http://www.antaranews.com/view/?i=1244437935&c=NAS&s=POL

Akademi TNI Belum Terima Taruna Perempuan
Senin, 8 Juni 2009 12:12 WIB 

Magelang (ANTARA News) - Akademi TNI hingga saat ini masih mempertimbangkan 
kemungkinan menerima taruna perempuan, kata Komandan Jenderal Akademi TNI, 
Mayjen TNI (Mar), Nono Sampono.

"Penerimaan taruni (Taruna Perempuan,red) masih sulit, mempertimbangkan 
datangnya taruni di kampus seperti ini tidak mudah," katanya di Magelang, Senin 
(8/6), usai memimpin Pembukaan Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna Akademi TNI 
tahun 2009 di Lapangan "Sapta Marga" Akademi Militer (Akmil), kawasan lembah 
Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, berbagai sarana dan prasarana untuk pendidikan taruna perempuan 
harus disiapkan terlebih dahulu jika Akademi TNI akan menerima mereka untuk 
menjalani pendidikan sebagai calon perwira TNI.

Akademi TNI meliputi Akmil, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Angkatan Laut. 

"Bukan hanya menyangkut emansipasi saja, tetapi sarana dan prasarana untuk 
hadirnya wanita di sini harus berbeda, seperti tempat tidur tidak boleh sama 
dengan taruna laki-laki, kamar mandi, jemuran pakaian, yang lainnya boleh sama 
tapi tempat tidur tidak boleh sama," katanya.

Ia mengatakan, persoalan menyangkut nilai budaya timur harus diperhitungkan 
secara seksama untuk penerimaan taruna perempuan di Akademi TNI.

"Bukan sekadar fasilitas dan anggaran, kita masih sangat menghormati nilai 
budaya kita, tidak hanya faktor fisik tetapi juga nonfisik, harus 
dipersiapkan," katanya.

Ia menyatakan, TNI memiliki korps bagi perempuan seperti Korps Wanita Angkatan 
Darat (Kowad). 

Korps itu, katanya, sebagai tempat bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi 
dalam tugas kemiliteran.

"Ada Kowad, wanita TNI yang dalam porsi lain diberi kesempatan," kata Nono 
Sampono. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke