http://www.antara.co.id/arc/2009/5/29/penemuan-gunung-api-merupakan-terbesar-di-indonesia/
29/05/09 17:53
Penemuan Gunung Api Merupakan Terbesar di Indonesia
Jakarta (ANTARA News) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Badan geologi, Bandung menilai penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meter
merupakan gunung api terbesar di Indonesia.
"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar
3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu
tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan
gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung,
Surono, di Jakarta, Jumat.
Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di Barat daya Sumatera, 330km
dari Bengkulu, di kedalaman 5.900 meter dan puncaknya ada di kedalaman 1.280
meter dari permukaan laut serta memiliki diameter 50 km.
Menurut dia, para peneliti harus penelitian lebih lanjut untuk mengetahui
kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki
lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.
Menurut dia, bila gunung itu merupakan gunung merapi, maka sangat berbahaya
bila meletus karena gunung yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan
gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu perlu ada
perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.
"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi
gunung tersebut. Serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu,
sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
(BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut
de Physique Globe) Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.
Ia memprediksi gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali
meletus, sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar
seperti sekarang ini.
Sebelumnya, Riset Kelautan BPPT, LIPI, Departemen ESDM dan CGGVeritas serta IPG
(Institut de Physique du Globe) Paris menemukan adanya gunung api raksasa bawah
laut dengan diameter mencapai 50km dan tinggi sampai 4.600 meter di 330km arah
barat Kota Bengkulu.
"Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia tak ada gunung
setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua," kata Direktur Pusat Teknologi
Inventarisasi Sumber Daya Alam, BPPT, Yusuf Surachman kepada wartawan di
Jakarta, Kamis (28/5).
Gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, ia
mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api tersebut.
"Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus," katanya.
Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGGVeritas
itu merupakan yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15
km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.
Tujuan dari survei tersebut untuk mengetahui struktur geologi dalam (penetrasi
sampai 50km), meliputi Palung Sunda, Prisma Akresi, Tinggian Busur Luar (Outer
Arc High) dan Cekungan Busur Muka (Fore Arc Basin) perairan Sumatera.
Sejak kejadian gempa dan tsunami pada akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan
lainnya, banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumtera yang menarik
minat banyak peneliti asing.
Tim ahli dari Indonesia, AS dan Perancis kemudian bekerjasama memetakan
struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme
gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).(*)
[Non-text portions of this message have been removed]