http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/06/04/4367.html
Kamis, 4 Juni 2009, 20:00:21 WIB
Pidato Awal Kampanye SBY-Boediono
Ekonomi Indonesia Adalah Ekonomi Jalan Tengah
Jakarta: Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono, Kamis (4/6) malam, mengawali
kampanyenya di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Di gedung yang ditata rapi
dan dihadiri sekitar 3 ribu pendukung SBY-Boediono, SBY menyampikan visi dan
misinya bila dalam Pilpres tanggal 8 Juli mendatang terpilih kembali menjadi
Presiden RI berdampingan dengan Wapres Boediono.
Menurut Andi Mallarangeng, salah satu Ketua Partai Demokrat yang bersama 23
partai lainnya mengusung SBY-Boediono, inilah bentuk kampanye baru yang
diperkenalkan kepada rakyat, yaitu bukan kampanye pengerahan massa di lapangan
yang meneriakkan yel-yel kosong. "Dengan suasana yang tertib dan dengan massa
yang datang atas inisatiaf sendiri ini, SBY sebagai capres bisa dengan jelas
menyampaikan visi dan misinya, dan masyarakat mendengarnya. Dengan begitu
masyarakat bisa mengerti betul apa visi dan misi pasangan SBY-Boediono. Ini
kampanye baru, modern, dan beginilah model kampanye negara-negara maju. Seperti
inilah model kampanye kita kedepan," kata Andi Mallarangeng.
Dalam pidato politiknya yang berjudul Membangun Pemerintahan Bersih untuk
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, SBY antara lain menegaskan komitmennya untuk
membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, nepotisme. SBY juga
menegaskan komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang tanggap terhadap
keinginan rakyat, transparan, dan bertanggung jawab. Juga akan dipenuhinya
kebutuhan dasar rakyat yang lebih baik, pendidikan, dan kesehatan yang
terjangkau, serta lingkungan yang baik.
Menjelaskan ekonomi yang dianut Indonesia saat ini, SBY bertanya, apa paham
ekonomi yang dianut Indonesia saat ini? Menurut SBY, paham ekonomi yang dianut
Indonesia adalah ekonomi jalan tengah. "Kita tidak menganut neoliberalisme,
kita juga tidak menganut komunisme. Tapi ekonomi jalan tengah yang pro rakyat.
Unsur paling penting dari ekonomi jalan tengah bukan gabungan dari dua konsep
yang ada, melainkan keberpihakan pembangunan pada kepentingan masyarakat luas
secara merata dan adil. Tapi meskipun kita berpihak pada rakyat kecil, tapi
kita harus memastikan bahwa pembangunan adalah untuk semua," sambung SBY.
"Ada sejumlah pilar pokok penunjang ekonomi jalan tengah yang menjamin
pemerataan dan keadilan bagi rakyat. Salah satunya adalah mencegah KKN yang
sering timbul dari adanya konflik kepentingan pejabat negara dalam menjalankan
tugas kenegaraan mereka. Caranya adalah dengan melarang pejabat negara beserta
anggota keluarganya melakukan kegiatan bisnis. Bila pun melakukan kegiatan
bisnis, harusnya dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan azas kepatutan.
Ingat, mengguritanya kegiatan bisnis keluarga pejabat menjadi awal keruntuhan
bangsa kita di masa lalu," kata SBY disambut mereka yang hadir.
Diantara yang hadir, tampak pula Cawapres Boediono, Ibu Ani dan pimpinan Partai
Demokrat serta tim sukses SBY-Boediono.(mit)
[Non-text portions of this message have been removed]