http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1734/Default.aspx


GUB AAL: PERAN STRATEGIS TENAGA PENDIDIK DALAM MENCETAK PERWIRA TNI AL UNGGULAN 
ALUMNI AAL

Peran para dosen, tenaga pendidik, instruktur dan pengasuh sangat strategis dan 
menentukan dalam mencetak para perwira unggulan dari Akademi Angkatan Laut 
(AAL) kelak di kemudian hari. Makna hakiki dari tugas dan peran para tenaga 
pendidik sangat luar biasa. Tidak semua orang diberi peluang dan kesempatan 
untuk menjadi tenaga pendidik, Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa tenaga 
pendidik menentukan di bawa ke mana TNI AL ke depan dan merupakan ujung tombak 
AAL untuk mendidik para kadet ini menjadi perwira yang handal, kuat dan 
professional nantinya, tegas Gubernur AAL Laksda TNI Moch. Jurianto, S.E. di 
depan seluruh tenaga pendidik AAL, di Gedung Maspardi AAL, Bumimoro, Surabaya, 
Jumat (5/6).
 
Seorang tenaga pendidik harus punya niat yang tulus dan harus profesional serta 
berkualitas yaitu akan merasa puas ababila apa yang diajarkan bisa diterima 
oleh anak didiknya, berilmu tinggi, bisa menghasilkan karya-karya ilmiah sesuai 
bidangnya, bisa menerapkan metode cara mengajar yang baik, bagaimana caranya 
membuat kadet tidak ngantuk, bagaimana menyampaikan materi, harus berpenampilan 
rapi dan menarik di kelas, merasa bangga dan terhormat sebagai tenaga pendidik, 
serta patut dibanggakan dan dihormati  karena pantas diteladani.
 
Perwira tinggi dengan dua bintang di pundak ini menambahkan bahwa sudah 
waktunya membentuk forum dosen dan mengadakan pertemuan-pertemuan formal maupun 
informal untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan segera 
cari solusinya agar ke depan semakin baik. Bagaimana menghadapi fenomena 
belajar mengajar di AAL ini  semakin tidak memburuk ke depan. Dan yang 
terpenting dan harus dipegang oleh para tenaga pendidik yaitu harus punya 
standarisasi kelulusan terkait nilai dan harus diterapkan dengan tegas tanpa 
pandang bulu. Kalau masih ada kadet yang ngantuk apalagi sampai tidur di dalam 
kelas berarti ada yang salah dan ini merupakan tantangan para tenaga pendidik 
untuk segera diatasi.
 
“Aturan main  dalam penilaian akademik harus ditegakkan dengan terbuka, jelas 
dan tegas serta seobyektif mungkin dengan tidak melihat itu anaknya siapa dan 
asalnya dari mana. Kita akan memberi penghargaan bagi mereka yang berprestasi 
dan memberi tindakan bagi yang melakukan pelanggaran,” tandas Laksda TNI Moch. 
Jurianto, S.E. (Bagpen AAL)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke