Refleksi : Kalau menurut Sinar Harapan 17 April 2009 dikatakan  bahwa "banyak 
caleg yang menderita gangguan jiwa". Rupanya ini adalah  akibat mereka  tidak 
dapat menduduki kursi empuk pemberi rejeki berlimpah-limpah.


http://www.antara.co.id/arc/2009/5/29/bunuh-diri-karena-gagal-jadi-anggota-dprd/

29/05/09 16:16

Bunuh Diri Karena Gagal Jadi Anggota DPRD


Malang (ANTARA News) - Gagal menjadi wakil rakyat, seorang calon legislatif 
(caleg) DPRD Kabupaten Malang, Yoga Suherman (51), Jumat, diduga bunuh diri.

Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang tinggal di Jalan A. Yani Desa 
Sumberporong Kecamatan Lawang Kabupaten Malang itu ditemukan dalam kondisi 
leher terikat sprei dan terbujur kaku di lantai kamar tidur sekitar pukul 07.30 
WIB.

"Anak sulungnya, Mirna, menjadi orang pertama yang melihat korban sudah 
terbujur kaku dengan celana pendek dan kaos warna merah," kata Sunarko, salah 
satu kerabat korban.

Dia juga mengemukakan, Mirna (21) langsung berinisiatif memotong tali seprei 
yang diikat ke jendela nako. Dia juga meminta tolong pada tetangga untuk 
mendobrak pintu yang dikunci dari dalam.

Sunarko mengaku korban tidak pernah mengeluh meski kalah dalam Pemilu 
legislatif.

"Kami kaget ketika mengetahui Yoga bunuh diri, sebab selama ini Yoga cukup baik 
dan siap membantu saudara maupun tetangga. Yoga orangnya juga tidak banyak 
bicara," katanya.

Korban, kata Sunarko, adalah Caleg  DPRD Kabupaten Malang namun tidak terpilih. 
Sunarko juga mengatakan korban  sejak tiga bulan terakhir menganggur karena 
gagal dalam bisnis kontraktornya di Surabaya.

Menurut Sunarko,  sehari sebelum ditemukan dalam keadaan tewas, korban yang 
punya tiga anak tersebut berbicara kepada istrinya, Ermayanti (49).

Saat itu korban mengaku  depresi karena kehilangan perkerjaan dan kegagalannya 
dalam Pemilu.

Korban sejak Kamis (28/5)  pukul 23.00 WIB mengurung diri dalam kamar dan 
mengunci pintu kamar dari dalam.

Kapolsek Lawang AKP Sulchan, mengemukakan kematian korban murni bunuh diri 
dengan menggunakan tali sprei untuk mengikat leher.  Polisi membawa jenazah 
korban ke RSSA Malang untuk divisum. 

"Selain melalui visum, kami juga mengamankan kain sprei sebagai barang bukti," 
kata Sulchan.(*) 

COPYRIGHT © 2009

  a.. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke