http://www.antara.co.id/arc/2009/5/30/optimisme-bisnis-kuartal-ii-2009-meningkat/

30/05/09 13:39

Optimisme Bisnis Kuartal II 2009 Meningkat


Jakarta (ANTARA News) - Sentimen bisnis di Indonesia pada kuartal II 2009 
menunjukkan tingkat yang semakin positif dibanding kuartal I 2009, tercermin 
dari melonjaknya indeks optimisme bisnis (Business Optimism Indeks/BOI), 
demikian survei Dun Bradstreet (D&B) Indonesia, di Jakarta, Sabtu.

Dari enam indikator bisnis yang disurvei yaitu volume penjualan, laba bersih, 
harga jual, jumlah pesanan baru, tingkat persediaan, dan jumlah tenaga kerja, 
seluruhnya menunjukkan indeks positif.

"Jika pada kuartal I 2009 hanya empat indikator mengalami penurunan indeks 
optimisme bisnis, namun pada kuartal II 2009 seluruhnya bergerak ke arah 
positif," kata konsultan ekonomi D&B Indonesia, Robert A Simanjutak.

Saat peluncuran BOI tersebut, Robert menuturkan, survei dilakukan terhadap 200 
perusahaan berskala besar meliputi sektor manufaktur, agroindustri, keuangan 
dan perbankan, konstruksi, pertambangan, transportasi, perdagangan besar.

BOI volume penjualan (sales volume) pada kuartal II 2009 tercatat pada level 
minus tiga pesen, meningkat sebesar 17 poin persen dibanding kuartal I 2009.

Sebanyak 27 persen responden memperkirakan volume penjualan pada kuartal II 
2009 akan meningkat, 30 persen memperkirakan menurun, dan 42 persen menyatakan 
bahwa volume penjualan akan stagnan.

"Naiknya indeks optimisme bisnis pada volume penjualan didorong peningkatan 
sejumlah sektor seperti konstruksi, keuangan, agribisnis, dan jasa-jasa 
lainnya. Sedangkan sektor yang penurunan meskipun kecil adalah manufaktur dan 
pertambangan," kata Robert.

Ditegaskannya, dampak krisis mendorong penurunan ekonomi nasional akibat 
melemahnya permintaan luar negeri, namun hal itu dapat ditopang oleh tingginya 
permintaan dalam negeri.

Pada indikator perkiraan harga jual (selling price), D&B Indonesia mencatat BOI 
sebesar 5 persen, melonjak dari periode sebelumnya sebesar 4 persen.

Sebanyak 23 persen responden memperkirakan pada kuartal II 2009 akan terjadi 
peningkatan harga jual produk, 18 persen menyatakan harga jual menurun, dan 58 
persen menyebutkan tidak ada perubahan.

Dari sisi ketenagakerjaan (employees), BOI tercatat pada level 11 persen pada 
kuartal II 2009 meningkat sebesar delapan persen dibanding kuartal I 2009.

Sebanyak 22 persen responden memperkirakan terjadi peningkatan tenaga kerja di 
perusahaan, sedangkan 11 persen memprediksi bahwa jumlah tenaga kerja akan 
menurun.

Sektor transportasi dan jasa keuangan merupakan sektor yang diperkirakan makin 
banyak menambah jumlah tenaga kerja.

"Optimisme indeks yang positif pada parameter harga jual dan pertumbuhan jumlah 
tenaga kerja, mencerminkan gabungan peningkatan kepercayaan bisnis dan upaya 
pemerintah menjalankan kebijakan stimulus," kata Robert.

Saat yang bersamaan, D&B Indonesia juga melaporkan bahwa sebanyak 27 persen 
responden memperkirakan tingkat pesanan baru terhadap barang-barang produksi 
akan meningkat, sebanyak 33 persen memperkirakan pesanan akan turun.

BOI tingkat pesanan barang (new orders) selama April-Juni 2009 tecatat minus 
enam persen turun, meningkat 12 poin persen dibanding tiga bulan pertama 2009.

Sementara itu indeks BOI tingkat persediaan barang (inventory levels) kuartal 
II 2009 tercatat sebesar minus 1 persen dibanding minus 6 persen dibanding 
kuartal sebelumnya.

Sedangkan ekspektasi BOI laba bersih (net profits) bertengger pada level minus 
17 persen, meningkat sebesar 7 poin persen dari sebelumnya.

Sebanyak 24 persen responden meyakini bahwa akan mencetak peningkatan laba 
bersih, sementara 41 persen memproyeksikan terjadi penurunan laba bersih.

Referensi bisnis

Manager Country D&B Indonesia, Syahnan Poerba mengatakan, peluncuran hasil 
survei BOI di Indonesia merupakan pertama kali sekaligus pelopor di Asia 
Tenggara.

BOI yang dipublikasi setiap kuartal itu menjadi satu ukuran kepercayaan bisnis 
dalam ekonomi suatu negara yang didasarkan pada survei, demi mengetahui indeks 
ekspektasi bisnis sekaligus sebagai cara efektif mengetahui persepsi pelaku 
bisnis terhadap kondisi ekonomi.

"Kami berharap BOI ini menjadi referensi bagi investor untuk mengambil 
keputusan bisnis," ujar Syahnan.

D&B Indonesia merupakan mitra lokal dari D&B yang berbasis di Amerika Serikat, 
perusahaan terkemuka yang menyediakan layanan meliputi "business to business 
credit", pemasaran dan pertukaran informasi dan layanan manajerial.

Secara global D&B juga menyediakan layanan database komersial 145 ribu 
perusahaan di lebih 200 negara, dengan penyajian informasi dalam 95 bahasa, dan 
memantau pergerakan secara penuh terhadap 186 nilai tukar mata uang dunia.

"Kami berkomitmen dapat menyediakan data dan informasi secara akurat, 
komprehensif untuk para pengguna layanan D&B di seluruh dunia, khusus di 
Indonesia," katanya. (*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke