomi rakyatnya. Mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya di Indonesia, karena 90% kekayaan alam kita dikuasai asing, maka para CEO perusahaan migas asing bergaji milyaran rupiah per bulan. Sebagai contoh: - Rex W. Tillerson, CEO Exxon Mobil kompensasinya $4.12 Juta/tahun. Pendapatan Exxon US$ 452 milyar atau Rp 4.900 trilyun/tahun. - David J. O’Reilly, CEO Chevron kompensasi $7.82 juta/tahun. Pendapatan Chevron US$ 177 milyar/tahun http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue Jadi gaji SATU ORANG CEO perusahaan migas yang di antaranya beroperasi di Indonesia bisa mencapai Rp 86 milyar/tahun. Itu sebagian dari kekayaan alam Indonesia. Jauh lebih besar ketimbang gaji presiden Indonesia yang tidak sampai Rp 1 milyar/tahun. Jadi tanpa korupsi, dengan gaji raksasa saja para CEO perusahaan migas yang menguras kekayaan alam bisa menikmati gaji Rp 86 milyar lebih/tahun. Padahal banyak pejabat kita yang gajinya kurang dari Rp 300 juta/tahun. Begitu korupsi Rp 2 milyar saja, langsung diberitakan dan dipermalukan di depan umum. Cuma orang asing lebih pintar. Mereka pasang saja gaji raksasa meski asalnya dari kekayaan alam kita. Jadi tanpa perlu korupsi, pendapatan mereka bisa 40 kali lipat lebih besar dari koruptor di sini. Sementara gaji pejabat Indonesia jauh di bawah mereka. Rakyat Indonesia lebih parah lagi, banyak yang penghasilannya cuma rp 300 ribu/bulan atau kurang. Dan segelintir dapat bantuan cuma rp 100 ribu/bulan sampai pingsan karena harus antre berjam-jam. Saya harap Tempo bisa mencari lebih banyak lagi contoh2 negara Neoliberalis dan Ekonomi Rakyat. Mudah2an kita semua bisa memberi pencerahan kepada rakyat Indonesia agar mandiri. Bukan justru membodohi rakyat dan jadi antek asing. === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Kam, 28/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: RE: [LISI] Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 28 Mei, 2009, 8:16 PM Bisakah beri contoh negara penganut neoliberal dan penganut ekonomi kerakyatan? Terima kasih. Bhm Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: A Nizami <nizam...@yahoo. com> Date: Fri, 29 May 2009 09:42:19 To: <ekonomi-nasional@ yahoogroups. com>; ekonomisyariah<ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>; <ppiin...@yahoogroup s.com>; lisi<l...@yahoogroups. com>; <sab...@yahoogroups. com>; Indonesia Raya<indonesiaraya@ yahoogroups. com> Subject: [LISI] Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000 11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan FAO, MS Encarta 2006 Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/ Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghila ngan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC. “Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN. Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran adalah contoh utama. Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi minyak. Harga Minyak Terus Meroket Harga Minyak Terus Meroket Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 144/brl (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun! Hasil pelaksanaan Neoliberalisme di Indonesia Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate). Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI. Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.670/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme. Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun). Barang Harga 2005 Harga 2008 Kenaikan Premium 1.810 6.000 231% Beras 3.000 6.000 100% Angkutan Umum 1.000 2.500 150% Minyak Goreng 4.500 13.000 189% UMR 635.000 972.000 53% Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat = Pemiskinan Massal. Rata2 kenaikan harga barang 168% > kenaikan UMR 53%. Kenaikan BBM 30% -> Pengangguran naik 16,92% http://www.ppk. lipi.go.id/ informasi/ berita/berita_ detil.asp? Vnomer=986 Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik 16% (jadi 256.431 kasus) setelah kenaikan harga BBM tahun 2005 (Kompas, 28-5-2008 ). http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 05/28/14074576/ lipi.kenaikan. bbm.picu. kriminalitas Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta. Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun). Neoliberalisme menjual produk kepada orang yang mampu membeli. Bukan yang membutuhkan. Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah, uang, Sumber Daya Alam, dan sebagainya. Rakyat nyaris tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha/BUMN. Sementara mayoritas petani lahannya < 0,4 hektar (Bank Dunia). 90% Migas Indonesia dikuasai Perusahaan Asing. Tambang Emas dan Tembaga Papua dikuasai Freeport. Sumber daya alam dikuasai dan dinikmati MNC. Bukan oleh rakyat. UKM hanya dapat pinjaman < Rp 7 trilyun/tahun Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI -> Rp hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham. Untuk mendapat US$ Negara Berkembang harus usaha seperti menjual hasil tambang atau memproduksi barang. Sementara AS tinggal “Print” atau mencetak uang! Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) < US$ 1/hari. Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya < daripada tahun 1989. Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah (Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft® Encarta® 2006) Sejak 1994-1998, nilai kekayaan 200 orang terkaya di dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi > US$ 1 Trilyun. Aset 3 orang terkaya di dunia > dari GNP 48 negara terbelakang (The United Nations Human Development Report, 1999) Ada alternatif ekonomi yang lebih baik untuk rakyat ketimbang sistem Neoliberalisme. Sistem Ekonomi Alternatif ini memberikan keadilan dalam pembagian modal dan sumber daya alam serta harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau bagi rakyat. Sistem Ekonomi Islam, Sosialis, atau Pancasila memberi negara wewenang untuk mendistribusikan modal dan SDA. Sistem ini juga memberi negara hak untuk menguasai dan mengelola faktor produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara pada sistem Neoliberal, itu dikuasai oleh MNC yang hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan merampas modal dan SDA dari rakyat. Anda bisa mendownload file Presentasi NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila di: http://infoindonesi a.wordpress. com Anda bisa memperbaiki dan mempresentasikannya untuk memberikan pencerahan kepada rakyat bagaimana berbahayanya Sistem Ekonomi Neoliberalisme dan sebenarnya ada banyak Alternatif untuk menggantikannya. Tentu presentasi ini ada kekurangannya. Anda bisa mengirimkan masukan/koreksi ke agusniz...@yahoo. com.sg. Insya Allah Perbaikan dan koreksi akan diupload di: http://infoindonesi a.wordpress. com Referensi: * ”Ekonomi Islam Vs Ekonomi Neo-Liberal”, M. Arif Adiningrat dan Farid Wadjdi * LIPI * Kompas === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media- islam.or. .id Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo..com/ pingbox/ ------------ --------- --------- ------ ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah forum untuk menggagas dan mempertukarkan ide-ide baru serta mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. Dalam LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis dari beragam perspektif yang memungkinkan proses pembelajaran secara kolektif demi pengembangan wawasan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya. ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= 1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: LISI-unsubscribe@ yahoogroups. com 2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: LISI-subscribe@ yahoogroups. com 3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman attachment file tidak dimungkinkan melalui milis ini. 4. Bahasa Resmi LISI: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari "posting a la chating". ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Dear LISIers...." you may disagree with somebody's way of thinking...but please be careful of what you are writing in order not to hurt somebody's feelings..." .. The moderator is always wishing you an enjoyable and inspiring discussion with LISI...:-) Selamat beradu argumentasi di tataran logika.....:- ) ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -Yahoo! Groups Links Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/ [Non-text portions of this message have been removed]

