Refleksi : Moto moto  ajinomoto ! "The return of  Ajinomoto-san issue", akan 
segera muncul di layar Anda :-))


http://www.republika.co.id/berita/51470/Manfaat_Penggunaan_MSG_dalam_Makanan

Manfaat Penggunaan MSG dalam Makanan
By Republika Newsroom
Jumat, 22 Mei 2009 pukul 07:01:00 
 
Hampir semua orang tahu bahwa penambahan MSG pada makanan menyebabkan rasa 
makanan menjadi sedap. Rasa sedap ini sebenarnya bukan hanya sekedar kenikmatan 
cita rasa pada lidah kita saja. Rasa sedap dari MSG yaitu rasa umami ternyata 
secara fisiolois berkaitan erat dengan pencernaan makanan yang pada akhirnya 
juga mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Adanya umami dalam makanan menyebabkan 
otak mendapatkan sinyal dari reseptor dilidah dan lambung yang memicu produksi 
kelenjar pencernaan yang lebih baik bagi kelancaran proses pencernaan makanan.

Rasa umami dari MSG dapat menyedapkan berbagai makanan, baik makanan Indonesia 
maupun makanan internasional. MSG efektif dalam menyedapkan makanan yang secara 
total memiliki rasa asin dan rasa asam, seperti bakso kuah dan sayur asam. 
Namun, penambahan MSG pada sirop manis dan obat yang pahit tidak akan 
menyedapkan kedua bahan yang memiliki rasa manis dan pahit ini.

Meskipun MSG mengandung natrium,namun MSG bukanlah penyumbang utama natrium 
dalam makanan yang perlu dihindari oleh penderita darah tinggi atau penyakit 
jantung.Penyumbang utama natrium dalam makanan pada umumnya adalah garam. 
Kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari natrium dalam garam. 
Pengurangan garam dalam makanan menyebabkan berkurangnya rasa enak makanan yang 
akhirnya menimbulkan resiko kekurangan asupan gizi. 

Namun demikian, penambahan sedikit MSG pada makanan yang dikurangi garamnya 
dapat menurunkan kadar natrium dalam makanan hingga 40% tanpa mengurangi rasa 
enak makanan. 
Makanan yang kurang garam ini tidak saja baik bagi penderita darah tinggi dan 
penyakit jantung, tapi juga bermanfaat bagi orang yang sehat karena dengan 
menkonsumsi makanan ini mereka dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit 
tersebut.


Ada yang menganggap bahwa jalan pintas untuk mendapatkan makanan yang sedap 
adalah dengan menambahkan MSG dan semakin banyak ditambahkan rasa makanan akan 
semakin enak. Ini bukanlah hal yang benar. MSG tidak dapat memperbaiki makanan 
yang tidak dimasak dengan baik atau bercita rasa buruk. Demikian pula, sama 
seperti halnya pemakaian garam yang terlalu banyak, penambahan MSG yang terlalu 
banyak juga tidak menyedapkan rasa. 

Dosis optimum MSG sebenarnya tergantung dari kandungan glutamat dalam 
bahan-bahan makanan yang digunakan. Dosis tersebut berada pada kisaran 0.2% - 
0.8% dari volume makanan yag dimakan. Jika makanan memakai bahan-bahan yang 
kaya glutamat seperti kecap, terasi dan saos tomat, maka lebih sedikit  MSG 
diperlukan dibandingkan dengan tidak digunakannya bahan-bahan tersebut.  
Penggunaan berdasarkan dosis inilah yang dimaksudkan oleh pedoman makanan 
internasional sebagai "Acceptable Daily Intake Not Specified" atau 
"Secukupnya"menurut BPOM. Penggunaan MSG yang melebihi dosis optimum, walaupun 
tidak membahayakan kesehatan, tetapi ini tidak realistis karena tidak wajar 
orang senang memakan makanan yang tidak sedap akibat penggunaan seperti ini.    






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke