http://www.lapanrb.org/index.php?option=com_content&view=article&id=73:rabu-29-april-2009&catid=38:news
 
IPB-LAPAN-BAKOSURTANAL Bekerjasama Kembangkan Satelit Mikro  

BOGOR -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian 
Bogor (LPPM-IPB) bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional 
(LAPAN) dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) 
menjalin kerjasama pengembangkan satelit mikro.

"Dalam kerjasama itu, secara khusus IPB diminta berkontribusi dalam hal 
aplikasi ke aspek pertanian, khususnya pangan," kata Kepala LPPM IPM Prof Dr Ir 
Bambang Pramudya, M.Eng di Bogor, Rabu.

Terkait hal itu, kata dia, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan 
Wilayah (P4W) LPPM IPB bekerjasama dengan LAPAN dan BAKOSURTANAL menggelar 
semiloka Geomatika-SAR Nasional 2009, pekanlalu. Menurut Bambang Pramudya, 
pemahaman tentang karakteristik pangan dan yang terkait diharapkan dapat 
membantu pihak LAPAN mendisain bentuk algoritma maupun disain konstruksi citra 
satelit yang dibutuhkan.

Ia menjelaskan, di IPB sendiri bentuk implementasi yang dilakukan adalah 
mengalokasikan sejumlah dana untuk mendukung riset tersebut pada anggaran tahun 
2009.

Menurut dia, penginderaan jauh sudah menjadi bagian kurikulum pendidikan pada 
lima fakultas di IPB, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas 
Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) dan 
Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA).

Sementara itu, Kepala P4W LPPM IPB Dr Ernan Rustiadi menjelaskan, kegiatan 
semiloka tersebut bertujuan mengoreksi arah penginderaan jauh Indonesia menuju 
paradigma seimbang Optik-SAR.

Di samping itu, juga mendiskusikan pertimbangan perbaikan pendidikan 
penginderaan jauh untuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), dan mengkaji 
tonggak pencapaian geomatika Indonesia dalam percaturan internasional dan 
nasional, baik dalam konteks penyediaan data, serta analisis pemanfaatan data 
dan informasi.

Pada semiloka itu disajikan 22 makalah yang mencakup tiga materi makalah kunci 
yang bersifat kebijakan.

Makalah kebijakan terbagi tiga kelompok, yaitu terkait dengan kurikulum dan 
pengembangan SDM, perkembangan dan masalah dalam penyediaan data terkait dengan 
radar, serta perkembangan dan masalah terkait dengan pemanfaatan data di 
Indonesia.

Masing-masing makalah diwakili oleh lembaga yang mempunyai kompetensi dalam 
materi tersebut.

Sedangkan 19 makalah lainnya terkait dengan isu teknis, mulai dari aspek yang 
bersifat mendasar dalam citra optik dan non-optik, dan juga aplikasinya.

Makalah aplikasi antara lain dalam hal penggunaan lahan, kenampakan lahan bekas 
terbakar, penyebaran penyakit, lahan, dan aspek air/kelautan.
 
Sumber : republika online ( Rabu, 24 April 2009)  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke