Saya prediksikan, jika ekonomi dunia pulih, harga minyak segera menuju US$ 
100/barel  kembali. Bahkan harga minyak dapat kembali ke US$ 150/barel, karena 
US$ telah terlalu banyak dicetak untuk stimulus. Nilai tukar uang secara 
otomatis terkoreksi oleh komoditas.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


http://www.republika.co.id/berita/54722/Minyak_Dapat_Capai_85_dolar_AS


Minyak Dapat Capai 85 dolar AS

SINGAPURA-- Harga minyak mentah diprediksi dapat mencapai posisi 85 dolar AS 
perbarel akhir tahun ini akibat meningkatnya permintaan pasar menyusul 
berangsur pulihnya perekonomian dunia dan terbatasnya cadangan minyak mentah. 
Bahkan tidak tertutup kemungkinan harga minyak bisa menembus 95 dolar AS 
perbarel akhir tahun 2010.

Menurut lembaga keuangan dan investasi, Goldman Sachs Group Inc. hal itu sudah 
tampak dari peningkatan cukup signifikan harga minyak dalam tujuh bulan 
terakhir. Sebelumnya harga minyak diperkirkan mencapai 65 dolar AS perbarel 
sampai akhir tahun.

Turunnya harga dolar dalam enam pekan terakhir telah memicu kenaikan harga 
minyak mentah dan kalangan investor membeli sejumlah produk komoditas.

''Ini akan membuat pasar kian meningkat. Saat orang membaca laporan dan 
memperoleh kesimpulan yang sama, pasar akan bergerak ke arah yang sama. Tren 
yang terjadi adalah dolar melemah dan minyak mentah menguat,'' kata Jonathan 
Kornafel, analis bursa saham Energi di Singapura seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Juli mencapai 69,24 dolar AS perbarel pada 
perdagangan di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sebelumnya harga minyak 
telah mencapai 68,81 dolar AS perbarel yang merupakan tertinggi sejak 4 
November tahun lalu dan juga tertinggi sejak 18 Mei. ''Dengan kondisi seperti 
ini, tidak mustahil bila harga minyak bisa mencapai 85 dolar As perbarel tahun 
ini,'' katanya.

Goldman memperkirakan kenaikan harga minyak itu merupakan pendahuluan dari 
mulai pulihnya kondisi harga pasar di kuartal kedua tahun ini ke arah 
stabilitas ekonomi global dan menurunnya cadangan minyak dunia. ''Krisis 
keuangan yang mulai mereda, kelangkaan energi mulai terasa,'' kata Jeffrey 
Currie, analis keuangan dan saham dari Goldman Sach.

Harga Saham Naik

Di Hong Kong, harga saham di Asia dan minyak mentah mengalami kenaikan pada 
perdagangan Jumat kemarin. Namun, kenaikan tersebut masih dikhawatirkan para 
pedagangan terkait kondisi lapangan pekerjaan di AS.

Menurut data jumlah pekerja di luar sektor pertanian diperkirakan terjadinya 
PHK 52 ribu orang bulan Mei. Jumlah itu lebih rendah dibanding bulan April yang 
mencapai 539 ribu orang. Namun, tingkat pengangguran rata-rata meningkat 
menjadi 9,2 persen dari 8,9 persen di bulan April.

Indek MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,9 persen setelah mengalami 
rebound akibat turun 1,9 persen Kamis lalu. Harga saham sejumlah perusahaan 
pertambangan juga mengalami kenaikan sebagai harapan akan segera berakhirnya 
resesi.

BHP Biliton dan Rio Tinto naik lebih dari 10 persen setelah keduanya 
mengumumkan akan menggabungkan kegiatan penambangan biji besi mereka. kabar itu 
juga mendongkrak indek saham utama Australia naik lebih dari 1 persen.

Indek Nikkei Jepang naik 0,6 persen, Hong Kong (HSI) naik setengah persen. 
Sedangkan di Taiwan (TWII) dan Singapura (FTSTI) tak banyak berubah.- 
reuters/hir/ahi


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke