http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=6097
AS-202 Bravo Terbang NJS Transit di Lanud Iswahjudi
Pentak Lanud Iwj, 6/3/2009
*Tiga Pesawat AS-202 Bravo melaksanakan terbang formasi dalam rangka terbang
Navigasi Jarak Sedang di Lanud Iswahjudi, Rabu (3/6). ( Foto : Pentak Lanud
Iswahjudi)
Setelah selesai melaksanakan latihan terbang Navigasi Jarak Dekat (NJD) selama
4 hari (27 s.d. 30 Mei 2009) dengan rute Lanud Adisoemarmo ke Lanud Iswahjudi,
sejumlah Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) PSDP (Prajurit Sukarela Dinas
Pendek) TNI angkatan 24 tahun 2009 melaksanakan latihan terbang Navigasi Jarak
Sedang (NJS) menggunakan pesawat latih AS-202/Bravo dan transit di Lanud
Iswahjudi, Magetan, mulai hari Minggu (31/5).
Latihan terbang Navigasi Jarak Sedang (NJS) telah berlangsung selama empat hari
mulai tanggal 31 Mei s.d. 3 Juni 2009 dengan menempuh rute dari Lanud
Adisoemarmo, Solo, Lanud Iswahjudi diteruskan ke Lanud Juanda Surabaya.
Sebaliknya, dari Lanud Juanda kembali ke Lanud Iswahjudi dan berakhir di Lanud
Adisoemarmo, Solo.
Melibatkan sembilan siswa dari 17 Siswa Sekbang PSDP angkatan 24 tahun 2009,
sepuluh instruktur pemantau dan sepuluh pesawat latih mula AS-202 Bravo,
Skadron Pendidikan (Skadik) 101 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Komandan Skadron Pendidikan (Skadik) 101 Letkol Pnb M. Dadan Gunawan usai
mendarat dengan pesawat AS-202/Bravo yang diterbangkan dari Surabaya, Rabu
(3/6) pada saat istirahat di Dispatch Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi
mengatakan bahwa Skadik 101 masuk dalam jajaran Wingdik Terbang 1 yang
bermarkas di Lanudadisoetjipto, Yogyakarta, mengemban tugas mendidik/melatih
para siswa Sekbang mampu terbang solo (mandiri) tahap pemula, sebagai bekal
menempuh tahap berikutnya yaitu terbang dasar menggunakan pesawat T-34 Charlie
di Skadik 102.
Lebih lanjut Perwira lulusan AAU tahun 1992 dan Sekbang Angkatan 48 ini
mengatakan bahwa NJD/NJS merupakan fase-fase akhir bina terbang latih dasar
Sekolah Penerbang dengan pesawat AS-202/Bravo Skadik 101 Lanud Adisoetjipto.
Sebelum terbang NJD/NJS para siswa penerbang ini harus menempuh program
persiapan di darat, manuver dasar, pattern, instrument, aero, formasi dan round
robin. NJS itu sendiri merupakan program pembelajaran diluar
aerodrome/pangkalan udara basis, ujarnya.
[Non-text portions of this message have been removed]