Harga-harga komoditas pun akan naik harganya dalam dolar AS. Negara-negara di 
Asia akan berusaha menahan laju pelemahan dolar AS, untuk mendorong ekspornya. 
Untuk sementara, konsumen AS tetap dimanjakan dengan dolar AS  yang masih 
relatif kuat.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/05/29/15215657/morgan.stanley.akhir.tahun.dollar.as.bakal.keok.lagi


Morgan Stanley: Akhir Tahun, Dollar AS Bakal Keok Lagi

Jumat, 29 Mei 2009 | 15:21 WIB

HONGKONG, KOMPAS.com — Morgan Stanley meramalkan, pergerakan dollar AS akan 
terus mengalami pelemahan sekitar 10 persen lagi pada akhir tahun ini. Kondisi 
tersebut akan mendorong trader untuk lebih memburu yuan China yang belakangan 
menunjukkan tren penguatan.

“Jika para pelaku pasar mulai memercayai keoknya dollar AS secara drastis, akan 
muncul pertanyaan tentang kestabilan patokan mata uang dollar. Adanya kenaikan 
dalam arus modal pada kondisi saat ini akan terus mendorong posisi yuan,” kata 
tim Morgan Stanley yang dipimpin oleh Yilin Nie dalam hasil risetnya yang 
dirilis kemarin.

Asal tahu saja, Dollar Index yang mengukur pergerakan harga dollar terhadap 
euro, yen, poundsterling, franc Swiss, dollar Kanada, dan krona Swedia melorot 
3,7 persen pada minggu lalu. Pelemahan tersebut diakibatkan adanya kekhawatiran 
penurunan kredit rating AS yang saat ini di level AAA akibat penjualan obligasi 
yang menembus rekor.

Morgan Stanley lantas merekomendasikan agar para investor membeli yuan China 
dan dollar Hongkong ke depannya. Sebab, kedua mata uang ini pergerakannya cukup 
stabil, bahkan cenderung menguat.

Asal tahu saja, China memang terus menjaga apresiasi yuan sejak Juli lalu untuk 
mendiring tingkat ekspornya. Kebijakan tersebut dilakukan setelah tingkat 
pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan menjadi 6,1 persen pada kuartal 
pertama lalu. Ini merupakan yang paling lambat dalam satu dekade terakhir.

Selain kedua mata uang tersebut, Morgan Stanley juga memberikan rekomendasi 
untuk membeli yen, dollar Kanada, dan krona Norwegia dibandingkan dollar. 
(Barratut Taqiyyah/Kontan)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke