http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1695/Default.aspx

PANGARMABAR BUKA RAKOR HARKAP JAJARAN KOARMABAR

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) adalah Komando Utama  Pembinaan 
Operasional (Kotama Binops) TNI Angkatan Laut yang menyelenggarakan penegakan 
hukum dan kedaulatan negara di laut khususnya di Kawasan Barat Indonesia  dan 
sebagai salah satu elemen pertahanan nasional, maka Koarmabar dituntut untuk 
mampu menghadirkan unsur-unsurnya di laut wilayah yurisdiksi nasional terutama 
di Kawasan Barat Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas keamanan, melindungi 
kepentingan nasional di dan lewat laut serta mendorong percepatan pembangunan 
nasional sektor kelautan.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) 
Laksamana Muda TNI Soeparno pada rapat koordinasi pemeliharaan kapal (Rakor 
Harkap) di Aula Yos Soedarso Markas Komando (Mako) Koarmabar Jalan Gunung 
Sahari Raya no 67 Jakarta Pusat, Senin (25/5). Turut hadir pada kegiatan ini 
Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Bambang 
Suwarto, Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksma TNI Dadi 
Suparta, Kepala Dinas  Komunikasi dan Peperangan Elektronika Angakatan Laut 
(Kadiskomlekal) Laksma TNI Tri Santosa dan Komandan Pangkalan Utama Angkatan 
Laut (Danlantamal) II Padang Laksma TNI Syarif Husein serta Pejabat Teras 
Koarmabar.

 

Pangarmabar mengatakan, bahwa Forum ini sangat penting dan strategik karena 
melalui Rakor Harkap ini kita akan menata baik pemikiran maupun langkah aksi di 
lapangan untuk satu tujuan yaitu meningkatnya kesiapan tempur unsur-unsur 
Koarmabar. Terkait dengan tujuan tersebut, maka akan terjadi sebuah proses 
multi sistem yang menyertai rangkaian proses pembinaan logistik di Koarmabar, 
yaitu peningkatan kemampuan pangkalan, pemberdayaan fasilitas pemeliharaan dan 
perbaikan (Fasharkan), menyiapkan sumber daya manusia (SDM) serta penataan 
sistem dan metode. Jika kita beda dengan PISO analisis, maka kegiatan yang kita 
selenggarakan ini merupakan sebuah proses untuk menyatukan dan membangun 
sinergi segenap penyelenggara logistik yang diarahkan pada peningkatan fire 
power Koarmabar.

 

“Kita ketahui bersama, bahwa pada tahun 2009 ini anggaran yang kita terima 
masih jauh dari yang diharapkan, namun demikian situasi seperti ini janganlah 
membuat kita pesimis dan kecil hati tapi justru semakin memacu semangat dan 
pikiran kita untuk mengambil langkah-langkah cerdas dalam menyiapkan 
unsur-unsur Koarmabar. Salah satunya adalah dengan memberdayakan kemampuan 
Fasharkan dan menggunakan produk barang maupun jasa buatan dalam negeri. Dengan 
mencermati perkembangan lingkungan strategik maka sudah saatnya bagi kita untuk 
menggunakan produk dalam negeri sebagai langkah nyata mewujudkan kemandirian 
nasional di sektor industri pertahanan”, jelas Pangarmabar.

 

Salah satu kiat untuk menyiasati keterbatasan dukungan anggaran yang kita 
hadapi saat ini menurut Pangarmabar, adalah dengan meningkatkan kualitas SDM 
agar mampu bekerja sebaik mungkin dengan mekanisme yang sehat agar hasilnya 
dapat dirasakan oleh organisasi. Tolok ukur SDM berkualitas adalah mereka yang 
mampu menggunakan sumber daya  secara efisien, tetapi memberikan  hasil yang 
seefektif mungkin.

 

Kiranya  hal ini tidak berlebihan untuk saya tekankan di dalam Rakor Harkap ini 
dapat menjadi  ajang untuk mencerdaskan SDM sekaligus membangun mekanisme yang 
sehat, sehingga terjadi komunikasi dua arah secara cair, terbuka dan santun. 
(Dispenarmabar)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke