Rfeleksi : Bukankah negara adalah milik pribadi mereka. Di dunia mana ada 
sanksi untuk menghukum diri sendiri? Jadi kalau mereka omong macam-macam janji 
keindahan taman firdaus, apakah akan digenapi atau tidak adalah masalah biasa.  
Kekeliruan utama terletak pada mereka yang percaya pada kepalsuan dan 
pembodohan, karena tidak mau berpikir kritsis dan lagi telah lupa bahwa 
"pengalaman adalah guru terbaik". Sudah tahu bahwa apa yang ditawakarkan adalah 
sepuhan bibir belaka, tetapi masih saja mau dimanipulasi untuk masuk ke jurang 
pembodohan.

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=12&id=15628

      Minggu, 14 Juni 2009 | BP 

      Kontrak Politik para Capres 
      Bodohi Rakyat Tanpa Ada Sanksi Hukum

     
      Kontrak politik yang dilakukan salah satu pasangan capres-cawapres dengan 
buruh dan mahasiswa dianggap hanya membodohi dan meninabobokan rakyat. 
Pasalnya, realitasnya sulit untuk dicapai. Seharusnya, kandidat presiden dan 
wapres itu cukup menyampaikan suatu program dengan cerdas dan realistis. 

      PEMERHATI media Ramadhan Pohan dan pakar komunikasi politik UIN Bandung 
Asep Saefulloh Muhtadi menyatakan hal itu di Jakarta, Sabtu (13/6) kemarin. 
Kedua pembicara ini sepakat pilihan untuk melakukan kontrak politik itu sengaja 
dilakukan, karena sanksi hukumnya tidak ada. Yang ada hanyalah sanksi moral. 
Itu pun tidak jelas wujudnya.

      Menurut Ramadhan Pohan, seharusnya pasangan capres-cawapres melakukan 
kampanye seperti SBY-Boediono. Mereka tidak mengumbar janji muluk setinggi 
langit untuk meyakinkan rakyat. Alasannya, rakyat sendiri telah merasakan 
realitasnya di lapangan atas kebijakan-kebijakan yang prorakyat. 

      Target pertumbuhan ekonomi 7 persen cukup realistis. Hal ini sudah mulai 
terlihat dan terbukti sudah kongkret. 'Tetapi kalau memasang pertumbuhan dua 
digit, masyarakat harus bersikap hati-hati dan tidak mudah percaya, karena 
tidak realistis,' jelas Ramadhan. 

      Sementara Asep Saefulloh Muhtadi mengatakan pasangan yang melakukan 
kontrak politik cukup pandai, karena mereka tahu takkan di-impeach MPR. 
Masyarakat pun tak bisa langsung melakukannya, karena harus melalui perwakilan 
dan mmerlukan waktu cukup panjang. Lebih baik masyarakat mendorong saja, agar 
para kandidat ini bisa bekerja lebih baik untuk membangun dan menyejahterakan 
rakyat.

      'Kontrak politik sebenarnya tidak ada gunanya dilakukan para kandidat. 
Yang jadi persoalan, mekanisme apa yang bisa dilakukan masyarakat kalau janji 
itu tak terpenuhi. Rakyat tidak bisa apa-apa,' tandasnya. (kmb3) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke