Benar, bisa mendeteksi tanpa mengirim pesawat untuk mengejar menunjukkan betapa lemahnya pertahanan udara kita. Dampak dari embargo suku cadang dan embargo persenjataan baru, kita rasakan sampai saat ini. Dan ketika embargo sudah dicabut, kita sudah tidak punya uang karena dikorup habis-habisan...Malah sekarang ketidak berdayaan TNI dijadikan bahan saling menyerang dalam kampanye. Maka dengan enak saja orang lain mengganggu wilayah kita. Malaysia nampaknya memang mencoba- coba memancing konflik bersenjata, sekaligus untuk menguji kesigapan peralatan canggih mereka. KM
----Original Message---- From: [email protected] Date: 06/06/2009 4:01 To: <<Undisclosed-Recipient:>, <>> Subj: [ppiindia] TNI Deteksi Pesawat Asing Langgar Wilayah Kedaulatan RI di Ambalat Refleksi : Deteksi tanpa dikejar artinya tidak ada kemampuan untuk mencegat. ttp://www.detiknews.com/read/2009/06/06/022431/1143618/10/tni-deteksi- pesawat-asing-langgar-wilayah-kedaulatan-ri-di-ambalat Sabtu, 06/06/2009 02:24 WIB TNI Deteksi Pesawat Asing Langgar Wilayah Kedaulatan RI di Ambalat Saud Rosadi - detikNews Samarinda - Pelanggaran wilayah udara kedaulatan RI juga terjadi di Blok Ambalat. TNI AU mencatat telah terjadi 4 kali penyusupan pesawat tempur asing di blok tersebut. Demikian disampaikan Komandan Satuan Radar 225 Tarakan TNI AU Mayor Elektronika Hadi Siswoyo ketika dihubungi detikcom, Jumat (5/06/2009). "Pelanggaran wilayah udara oleh pesawat militer asing itu terdeteksi oleh radar kita. Belum diketahui milik siapa tapi sudah kami laporkan ke Kosekhudnas (Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional) di Lanud Makassar," kata Hadi. Hadi merinci, pesawat militer asing tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara NKRI di Utara Kalimantan Timur itu sejak Desember 2008 hingga Februari 2009. Terbang rendah dengan ketinggian hingga 7.000 kaki dengan kecepatan 300 km/jam, pesawat bergerak dari dari Tawau. Namun demikian, TNI AU belum bisa memastikan apakah pesawat tersebut merupakan pesawat tempur Malaysia atau negara lain. "Kita belum bisa pastikan apakah dari Malaysia atau tidak. Yang jelas, bukan pesawat dari kita (Indonesia). Karena datangnya dari wilayah utara Kaltim," terang Hadi. (irw/irw) [Non-text portions of this message have been removed]

