Salam,

Selengkapnya nontonlah film dokumenter SICKO (2007) karya Michael Moore, 
sutradara nyentrik yang sebelumnya membuat FACHRENHEIT 9/11.
Sicko : Skandal penanganan kesehatan masyarakat di AS.

Dimas.
 

--- In [email protected], andre andreas <mataharikus...@...> wrote:
>
> Walau mungkin dianggap
> menyimpang dari kontroversi terkait sengketa Prita Mulyasari vs RS Omni yang
> menyangkut kebebasan berekspresi dan hak konsumen, bagi saya ini juga  
> momentum
> tepat  untuk menyoal kesehatan sebagai hak asasi manusia atau dunia
> pelayanan/jasa  kesehatan di Indonesia pada umunya. 
> 
> Praktek-praktek
> privatisasi,  liberalisasi dan komersialisasi di sektor jasa kesehatan dan
> farmasi hingga soal subsidi kesehatan dan buruknya pelayanan kesehatan untuk
> orang miskin adalah soal yang cukup penting dan mendasar bagi kehidupan
> bernegara. Kepitalisme Neoliberal yang debatnya lagi naik daun di kancah
> politik tingkat tinggi, adalah ancaman terbesar bagi pemenuhan hak atas 
> kesehatan
> sebagai hak asasi manusia. Bahkan Eko Prasetyo sampai menuliskan buku satir
> pedih ORANG MISKIN DILARANG SAKIT!
> 
> Bung George Aditjondro di
> Kongres Nasional I Hukum Kesehatan di Jakarta, 27-29 Mei 2009 mempresentasikan
> makalah yang cukup baik untuk menilik kait mengkait antara dunia kesehatan,
> demokrasi dan hak asasi manusia (KESEHATAN, DEMOKRASI & HAK-HAK EKOSOSBUD:
> BELAJAR DARI RINTISAN DOKTER ”CHE”). 
> 
> Berikut saya petikan
> bagian artikel ini dimana ditunjukkan perbandingan indikator kesehatan 
> masyarakan
> di Kuba dan AS (sebagai komparasi antar model sosialis/kerakyatan dan
> kapitalistik/liberal dalam pelayanan  kesehatan) . George Aditjondro
> kemudian mengangkat hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman
> Kuba dengan pelayanan kesehatan terbaik di dunia.
> 
> Berbagai indikator
> kesehatan di Kuba, sama atau lebih tinggi dari AS. Harapan hidup di Kuba
> rata-rata 77 tahun, hanya setahun lebih rendah dari harapan hidup orang AS.
> Tahun 2007, angka kematian bayi di Kuba 5,3 per seribu kelahiran, lebih rendah
> dari angka kematian bayi di AS yang 6,37 per seribu kelahiran. Ada 6,5 orang
> dokter per seribu orang penduduk di Kuba, dibandingkan dengan 2,4 orang dokter
> per seribu orang penduduk di AS. Digambarkan dengan cara lain, di Kuba 
> tersedia
> seorang dokter bagi 155 orang penduduk, sedangkan di AS, tersedia seorang
> dokter bagi 417 orang penduduk (Hughes 2007; Brouwer 2009).  
> 
> Hebatnya lagi, tingkat
> kesehatan masyarakat begitu tinggi di Kuba, dicapai dengan pelayanan kesehatan
> (health care) yang hanya 250 dollar AS per kapita, dibandingkan dengan 6000
> dollar per kapita di AS, dan sekitar 3000 dollar per kapita di kebanyakan
> negara kaya (Hughes 2007). 
> 
> Ironisnya, ketika
> topan Katrina memporakporandakan sejumlah negara bagian AS, dokter-dokter Kuba
> spontan datang membantu korban-korban topan itu. Walaupun rezim George Bush
> masih mempertahankan embargo ekonomi terhadap Kuba, mereka diminta
> memperpanjang masa pengabdiannya di AS. Padahal, Kuba sendiri belum lama
> sebelumnya dihantam topan yang menghancurkan ½ juta rumah dan jaringan 
> listrik,
> namun hanya tujuh orang dari 10 juta penduduk yang meninggal. Bukti 
> kecanggihan
> Kuba dalam siaga bencana menghadapi topan di seputar Laut Karibia sudah juga
> dibuktikan brigade-brigade medis Kuba, waktu topan George dan Mitch 
> menghantam Haiti , Honduras ,
> dan Guatemala 
> (Brouwer 2009; www.oxfamblogs.org/fp2/?p=102, diakses 3 Mei 2009).  
> 
> ….. tingkat kesehatan
> Kuba tidak akan setinggi itu, seandainya seorang dokter tidak ikut memimpin
> Revolusi 1959, untuk mengubah Kuba dari negara kapitalis yang rasis, yang
> dibangun dari produsen tebu yang mengandalkan buruh keturunan budak dari
> Afrika, menjadi sebuah negara sosialis. Orang itu adalah Che Guevara. 
> 
>   
> 
> Selengkapnya
> 
> http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/sisi-lain-che-guevara-dokter-peletak.html
> 
> Sesungguhnya binatang
> apakah neoliberalisme itu? silah kunjung juga ….. 
> 
> http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/neoliberalisme-pengertian-dan.html
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke