http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006123030
PANGLIMA TNI TERIMA KETUA SENAT KERAJAAN BELANDA
05 Jun 2009
PUSPEN TNI (5/6),- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, menerima Ketua
Senat Kerajaan Belanda-H.E. Mrs. Y.E.M.A. Timmerman Buck, LLM dan rombongan, di
ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (4/6).
Kunjungan
Ketua Senat Kerajaan Belanda, ingin mengetahui posisi TNI dalam sistem
ketatanegaraan pada masa reformasi saat ini, satu hal yang selalu
menjadi bahan pembicaraan Senat Kerajaan Belanda. Demikian juga peran
TNI dalam tugas perdamaian dunia dan mengemban tanggungjawab menjaga
wilayah negara Indonesia yang begitu luas.
Pada
kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menjelaskan
panjang lebar tentang reformasi internal TNI yang pada dasarnya bahwa
selaku alat negara di bidang pertahanan (dan telah meninggalkan fungsi
Sospol), sasaran yang akan dicapai adalah TNI yang tidak berpolitik
praktis (netral), tidak berbisnis, taat hukum, profesional dan
sejahtera. Sedangkan tugas perdamaian dunia yang sedang dilaksanakan
di beberapa wilayah dunia, merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan
bagi bangsa Indonesia dari dunia internasional, karena hal itu memang
merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD Negara
Republik Indonesia tahun 1945.
Menyangkut tugas TNI untuk menegakkan kedaulatan negara,
mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa
Indonesia, menurut Panglima TNI perlu adanya tambahan armada kekuatan
laut dan udara yang secara bertahap akan dipenuhi sesuai dengan
kemampuan anggaran yang disediakan pemerintah, terutama untuk pengadaan
kapal perang sejenis kelas Sigma yang dibeli dari Belanda dan satu
diantaranya saat ini telah memperoleh kepercayaan PBB untuk menjadi
bagian Satuan Tugas Laut UNIFIL di Libanon.
Sementara
itu, Ketua Senat Kerajaan Belanda menyampaikan apresiasi yang tinggi
atas kemajuan yang dicapai bangsa Indonesia dalam pembangunan di
berbagai bidang kehidupan, termasuk langkah-langkah pemerintah dalam
penanggulangan korupsi.
Usai menerima Ketua Senat Kerajaan
Belanda dan rombongan, Panglima TNI juga menerima kunjungan Pengurus
Yayasan Jatidiri Bangsa, terdiri dari Jenderal TNI (Purn) Surjadi
Soedirdja, Letjen TNI (Purn) Moetojib dan Letjen TNI (Purn) Kiki
Syahnakri.
Selaku purnawirawan TNI, Pengurus Yayasan Jatidiri
Bangsa menyampaikan rasa bangga atas prestasi TNI dalam menjalankan
reformasi, terutama komitmen untuk bersikap netral seperti yang
dibuktikan pada Pemilu Legislatif yang lalu. Hal yang mendorong
semangat untuk tetap menjadikan TNI sebagai ikon dalam berkiprah bagi
kepentingan bangsa dan negara melalui Yayasan Jatidiri Bangsa.
Pengurus
Yayasan Jatidiri Bangsa juga mengusulkan agar TNI dapat menjadikan
dirinya sebagai penjuru dalam merajut kembali pembentukan jatidiri dan
karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dengan mencontoh
perbuatan baik yang ditunjukkan para pendahulu, khususnya pendahulu
dari kalangan pejuang kemerdekaan. Dua kata kunci yang dapat
diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara adalah disiplin dan kehormatan.
Panglima TNI
menyambut baik perhatian yang ditunjukkan Pengurus Yayasan Jatidiri
Bangsa, termasuk usulan mengumandangkan kembali pentingnya disiplin dan
kehormatan di lingkungan TNI khususnya dan dalam kehidupan masyarakat
bangsa Indonesia pada umumnya. Disepakati pula agar para senior yang
duduk sebagai Pengurus Yayasan Jatidiri Bangsa dijadualkan untuk
memberi pencerahan kepada para perwira TNI pada kesempatan yang akan
ditentukan.
[Non-text portions of this message have been removed]