Bisa tetap dipakai kalau diurus dengan baik. Contohnya Rusia itu masih memakai 
Tu 160, TU 22 dari zaman perang dingin. USA juga masih pakai pesawat B-52 waktu 
serang di Irak perang teluk I dan ke II. B 52 ini terkenal pada perang di 
Vietnam yang berakhir pad tahun 1975.

Kapal perang masih dipakai Rusia : Admiral Kuznetzow. USA, kapal induknya ada 
yang dari tahun 1950.

Semua ini bisa ada karena pengurusan dan pemeliharan baik yang dilakukan oleh 
adanya tenaga teknisi  terdidik, terlatih dan ahli. Jadi SDM cukup banyak dan  
didukung institusi pendidikan dan penyelidikan  bermutu tinggi.

Indonesia susah, kapal selam yang dibeli dari Jerman, kalau maru reparsi besar 
harus dibawa ke Korea Selatan. 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami 
  To: [email protected] ; [email protected] ; lisi 
  Sent: Monday, June 01, 2009 9:31 AM
  Subject: [ppiindia] Harusnya Indonesia Bisa Buat Sendiri - Bls: 
[ekonomi-nasional] Pemeliharaan Alutsista Tua Harus Dihentikan





  Memang sih pesawat/tank yang sudah berumur 20 tahun digrounded saja jadi besi 
tua. Jangankan dipakai perang, belum ketembak saja bisa jatuh/tenggelam sendiri.

  Harga Kapal Korvet dari Belanda hampir rp 1,5 trilyun per buah. Padahal 
Belanda itu cuma 16 juta penduduknya sementara kita 240 juta jiwa dan miskin. 
Harusnya PT PAL bisa bikin dengan harga separuhnya.

  Kemudian untuk Pesawat Hercules, harusnya IPTN bisa membuatnya dgn harga 
separuhnya juga.

  Pesawat tempur F22 harganya Rp 1,3 trilyun/buah. Sementara Iran sudah bisa 
buat pesawat sendiri. Lihat gambarnya di:
  http://media-islam.or.id/2008/03/31/gambar-pesawat-tempur-iran-saeqeh

  Kapan Indonesia bisa bikin pesawat tempur sendiri?

  ===

  Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

  http://media-islam.or.id

  --- Pada Ming, 31/5/09, mundo <[email protected]> menulis:

  Dari: mundo <[email protected]>
  Topik: [ekonomi-nasional] Pemeliharaan Alutsista Tua Harus Dihentikan
  Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
  Tanggal: Minggu, 31 Mei, 2009, 11:47 PM

  *Buletin Elektronik* *www.Prakarsa- Rakyat.org*

  *SADAR *

  *Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi*

  * Edisi: 208 Tahun V - 2009

  Sumber: www.prakarsa- rakyat.org*

  ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

  *PEMELIHARAAN ALUTSISTA TUA HARUS DIHENTIKAN*

  *Oleh Oslan Purba **

  Peristiwa jatuhnya pesawat Hercules C-130 bernomor A-1325 di Desa 

  Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang terjadi pada 

  20 Mei 2009 lalu telah mengakibatkan bertambahnya kembali korban tewas 

  di kalangan TNI setelah sebelumnya dua pesawat angkut TNI AU juga 

  mengalami kecelakaan /total lost/; Cassa C-212 di Gunung Salak Bogor 

  (Juni 2008) dan Fokker F-27 di Bandung (April 2009). Selain bertambahnya 

  korban jiwa, peristiwa ini juga telah mengurangi jumlah pesawat TNI AU 

  yang layak terbang (operasi). Berbagai tanggapan, respon dan opini 

  bermunculan, faktor manusia, alat utama sistem persenjataan (alutsista) 

  yang sudah tua, minimnya anggaran hingga kanibalisme suku cadang dan 

  pasar gelap dalam pengadaan komponen pesawat terbang.

  Selengkapnya:

  http://www.prakarsa -rakyat.org/ download/ Buletin%20SADAR/ SADAR%20208% 
20tahun%20V% 202009.html

  *webmas...@prakarsa -rakyat.org <http://www.prakarsa -rakyat.org> *

  [Non-text portions of this message have been removed]











  Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke