http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/02/13443673/demi.kelapa.sawit.gajah-gajah.dibantai
Demi Kelapa Sawit, Gajah-gajah Dibantai
Selasa, 2 Juni 2009 | 13:44 WIB
PEKANBARU, KOMPAS.com — Sebanyak tiga ekor gajah ditemukan mati di areal
konsesi PT Rimba Peranap Indah (RPI), anak perusahaan PT Riau Andalan Pulp and
Paper (RAPP), dan diindikasikan karena diracun, demikian dikatakan Kabid
Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Rengat Edy Susanto.
"Perusahaan seharusnya bertanggung jawab terhadap keselamatan gajah ini karena
lokasi tempat mereka ditemukan mati merupakan daerah jelajahnya. Tiga ekor
gajah mati dilokasi RPI dengan indikasi karena racun," ujar Edy di Rengat,
Selasa (2/6).
Ia mengatakan, bangkai seekor gajah yang baru ditemukan pada Senin kemarin
merupakan kawanan dari dua ekor gajah yang ditemukan pada Kamis lalu di lokasi
Hutan Tanaman Industri (HTI) PT RPI.
Semula ditemukan dua ekor yang telah menjadi bangkai. Pada Senin kemarin, tidak
jauh dari dua bangkai gajah ditemukan lagi satu ekor bangkai gajah dewasa yang
membusuk. Kematian gajah-gajah ini karena diracun atau memakan sesuatu bahan
yang berbahaya.
Dua ekor gajah yang ditemukan pada pekan lalu telah diotopsi, namun hasilnya
belum diketahui karena sampel organ dalam bangkai gajah tersebut dikirim ke
Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional II Bukit Tinggi dan
BPPV Bogor.
"Lokasi gajah mati tersebut di hutan akasia dan tidak jauh dari lokasi
perkebunan sawit yang berbatasan dengan HTI," katanya.
Lokasi matinya tiga ekor hewan yang dilindungi itu merupakan kawasan
perusahaan, begitu juga areal perkebunan tanaman sawit yang tidak jauh dari
tempat kejadian perkara (TKP) merupakan areal konsesi PT RPI.
Tanaman sawit dikelola masyarakat dengan bantuan PT Perkebunan Nusantara (PN)
V. Menurut Edy, baik pihak perusahaan maupun masyarakat berkilah kawanan gajah
selalu mendatangi lokasi perusahaan tersebut dan selalu pula tanaman sawit
habis dimakan gajah. Lokasi perkebunan kelapa sawit ini dulunya hutan dan
tempat habitat gajah.
"Gajah yang ditemukan mati ini merupakan kelompok gajah yang memiliki home
range (daerah jelajah) dari Peranap-Tesso Nilo-Kuantan Singingi. Rute yang
mereka lalui tetap, namun hewan ini tidak melihat terjadinya perubahan fungsi
hutan dan itu sebabnya hewan ini dicap menganggu dan akhirnya dimatikan," tutur
Edy.
Ia mengaku saat ini sedang berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mencari
pelaku pembunuh hewan yang menjadi aset dunia itu dan mengharapkan peran dari
perusahaan yang ada di daerah jelajah gajah untuk membantu hewan tersebut
menetap sementara dan melindunginya.
"Kawasan PT RPI sejak dulu merupakan kawasan gajah. Manajemen perusahaan
hendaknya memperhatikan habitat gajah ini dengan baik," katanya.
Kawasan PT RPI berada di perbatasan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten
Pelalawan. Lokasi bangkai dua ekor gajah berada di blok T4 dan bangkai yang
baru ditemukan kemarin terdapat di blok T2 yang berbatasan langsung dengan
kebun sawit milik PT PN V dan bekerja sama dengan koperasi Tani Siampu
Pesikaian.
Di sekitar areal lokasi konsesi anak perusahaan RAPP ini terdapat sekelompok
gajah dengan jumlah sekitar 15 ekor yang selalu keluar masuk kawasan.
BNJ
Sumber : Ant
[Non-text portions of this message have been removed]